Budaya

Tari Siwar, Rayakan Keindahan Seni dan Budaya Lahat

Seni tari yang berkembang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan semakin menunjukkan keunikannya seperti Tari Siwar. Salah satu tarian khas daerah ini, menjadi bukti nyata bahwa Lahat memiliki warisan budaya yang kaya, khususnya dalam bidang seni tari. Tari Siwar semakin terlihat estetik ketika dipentaskan di acara pagelaran seni, terlebih lagi dengan latar Ghumah Baghi yang eksotis […]

Oleh Ridwan

Tari Siwar, Rayakan Keindahan Seni dan Budaya Lahat
Potret penari Tari Siwar di Taman Ribang Kemambang. Foto: pariwisata.lahatkab.go.id
Diterbitkan

Seni tari yang berkembang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan semakin menunjukkan keunikannya seperti Tari Siwar. Salah satu tarian khas daerah ini, menjadi bukti nyata bahwa Lahat memiliki warisan budaya yang kaya, khususnya dalam bidang seni tari.

Tari Siwar semakin terlihat estetik ketika dipentaskan di acara pagelaran seni, terlebih lagi dengan latar Ghumah Baghi yang eksotis di Taman Rekreasi Ribang Kemambang.

Taman Rekreasi Ribang Kemambang terletak di pusat Kota Lahat, tepatnya di Kelurahan Bandar Jaya. Sebagai salah satu hutan kota yang masih terjaga, tempat ini populer di kalangan pengunjung karena suasana yang sejuk dan teduh. Di sana terdapat kolam buatan yang ideal untuk piknik, menjadikan taman ini pilihan favorit warga lokal dan wisatawan.

Selain menjadi tempat bersantai, Taman Ribang Kemambang sering dijadikan lokasi pembuatan video, pagelaran seni, hingga syuting acara.

Kali ini, Taman Rekreasi Ribang Kemambang menjadi panggung bagi pagelaran seni tari, khususnya Tari Siwar.

Tarian ini dibawakan oleh enam penari yang mengenakan busana tradisional khas Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat. Penampilan mereka semakin menarik karena berlatar replika megalit dan Ghumah Baghi, rumah tradisional Lahat yang menjadi ciri khas budaya setempat. Suasana asri dan rindang taman menambah daya tarik pertunjukan, menciptakan nuansa budaya yang kental.

Tari Siwar sendiri adalah tarian yang menggunakan senjata siwar, sejenis senjata tajam. Tarian ini menggambarkan kepahlawanan wanita Basemah, yang terlihat dari gerakan para penari.

Dalam tarian ini, para penari membawa dua bilah siwar dan tampak menusukkannya ke tubuh tanpa terluka, menampilkan kekuatan magis yang terkesan mistis. Tak heran jika Tari Siwar begitu memukau penonton.

Menariknya, Tari Siwar juga telah diakui secara resmi sebagai bagian dari Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Lahat, memastikan keasliannya sebagai warisan budaya lokal. Hal ini semakin memperkuat identitas Kabupaten Lahat sebagai daerah yang kaya akan seni tradisional. (Achmad Aristyan – Sumber: pariwisata.lahatkab.go.id)

TopikBudaya
Budaya23 OKT 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →
Pranatacara menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan pelestarian tradisi bertutur di Sleman.

Bahasa Krama dan Masa Depan Tradisi Jawa

Paguyuban pranatacara di Sleman merawat bahasa Jawa krama melalui seni bertutur dan tata krama, sekaligus mendorong generasi muda memperoleh ruang untuk belajar dan mempraktikkannya.

Ridwan