Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1446 H, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Wakil Bupati Amir Husein serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan posko terpadu (posko lebaran).
Pemantauan Posko Pengamanan dan Pelayanan arus mudik itu dilakukan pada Selasa, 25 Maret 2024.
Pemantauan ini mencakup beberapa titik pos pengamanan (Pospam), di antaranya Pospam Kertek, Pospam Terminal Mendolo, serta Pos Terpadu di Alun-Alun Wonosobo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas, baik sebelum, saat, maupun setelah perayaan Idulfitri.
Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., menyatakan bahwa keberadaan Posko Pengamanan dan Pelayanan arus mudik melalui CCTV sangat membantu dalam menjaga kelancaran lalu lintas serta keamanan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman. Keberadaan posko serta pemantauan real-time akan membantu mengatasi potensi gangguan di lapangan,” ujar Afif Nurhidayat.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan di titik-titik strategis.
“Kami sudah menempatkan personel di berbagai lokasi rawan kemacetan dan keramaian untuk mengantisipasi tindak kriminalitas serta kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.
Perkiraan Puncak Arus Mudik
Puncak arus mudik di Wonosobo diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran. Sementara itu, pemudik yang mengikuti program mudik gratis dari Jakarta dijadwalkan tiba di Wonosobo pada malam hari.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten yang menyediakan enam bus untuk mengantar pemudik ke kampung halaman.
Baca Juga: Cerutu Swating, Inovasi Berkelas dari Tembakau Khas Tieng
Setibanya di Wonosobo, pemudik akan difasilitasi dengan kendaraan tambahan untuk mencapai kecamatan tujuan mereka. Pemerintah berharap program ini bisa membantu masyarakat sampai di rumah dengan lebih aman dan nyaman.
Kesiapan Kantong Parkir dan Posko
Meskipun Wonosobo masih menghadapi keterbatasan lahan parkir di dalam kota, antisipasi telah dilakukan dengan bekerja sama dengan Satlantas Polres Wonosobo.
Jika kepadatan meningkat, beberapa area seperti Adipura dan kawasan Korpri akan dijadikan kantong parkir sementara.
Sejumlah posko pengamanan telah disiapkan di titik-titik strategis, seperti Terminal Mendolo, Sawangan, Alun-Alun Wonosobo, dan kawasan wisata Dieng.
Posko ini tidak hanya berfungsi untuk membantu pemudik, tetapi juga melayani masyarakat yang membutuhkan informasi terkait jalur perjalanan.
Fasilitas di posko pun cukup lengkap, meliputi tenaga medis, PMI, BPBD, serta layanan tambahan seperti pijat refleksi bagi pemudik yang mengalami kelelahan.
“Posko-posko ini disiapkan agar masyarakat merasa lebih aman dalam perjalanan. Kami juga menyediakan berbagai layanan untuk mendukung kelancaran mudik, termasuk bantuan medis dan informasi jalur alternatif,” jelas Afif Nurhidayat.
Ia juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan posko sebagai pusat koordinasi dan informasi.
“Lebih baik berhenti di posko yang sudah disediakan daripada turun di tempat-tempat yang sepi dan berisiko,” tambahnya.
Fokus Pascaperayaan Idulfitri
Setelah perayaan Idulfitri, perhatian pemerintah daerah akan beralih ke sektor pariwisata.
Wonosobo akan menggelar Festival Balon Udara di 16 titik, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 12 titik.
Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan keramaian agar tidak terpusat di satu lokasi, terutama di jalur menuju Dieng yang sering mengalami kemacetan.
Baca Juga: Denyut Ekonomi di Pasar Panggotan Kaliwiro pada Pasaran Pahing
Jumlah wisatawan ke Dieng diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, infrastruktur jalan masih terbatas, sehingga petugas telah disiagakan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur wisata, termasuk kawasan Telaga Menjer dan titik lain yang menjadi pusat kegiatan Festival Balon Udara.
Pengamanan Arus Mudik dan Balik
Polres Wonosobo menggelar Operasi Ketupat Candi untuk mengamankan arus mudik dan balik
Lebaran dengan menerjunkan 350 personel yang ditempatkan di lima pos pengamanan (pospam), yakni di Kertek, Mendolo, Sawangan, Alun-Alun, dan Dieng.
Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik di wilayahnya.
“Selain menyiapkan pos pengamanan, kami juga menerapkan sistem strongpoint di titik-titik rawan kemacetan. Kami terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui 16 titik CCTV yang terhubung ke Pos Pantau Terpadu,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar pemudik yang hendak menuju Dieng menggunakan jalur alternatif di sebelah utara untuk menghindari kepadatan di jalur utama.
Baca Juga: Lima Seniman Kolektifun Hadirkan Mural di WTF Vol 10
“Jalur tembus Masjid UNSIQ atau Andongsili bisa menjadi alternatif agar tidak terjebak kemacetan di jalur utama,” jelasnya.
Sebagai imbauan kepada pemudik, Kompol Agustinus David Putraningtyas mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan dan memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Kami mengimbau pemudik agar mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat dan selalu memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Jangan memaksakan diri jika lelah, lebih baik beristirahat di posko yang telah disediakan,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap seluruh pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa kendala.