Budaya

Nasi Krawu, Hidangan Legendaris Khas Pesisir Jawa Timur

Nasi Krawu adalah salah satu kuliner khas yang menggambarkan kekayaan tradisi Kota Gresik, Jawa Timur. Di kota berjulukan kota Wali ini, dikenal memiliki beragam tradisi kuliner. Nasi Krawu salah satunya yang menjadi ikon yang menonjol berkat keunikan rasa serta bahan-bahan lokal yang digunakan. Hidangan ini dikenal karena perpaduan sempurna antara nasi pulen dan lauk pauk […]

Oleh Achmad Aristyan

Nasi Krawu, Hidangan Legendaris Khas Pesisir Jawa Timur
Satu porsi nasi krawu yang jadi kuliner khas Kota Gresik. Foto: gresikkab.go.id (kiri), GoogleMaps/Feriza Meisa (kanan)
Diterbitkan

Nasi Krawu adalah salah satu kuliner khas yang menggambarkan kekayaan tradisi Kota Gresik, Jawa Timur. Di kota berjulukan kota Wali ini, dikenal memiliki beragam tradisi kuliner.

Nasi Krawu salah satunya yang menjadi ikon yang menonjol berkat keunikan rasa serta bahan-bahan lokal yang digunakan.

Hidangan ini dikenal karena perpaduan sempurna antara nasi pulen dan lauk pauk yang didominasi daging sapi. Uniknya, nasi krawu memiliki kadar minyak yang cukup tinggi, memberikan sensasi gurih dan kaya rasa yang sulit dilupakan. 

Nama “krawu” konon berasal dari kata “krawukan,” yang berarti mengambil nasi atau lauk dengan jari tangan secara langsung, tanpa bantuan sendok atau alat lainnya. Tradisi ini menekankan nilai-nilai kesederhanaan dan kedekatan dengan budaya makan tradisional.

Kaya Bumbu

Dalam penyajiannya, nasi khas Krawu dihidangkan di atas daun pisang yang menambah aroma khas dan cita rasa alami.

Menu ini terdiri dari nasi yang hangat dan lauk utama berupa daging sapi yang diolah dengan bumbu semur hingga empuk, kemudian disuwir-suwir halus. Bagian lain yang kerap ditambahkan adalah jerohan sapi yang dimasak hingga kaya akan bumbu.

Salah satu komponen penting dalam nasi ini adalah “srundheng” atau kelapa parut yang dimasak dengan bumbu khas hingga kering. Dalam hidangan ini, srundheng terdiri dari tiga variasi, masing-masing memberikan cita rasa yang unik:

  1. Krawu: Berwarna merah dan memiliki cita rasa pedas, cocok untuk penikmat makanan dengan sentuhan rempah yang kuat.
  2. Abon: Berwarna kuning dan memiliki rasa manis, sering dijadikan pelengkap untuk menyeimbangkan rasa keseluruhan hidangan.
  3. Mangot: Dibuat dari kelapa tumbuk yang dicampur dengan kluwak, menciptakan rasa gurih yang mendalam dan kaya.

Hidangan ini juga disertai dengan sambal terasi pedas pekat yang menambah kelezatan, memberikan sensasi pedas yang khas.

Budaya Pesisir

Sejarah nasi khas di Gresik berkaitan erat dengan budaya masyarakat pesisir yang mengutamakan penggunaan bahan-bahan lokal.

Daging sapi sebagai lauk utama dalam nasi krawu dipilih karena melambangkan kemakmuran. Sedangkan penggunaan daun pisang sebagai alas makanan menunjukkan kedekatan masyarakat dengan alam dan kesederhanaan hidup.

Kelezatan rasa yang kaya, aroma daun pisang yang khas, serta sentuhan srundheng yang menggugah selera menjadikan nasi krawu sebagai hidangan ikonik yang patut untuk dicicipi setiap kali berkunjung ke Gresik. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya16 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan