Tradisi

Tradisi Bambu Gila Baramasewel, Permainan Sarat Nuansa Magis

Di tanah Maluku, terdapat sebuah tradisi unik yang sarat nuansa magis bernama bambu gila. Masyarakat setempat menyebut juga tradisi dan juga permanan ini dengan sebutan Baramasewel. Belum ada catatan sejarah terkait asal mula tradisi ini. Namun permainan tradisional unik ini diyakini telah ada jauh sebelum masuknya agama Islam dan Kristen di wilayah itu. Selain menjadi […]

Oleh Achmad Aristyan

Tradisi Bambu Gila Baramasewel, Permainan Sarat Nuansa Magis
Baramasewel atau tradisi bambu gila dari Maluku. Foto: Wikipedia/Djuli Pamungkas
Diterbitkan

Di tanah Maluku, terdapat sebuah tradisi unik yang sarat nuansa magis bernama bambu gila. Masyarakat setempat menyebut juga tradisi dan juga permanan ini dengan sebutan Baramasewel.

Belum ada catatan sejarah terkait asal mula tradisi ini. Namun permainan tradisional unik ini diyakini telah ada jauh sebelum masuknya agama Islam dan Kristen di wilayah itu. 

Selain menjadi hiburan, tradisi bambu gila juga mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Maluku yang penuh makna dan nilai sejarah hingga masih dilestarikan hingga kini.  

Ritual Mistis 

Dilansir dari indonesia.go.id, permainan bambu gila dimulai dengan sebuah ritual khusus. Seorang pawang membakar kemenyan menggunakan wadah tempurung kelapa, yang kemudian asapnya diarahkan ke bilah bambu. 

Ritual ini bertujuan untuk “mengundang” kekuatan gaib yang diyakini mampu menggerakkan bambu. Setelah ritual selesai, bambu secara ajaib mulai bergerak sesuai kehendak sang pawang, menambah kesan mistis pada permainan ini.  

Saat bambu bergerak, para pemain harus memeluk dan menahan lajunya, meskipun sering kali pergerakan bambu sulit dikendalikan. Sang pawang terus memimpin permainan dengan melafalkan mantra seperti “hei baramasuwel!” hingga ia memutuskan permainan berakhir.  

Pemain Berbaju Merah

Melansir dari Kompas, permainan bambu gila tidak bisa dimainkan sembarang orang. Dalam masyarakat Maluku tradisional, hanya mereka yang sudah terpilih yang boleh berpartisipasi. 

Para pemain diwajibkan bertelanjang dada dan mengenakan pakaian serba merah, mulai dari celana hingga ikat kepala. Iringan musik tradisional menambah intensitas permainan, dengan tempo yang semakin cepat memicu pergerakan bambu menjadi lebih liar. 

Pemainan ini biasanya terdiri tujuh orang atau lebih, tergantung panjang bambu yang digunakan.  

Bambu Istimewa

Bambu yang digunakan dalam permainan ini juga tidak sembarangan. Bambu diambil dari hutan setelah melewati ritual khusus, memastikan bambu memenuhi syarat mistis dan fisik. 

Diameter bambu biasanya berkisar antara 8-10 cm, dengan panjang mencapai 3 meter atau lebih. Bambu kemudian diberi perlakuan khusus, seperti mengikatkan kain pada kedua ujungnya dan memperlakukannya seolah-olah ia memiliki jiwa. 

Proses ini menunjukkan penghormatan terhadap elemen bambu sebagai bagian dari permainan tradisional yang mengandung nilai spiritual.  

Kekayaan Tradisi yang Menarik  

Bambu gila bukan sekadar permainan rakyat; ia adalah cerminan kebudayaan Maluku yang adiluhung. Tradisi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kekompakan, keberanian, dan penghormatan terhadap kekuatan alam dan spiritual.  

Sebagai salah satu warisan budaya nusantara, bambu gila terus menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Permainan ini mengingatkan kita pada kekayaan tradisi Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan sebagai identitas bangsa.

TopikTradisi
Tradisi04 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan