Berita

Pemkab Wonosobo Ancam Tutup Tambang Ilegal, Tenggat Izin hingga Juni

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh aktivitas tambang galian C ilegal (tambang ilegal) yang belum mengantongi izin resmi. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, dalam keterangan resminya pada Kamis, 17 April 2025. Andang menyampaikan bahwa pihaknya telah mengawali proses penertiban dengan melakukan sosialisasi dan dialog bersama para […]

Oleh Achmad Aristyan

Pemkab Wonosobo Ancam Tutup Tambang Ilegal, Tenggat Izin hingga Juni
Salah satu galian C yang berada di lereng Gunung Sindoro, Wonosobo. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh aktivitas tambang galian C ilegal (tambang ilegal) yang belum mengantongi izin resmi.

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, dalam keterangan resminya pada Kamis, 17 April 2025.

Andang menyampaikan bahwa pihaknya telah mengawali proses penertiban dengan melakukan sosialisasi dan dialog bersama para pelaku tambang beberapa waktu sebelum Lebaran.

Dalam pertemuan itu, Pemkab menjelaskan pentingnya tata kelola pertambangan yang sesuai dengan ketentuan, termasuk kewajiban memperoleh rekomendasi tata ruang sebelum mengajukan izin tambang.

“Kita sudah undang para penambang menjelang Lebaran. Kita sampaikan bahwa ada peraturan bupati (perbup) yang mengatur mekanisme pemberian rekomendasi tata ruang. Tidak mungkin izin tambang keluar tanpa rekomendasi ini,” jelas Andang dilansir dari Kabar Wonosobo.

Baca Juga: DPRD Jateng Dukung Barisan Hok-Ya Hidupkan UMKM dan Seni Tradisi

Ia menambahkan bahwa Pemkab memberikan batas waktu hingga akhir Juni 2025 kepada para pelaku usaha tambang untuk segera mengurus izin resmi.

Jika sampai tenggat waktu tidak ada pengajuan izin, maka pemerintah akan melakukan penutupan secara langsung di lokasi tambang ilegal.

“Sudah saya beri waktu maksimal tiga bulan: April, Mei, dan Juni. Kalau sampai akhir Juni tidak ada pengajuan izin, kami akan turunkan tim untuk menutup seluruh aktivitas tambang ilegal,” tegasnya.

Aktivitas di galian C meliputi menambang pasir dan bebatuan alam. Foto: Aristyan

Selain penutupan, Pemkab juga telah menyiapkan sanksi bagi pelaku tambang ilegal yang tetap membandel, baik sanksi administratif maupun pidana.

Langkah tegas ini dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan bahwa aktivitas pertambangan memberikan dampak positif bagi daerah.

“Tujuan utama kita adalah agar pertambangan berjalan legal, tertib, dan memberi kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkap Andang.

Baca Juga: Fadli Zon Resmi Tetapkan Hari Keris Nasional

Menurutnya, sektor pertambangan yang dikelola sesuai regulasi memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan sikap tegas yang diambil Pemkab Wonosobo, diharapkan seluruh pelaku usaha tambang segera mematuhi regulasi yang berlaku demi terciptanya tata kelola tambang yang lebih baik, ramah lingkungan, serta berkontribusi nyata bagi daerah.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan