Budaya

Purwaceng, Herbal dari Dieng untuk Vitalitas dan Kesehatan

Dataran tinggi Dieng tidak hanya dikenal karena panorama alamnya yang memesona dan tradisi budayanya yang khas, tetapi juga menyimpan warisan tanaman herbal bernilai tinggi. Salah satu yang paling populer adalah purwaceng (Pimpinella pruatjan), tanaman yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai herbal tradisional. Dikenal sebagai Viagra of Java, purwaceng memiliki reputasi sebagai afrodisiak alami […]

Oleh Achmad Aristyan

Purwaceng, Herbal dari Dieng untuk Vitalitas dan Kesehatan
Tanaman Purwaceng Dieng. Foto: wonosoboekspres.wordpress.com
Diterbitkan

Dataran tinggi Dieng tidak hanya dikenal karena panorama alamnya yang memesona dan tradisi budayanya yang khas, tetapi juga menyimpan warisan tanaman herbal bernilai tinggi.

Salah satu yang paling populer adalah purwaceng (Pimpinella pruatjan), tanaman yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai herbal tradisional.

Dikenal sebagai Viagra of Java, purwaceng memiliki reputasi sebagai afrodisiak alami yang dipercaya mampu meningkatkan stamina dan vitalitas.

Tanaman ini tergolong dalam kelas dicotyledoneae dengan akar tunggang yang membesar di bagian pangkal, menyerupai ginseng.

Purwaceng tumbuh subur di daerah berketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut dan awalnya ditemukan dalam kondisi liar sebelum akhirnya dibudidayakan.

Baca Juga: Event Thrifting Serenity Summit Vol. 1 Meriahkan Bulan Ramadhan

Khasiat Purwaceng yang Kaya Manfaat

Meskipun lebih dikenal sebagai penambah stamina, penelitian ilmiah mengungkap bahwa purwaceng juga memiliki berbagai manfaat kesehatan lainnya.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, membantu meredakan infeksi, mengurangi stres, hingga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selain itu, warga Dieng telah lama menggunakannya sebagai penghangat tubuh alami, mengingat suhu di kawasan ini cenderung dingin sepanjang tahun.

Khasiatnya dalam menjaga daya tahan tubuh membuatnya semakin diminati, tidak hanya oleh masyarakat setempat tetapi juga dari luar daerah.

Ragam Olahan Purwaceng

Awalnya, masyarakat Dieng mengonsumsi purwaceng dengan cara merebus daunnya dan meminum air hasil rebusannya.

Baca Juga: Sejarah Hotel Kresna Wonosobo, Dari Era Kolonial Hingga Kini

Namun, seiring berkembangnya waktu dan meningkatnya permintaan, tanaman ini kini hadir dalam berbagai bentuk olahan, seperti teh, kopi, susu, hingga kapsul herbal.

Produk-produk ini semakin memudahkan masyarakat dalam mengonsumsi purwaceng tanpa harus mengolahnya secara tradisional.

Gunandar, seorang petani herbal yang telah membudidayakan purwaceng sejak 2013, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap tanaman ini terus meningkat.

“Banyak yang penasaran sama purwaceng, apalagi setelah dengar cerita soal manfaatnya. Sekarang sudah banyak produk olahan yang praktis dan siap saji,” ujarnya dilansir dari jabar.times.co.id.

Masa Depan Purwaceng sebagai Warisan Herbal

Baca Juga: Hotel Kresna Wonosobo, Menginap dengan Nuansa Klasik Kolonial

Dengan berbagai manfaat yang telah terbukti, purwaceng terus menjadi bagian dari kekayaan herbal Indonesia yang patut dijaga keberlangsungannya.

Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsi purwaceng dilakukan secara bijak dan diimbangi dengan pola hidup sehat untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

Harapannya, purwaceng tidak hanya lestari sebagai simbol kearifan lokal masyarakat Dieng, tetapi juga semakin dikenal di kancah global sebagai tanaman herbal bernilai tinggi.

Budaya07 MAR 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan