Pariwisata

Panorama Pantai Batu Hijau Penggajawa Siap Mendunia

Kontur Pantai Penggajawa yang berada di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) unik dan berbeda. Seperti pada umumnya tepian pantai yang dihiasi pasir putih, maka Pantai Penggajawa justru dipenuhi hamparan batu-batu yang berwarna hijau kebiruan. Kerap disebut Pantai Batu Hijau karena pantai ini memiliki hamparan batu yang mayoritas berwarna hijau kebiruan. Tapi ada […]

Oleh Achmad Aristyan

Pantai Batu Biru Penggajawa
Pantai Batu Biru Penggajawa. Foto: GoogleMaps/Thoriq Bahari
Diterbitkan

Kontur Pantai Penggajawa yang berada di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) unik dan berbeda. Seperti pada umumnya tepian pantai yang dihiasi pasir putih, maka Pantai Penggajawa justru dipenuhi hamparan batu-batu yang berwarna hijau kebiruan.

Kerap disebut Pantai Batu Hijau karena pantai ini memiliki hamparan batu yang mayoritas berwarna hijau kebiruan. Tapi ada juga batu coklat tua dan muda, ungu, kuning, krem, putih, merah, dan ada pula yang bersalur-salur. Bentuknya seperti batu alam yakni lonjong, bundar, segitiga, persegi, ada juga yang tak beraturan dengan ukuran yang juga beragam.

Asal batu-batu tersebut belum diketahui secara jelas, namun menurut keyakinan warga sekitar batu-batu tersebut berasal dari dasar laut kemudian didorong ombak ke pinggiran pantai.

Sementara Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) batu-batu hijau itu merupakan bagian dari Situs Endapan Undak Pantai Penggajawa.

Morfologi undak-pantai berbatasan langsung dengan Kompleks Pantai Penggajawa. Pantai ini amat khas karena memiliki endapan kerakal batuan berwarna hijau di sepanjang tepian pantai.

Mengoleksi Batu Unik

Dilansir dari Indonesia.go.id, Pantai Batu Hijau Penggajawa terletak di Desa Penggajawa, Nanga Panda, Kabupaten Ende, NTT. Jarak dari Kota Ende ibukota Kabupaten Ende ke Pantai Batu Hijau sejauh 20 km dengan waktu tempuh perjalanan menggunakan angkutan darat selama 20–30 menit.

Wisatawan dapat ke Ende melalui kapal ferry dari Pelabuhan Kupang atau menumpang pesawat dari Kupang ke Bandara Soa Bajawa atau Bandara H Hasan Aroeboesman Ende. Bisa juga ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Kota Bajawa ke arah timur yang berjarak 100 km dan memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Pantai Batu Hijau Penggajawa masih sangat alami dan bila memandang ke perbukitan sebelah pantai bisa menjumpai tebing dengan susunan batu hijau yang menempel rapi.

Rata-rata pengunjung yang mampir ke pantai ini selain berswafoto dan menikmati kesegaran udara laut, pastinya juga bersibuk ria mencari dan mengoleksi batu-batu yang dianggap unik, bagus, lucu untuk diamati, dielus-elus, juga difoto.

Dikelola Masyarakat Lokal

Bagi wisatawan, jika melihat banyak tumpukan batu yang sudah disortir di tepi pantai, ada yang sudah dikarungi, ada juga yang masih dibiarkan begitu saja, sebaiknya jangan diambil. Karena batu-batu itu akan dijual ke luar kota.  Ada yang dikirim ke Jakarta, Bali, Surabaya atau bahkan ke luar negeri. Lumayan batu-batu itu dihargai Rp350 per kg.

Meski fasilitas di pantai ini masih terbatas karena dikelola masyarakat lokal dan belum terorganisir oleh pemerintah, wisatawan tetap bisa menemukan pedagang makanan dengan hidangan lokal. Menariknya tidak ada biaya masuk, sehingga wisatawan bisa menikmati keindahan alam gratis.

Perlu Dibenahi

Pantai Penggajawa ini sudah berdiri sejumlah restoran yang menyediakan saung-saung menghadap pantai. Jadi sembari menyantap aneka ikan bakar, wisatawan bisa sambil memandangi Gunung Meja di arah timur dan beberapa pulau di sekitar pantai. Beberapa restoran juga menyediakan spot-spot swafoto yang tentunya sangat digemari para wisatawan kekinian.

Inilah sisi lain dari beragamnya destinasi pariwisata yang ada di Pulau Flores maupun Pulau Timor, agar disadari sepenuhnya untuk terus dibenahi dan dikembangkan.

TopikPariwisata
Pariwisata11 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan