Pariwisata

Rumah Adat Belitung, Warisan Arsitektur dan Kearifan Lokal

Pulau Belitung, yang dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi, memiliki rumah adat khas berbentuk rumah panggung. Rumah ini merupakan rekonstruksi dari rumah gede tradisional dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Belitung. Melansir dari sunburstadventure.com, terletak di Kota Tanjung Pandan, rumah adat ini berdiri megah di atas lahan seluas sekira 500 meter persegi, tepat di samping Kantor Bupati […]

Oleh Achmad Aristyan

Rumah Adat Belitung, Warisan Arsitektur dan Kearifan Lokal
Rumah Adat Belitung yang kini menjadi destinasi wisata. Foto: GoogleMaps/Lilian Ferdini Asridza
Diterbitkan

Pulau Belitung, yang dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi, memiliki rumah adat khas berbentuk rumah panggung. Rumah ini merupakan rekonstruksi dari rumah gede tradisional dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Belitung. 

Melansir dari sunburstadventure.com, terletak di Kota Tanjung Pandan, rumah adat ini berdiri megah di atas lahan seluas sekira 500 meter persegi, tepat di samping Kantor Bupati Belitung.  

Keunikan Arsitektur dan Tata Ruang  

Rumah adat Belitung terdiri dari tiga bagian utama yaitu ruang utama, loss, dan dapur. Untuk memasuki rumah, pengunjung melewati tangga di bagian depan yang mengarah ke teras luas.

Teras ini sering digunakan sebagai tempat bersantai dan berbincang. Setelah teras, pengunjung akan memasuki ruang utama, yang menjadi pusat aktivitas keluarga.

Di sini, berbagai ornamen khas Belitung dipamerkan, termasuk lemari berisi pakaian adat pengantin Belitung kancing lima. Pada sisi kanan ruang utama, terdapat kamar pengantin kecil, sementara foto-foto tokoh Belitung tempo dulu tertata rapi di atas meja.

Lantai ruang ini ditutupi tikar, yang merupakan ciri khas rumah panggung di Belitung, yang menciptakan suasana hangat dan nyaman bagi penghuninya.  

Lebih ke dalam, terdapat ruang loss yang berfungsi sebagai pembatas antara ruang utama dan dapur. Ruang ini dirancang untuk menetralkan aktivitas dapur dengan kegiatan di ruang utama. 

Bagian terakhir adalah dapur, di bagian belakang rumah dan menjadi tempat memasak.  

Material dan Estetika  

Hampir seluruh bagian rumah adat tradisional ini terbuat dari kayu bulin, yang dikenal karena kekuatannya dan daya tahan terhadap cuaca.

Kayu ini memberikan suasana alami dan asri pada rumah, sekaligus mencerminkan kearifan lokal masyarakat Belitung dalam memilih bahan bangunan.  

Simbol Kebanggaan Masyarakat Belitung  

Rumah adat Belitung mulai dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan Bupati Belitung, Darmansyah Husain pada 2009. Dengan konsep yang terbuka dan minim sekat, rumah ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dalam budaya masyarakat Belitung. 

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adat ini juga menjadi pusat kegiatan budaya dan edukasi, memperkenalkan tradisi lokal kepada wisatawan yang berkunjung.  

Rumah adat ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol identitas dan warisan budaya Belitung.

Dengan ukiran khas, desain fungsional, dan bahan yang autentik, rumah adat Belitung menjadi bukti nyata kekayaan budaya Pulau Laskar Pelangi, yang layak untuk dilestarikan dan dibanggakan. 

TopikPariwisata
Pariwisata03 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan