Berita

Polres Wonosobo Kerahkan 350 Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2025

Polres Wonosobo menggelar upacara gelar pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2025 di halaman Mapolres Wonosobo pada Jumat (21/3/2025). Upacara ini dipimpin langsung Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., serta dihadiri jajaran Forkopimda dan berbagai stakeholder terkait. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam pengamanan arus mudik […]

Oleh Achmad Aristyan

Polres Wonosobo Kerahkan 350 Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2025
Upacara gelar pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2025. Foto: Instagram/@prokompimwsb
Diterbitkan

Polres Wonosobo menggelar upacara gelar pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2025 di halaman Mapolres Wonosobo pada Jumat (21/3/2025).

Upacara ini dipimpin langsung Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., serta dihadiri jajaran Forkopimda dan berbagai stakeholder terkait.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam pengamanan arus mudik serta perayaan Idulfitri 1446 H.

Selain itu, sinergi antara kepolisian dengan instansi terkait juga diperkuat guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Wonosobo Gelar Subsidi Distribusi Pangan

Operasi Ketupat Candi 2025 akan berlangsung selama 17 hari, dimulai pada 23 Maret 2025 pukul 00.00 WIB hingga 8 April 2025 pukul 24.00 WIB.

Dalam arahannya, Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa pelayanan yang ramah dan responsif harus menjadi prioritas utama bagi petugas yang terlibat dalam pengamanan mudik Lebaran 2025.

“Tampilkan sosok petugas yang humanis, berikan edukasi dan imbauan kepada pengemudi untuk istirahat sejenak guna menghindari microsleep. Lakukan pengecekan kesehatan pengemudi, kondisi kendaraan, kesiapan rambu-rambu dan lampu penerangan, serta siagakan personel pada titik-titik rawan kecelakaan,” jelasnya.

Personel dan Pos Pengamanan Disiagakan di Titik Strategis

Sebanyak 350 personel gabungan dari Polres Wonosobo, Kodim, Dishub, Satpol PP, serta stakeholder lainnya akan diterjunkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Lebaran.

Mereka akan ditempatkan di lima pos strategis, yaitu Pos Pengamanan Dieng, Pos Pengamanan Kertek, Pos Pengamanan Sawangan, Pos Pelayanan di Terminal Mendolo, serta Pos Terpadu di Alun-Alun Wonosobo.

Dengan adanya pos-pos ini, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Optimalisasi Layanan Publik dan Keamanan

Sementara itu, Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H., menambahkan bahwa strategi komunikasi publik akan menjadi fokus dalam Operasi Ketupat Candi 2025.

“Kepolisian akan mengoptimalkan layanan hotline 110 sebagai sarana pengaduan dan pelaporan darurat terkait gangguan kamtibmas maupun kemacetan di jalur mudik,” ungkapnya.

Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi lebih jelas terkait rekayasa lalu lintas, pesan-pesan keamanan, serta layanan kepolisian selama periode mudik dan Lebaran 2025.

Baca Juga: Batik Carica Lestari, Pionir Batik Wonosobo dengan Motif Khas Lokal

Operasi Ketupat Candi 2025 merupakan bagian dari upaya pemerintah dan kepolisian dalam memberikan rasa aman bagi pemudik.

Melalui sinergi antara berbagai pihak, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2025 di Wonosobo dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

(Sumber: Humas Polres Wonosobo)

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan