Pariwisata

Menengok ‘Dunia Lain’ di Desa Wisata Nangorak Sumedang

Desa Wisata Nangorak Sanghiang Sri, atau yang dikenal dengan nama Desa Margamekar, terletak di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Desa ini menawarkan pesona alam yang menakjubkan, seolah membawa pengunjung ke dunia lain. Dengan keasrian dan ketenangan alamnya, Desa Margamekar menjadi tujuan ideal bagi wisatawan yang mencari suasana tenang, alami, dan penuh petualangan. Desa […]

Oleh Achmad Aristyan

Menengok ‘Dunia Lain’ di Desa Wisata Nangorak Sumedang
Ilustrasi kegiatan berkemah yang bisa dilakukan di Nangorak Camp. Foto: jadesta.kemenparekraf.go.id
Diterbitkan

Desa Wisata Nangorak Sanghiang Sri, atau yang dikenal dengan nama Desa Margamekar, terletak di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Desa ini menawarkan pesona alam yang menakjubkan, seolah membawa pengunjung ke dunia lain.

Dengan keasrian dan ketenangan alamnya, Desa Margamekar menjadi tujuan ideal bagi wisatawan yang mencari suasana tenang, alami, dan penuh petualangan.

Desa Kaya Flora dan Fauna

Berjarak sekitar enam kilometer dari Kecamatan Sumedang Selatan, desa ini terbentang dari bagian tengah hingga selatan kecamatan, berbatasan langsung dengan Kecamatan Cimanggung di kaki Gunung Kareumbi bagian timur.

Topografi Desa Margamekar berupa lereng dengan ketinggian antara 720 hingga 1.103 meter di atas permukaan laut, menciptakan pemandangan yang mempesona.

Secara administratif, Desa Margamekar dikelilingi Desa Sukajaya di utara, Cipameungpeuk di timur, Desa Sindulang di selatan, dan berbatasn lagi dengan Desa Sukajaya di barat.

Sejak berdiri pada 31 Januari 1980, desa ini awalnya bernama Desa Margasuka sebelum dimekarkan menjadi Desa Margamekar dan Desa Sukajaya.

Desa Margamekar terdiri dari 4 dusun, 9 RW, dan 30 RT, dengan masyarakat yang agamis dan kesadaran pendidikan yang tinggi, baik dalam pendidikan formal maupun nonformal.

Desa ini mencakup wilayah yang luas, sekitar 1.979,67 hektare, yang terdiri dari berbagai jenis lahan, seperti sawah, lahan kering, perkebunan, dan hutan.

Keindahan alam yang mengelilinginya menjadikan desa ini rumah bagi beragam flora dan fauna, serta daya tarik wisata yang memukau seperti Curug Sabuk.

Baca juga: Merasakan Akulturasi Budaya dalam Sepotong Tahu Sumedang

Perkemahan di Ketinggian Nangorak Camp

Salah satu daya tarik utama Desa Margamekar adalah Curug Sabuk yang terletak di Dusun Nangorak.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter, dikelilingi oleh bebatuan besar dan pepohonan rindang yang menciptakan suasana alami yang memikat.

Nangorak Camp di Sumedang, Jawa Barat. Foto: GoogleMaps/Iyan Tahyana

Meskipun akses menuju Curug Sabuk membutuhkan perjalanan melalui jalur menantang, keindahan dan kedamaian yang ditawarkan oleh air terjun ini seolah membayar setiap usaha.

Pengunjung dapat berendam di kolam atau duduk di bebatuan sambil menikmati panorama alam.

Selain itu, Nangorak Camp yang terletak di desa ini juga merupakan tempat berkemah populer dengan panorama Sumedang dari ketinggian.

Meskipun area perkemahannya tidak luas, lokasi ini sering menjadi pilihan bagi pecinta alam yang ingin mendirikan tenda di tengah hutan hijau dan menikmati suasana menenangkan.

Destinasi Penuh Wahana Wisata

Desa Margamekar juga menawarkan berbagai kegiatan wisata lainnya. Wisatawan dapat menikmati trekking di jalur-jalur yang menantang dan mendapatkan pemandangan alam yang spektakuler.

Selain itu, pengunjung juga dapat berkemah di bawah langit berbintang atau mengabadikan keindahan alam dan budaya desa melalui fotografi.

Dikelilingi oleh pegunungan dan hutan hijau, Desa Wisata Nangorak Sanghiang Sri adalah surga bagi para pencinta alam yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kota.

Dengan puncak-puncak gunung yang tersembul di antara awan serta suara merdu burung yang mengiringi, setiap langkah di desa ini membawa ketenangan dan kedamaian yang luar biasa. (Sumber: jadesta.kemenparekraf.go.id)

TopikPariwisata
Pariwisata28 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan