Berita

Polemik Biaya Pendampingan Gunung Semeru, TNBTS Cari Solusi

Kebijakan pendampingan bagi pendaki Gunung Semeru bertarif Rp 300 ribu/hari memicu polemik. Banyak pihak menilai biaya ini terlalu tinggi, sehingga Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kini tengah mengevaluasi kebijakan. Sejumlah pemandu gunung mempertanyakan kewajiban pendampingan, terutama bagi pendaki berpengalaman yang merasa mampu mendaki tanpa bantuan. Kritik ini membuat pengelola mempertimbangkan kembali […]

Oleh Achmad Aristyan

Polemik Biaya Pendampingan Gunung Semeru, TNBTS Cari Solusi
Gunung Semeru. Foto: nagantour.com
Diterbitkan

Kebijakan pendampingan bagi pendaki Gunung Semeru bertarif Rp 300 ribu/hari memicu polemik.

Banyak pihak menilai biaya ini terlalu tinggi, sehingga Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kini tengah mengevaluasi kebijakan.  

Sejumlah pemandu gunung mempertanyakan kewajiban pendampingan, terutama bagi pendaki berpengalaman yang merasa mampu mendaki tanpa bantuan.

Kritik ini membuat pengelola mempertimbangkan kembali ketentuan yang telah diterapkan.  

Alasan di Balik Kebijakan  

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa aturan ini diterapkan demi keselamatan pendaki. Gunung Semeru dikenal sebagai salah satu jalur pendakian dengan risiko tinggi, sehingga pengawasan lebih ketat diperlukan.  

“Pendakian Semeru ini salah satu pendakian gunung berisiko tinggi di Indonesia. Kami ingin memastikan keselamatan pendaki, salah satunya dengan pendamping yang sudah terlatih. Mengenai tarif, kami masih mengkaji agar tidak menjadi polemik dan memberikan akses yang setara bagi semua kalangan,” ujar Rudijanta dilansir dari travel.detik.com.  

Ia juga menambahkan bahwa pendampingan hanya berlaku bagi pendaki yang menuju Ranukumbolo, jalur yang masih diizinkan untuk dilewati. Para pendamping adalah petugas terlatih yang bertugas memastikan perjalanan pendaki berlangsung dengan aman.  

Upaya Menemukan Solusi  

Meskipun BB TNBTS menegaskan tujuan utama kebijakan ini adalah keselamatan, pihaknya juga memahami bahwa tarif yang berlaku dinilai cukup tinggi bagi sebagian pendaki.

Karena itu, kajian lebih lanjut tengah dilakukan untuk mencari skema biaya yang lebih terjangkau tanpa mengurangi standar keamanan.  

Sebagian pendaki berpengalaman merasa bahwa mereka tidak membutuhkan pendamping, sehingga muncul usulan agar aturan ini lebih fleksibel.

Menanggapi hal ini, Rudijanta menegaskan bahwa pendampingan berbeda dari jasa pemanduan yang biasanya membutuhkan biaya lebih besar.  

“Kami menyebut pendamping karena pemandu tarafnya bukan seperti itu. Pendamping ini merupakan petugas terlatih yang kami siapkan untuk memastikan keselamatan pendaki yang menuju Ranukumbolo,” jelasnya.  

Harapan ke Depan  

TNBTS berupaya mencari jalan tengah yang dapat diterima, baik pendaki, pemandu, dan pengelola.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga menciptakan sistem pendakian yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.  

Dengan adanya evaluasi ini, pengelola berharap polemik terkait tarif pendampingan dapat segera selesai, sehingga tidak menjadi hambatan bagi pendaki yang menikmati Gunung Semeru.

TopikBerita
Berita03 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan