Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2025 di Desa Tempuranduwur, Kecamatan Sapuran, Wonosobo, resmi ditutup.
Penutupan ditandai dengan upacara yang dipimpin Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Helmy, pada Kamis (20/3/2025).
Dalam amanatnya, Dandim Helmy menyampaikan bahwa TMMD kali ini mengusung tema “Dengan semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di wilayah”.
Menurutnya, tema ini mencerminkan komitmen TNI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah serta memperkuat ketahanan nasional.
Baca Juga: Bambang Sugeng, Pengusaha Tepung Tapioka Beromzet Ratusan Juta
“Pelaksanaan TMMD merupakan bentuk kemanunggalan TNI-rakyat bersama pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah dan sekaligus menciptakan ketahanan nasional yang tangguh,” ujar Letkol Inf Helmy.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga mencakup program pembangunan non-fisik, seperti penyuluhan kepada masyarakat dari berbagai instansi terkait.
Dandim Helmy menegaskan bahwa keseimbangan antara pembangunan fisik dan non-fisik menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Kami berharap, pembangunan fisik dan non-fisik dapat berjalan seimbang. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat yang optimal dari program TMMD ini,” katanya.
Dandim Helmy juga mengajak masyarakat untuk merawat dan menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai.
“Mari kita rawat sebaik mungkin apa yang telah kita bangun bersama. Semoga, hasil TMMD ini dapat memberikan manfaat yang lebih lama bagi masyarakat Desa Tempuranduwur,” pungkasnya.

Forkopimda Apresiasi TMMD, Infrastruktur Desa Terselesaikan
Usai upacara penutupan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonosobo meninjau langsung hasil pembangunan yang telah dilakukan dalam program TMMD Sengkuyung Tahap I.
Peninjauan ini bertujuan memastikan bahwa program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Letkol Inf Helmy menjelaskan bahwa TMMD telah berhasil menyelesaikan sejumlah pembangunan infrastruktur, di antaranya:
- Pembuatan badan jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter
- Betonisasi jalan desa sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter
- Pembangunan drainase sepanjang 200 meter dengan lebar bawah 0,40 meter, lebar atas 0,50 meter, dan tinggi 0,40 meter
“Alhamdulillah, seluruh program fisik telah selesai 100 persen. Kami sangat bersyukur bahwa TMMD ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang maksimal,” ujar Dandim Helmy.
Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, yang turut hadir dalam peninjauan ini, memberikan apresiasi tinggi kepada Kodim 0707/Wonosobo atas keberhasilan program TMMD.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kodim 0707/Wonosobo atas kerja keras dan dedikasinya dalam melaksanakan TMMD ini. Hasilnya sangat memuaskan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Amir Husein.
Ia juga menyoroti semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD, di mana program ini melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat dalam pengerjaannya.
“Yang membuat kami lebih bangga adalah pelaksanaan TMMD ini dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan semua unsur. Ini adalah contoh nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Baznas Wonosobo Gelar Pentasyarufan Zakat di Bulan Ramadhan
Lebih lanjut, Amir Husein berpesan kepada masyarakat Desa Tempuranduwur agar menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat dapat merawat dan menjaga jalan serta drainase yang telah dibangun ini. Dengan demikian, infrastruktur ini dapat memberikan manfaat yang lebih lama,” pungkasnya.
Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga warga Desa Tempuranduwur, yang turut bersyukur atas terlaksananya program pembangunan ini.