Pariwisata

Ubah Rupa Jodipan Jadi Kampung Wisata Berwarna

Kampung Warna-warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, saat ini bisa disebut sebagai perkampungan warga yang ikonik dan memikat di Indonesia. Berada di tepi Sungai Brantas, kampung ini, dulunya merupakan kawasan permukiman biasa yang cenderung kumuh. Namun, transformasi kreatif mengubahnya menjadi destinasi wisata populer dan berwarna. Jodipan pun kemudian terkenal dengan sebutan Kampung Warna-Warni. Melansir dari lama […]

Oleh Achmad Aristyan

Ubah Rupa Jodipan Jadi Kampung Wisata Berwarna
Kampung Jodipan di Kota Malang yang dicat penuh warga sehingga jadi destinasi wisata. Foto: jadesta.kemenparekraf.go.id
Diterbitkan

Kampung Warna-warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, saat ini bisa disebut sebagai perkampungan warga yang ikonik dan memikat di Indonesia. Berada di tepi Sungai Brantas, kampung ini, dulunya merupakan kawasan permukiman biasa yang cenderung kumuh. Namun, transformasi kreatif mengubahnya menjadi destinasi wisata populer dan berwarna. Jodipan pun kemudian terkenal dengan sebutan Kampung Warna-Warni.

Melansir dari lama umm.ac.id, Kampung Jodipan awalnya hanyalah kampung biasa yang jarang diperhatikan. Ide untuk mengubahnya menjadi kampung penuh warna muncul dari sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berkolaborasi dengan perusahaan cat. 

Mereka melihat potensi besar di balik warna-warna cerah untuk menarik perhatian dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. Berkat dukungan berbagai pihak, rumah-rumah dan kawasan di kampung ini dicat dengan penuh daya seni tinggi menjadikannya penuh warna. Upaya ini kemudian berhasil menggoda para pelancong untuk datang berwisata. 

Baca juga: Coban Rondo, Wisata Air Terjun Legendaris di Malang

Setiap sudut di Kampung Warna-warni dihiasi dengan cat berwarna cerah dan mural-mural artistik berisi cerita dari kebudayaan lokal hingga pesan-pesan inspiratif. Salah satu daya tarik utamanya adalah jembatan kaca yang menghubungkan Kampung Jodipan dengan Kampung Tridi di seberangnya. Jembatan ini menawarkan pemandangan spektakuler ke arah kampung dan Sungai Brantas yang mengalir di bawahnya.

Selain itu, pengunjung dapat menemukan berbagai spot foto yang dirancang secara khusus untuk menampilkan keunikan kampung ini. Dari tangga pelangi hingga lorong-lorong sempit yang dihiasi dengan payung gantung, setiap detail mencerminkan kreativitas dan kebersamaan warga setempat.

Perubahan besar ini bukan hanya menarik wisatawan tetapi juga meningkatkan perekonomian warga sekitar. Banyak penduduk setempat yang kini membuka warung, kios suvenir, dan tempat makan kecil untuk melayani pengunjung.  Kehadiran wisatawan ini telah memberikan tambahan penghasilan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca juga: Sejarah Kota Malang, Dari Kerajaan Hingga Kota Pendidikan

Wajah Kmapung Jodipan yang berubah, menjadikannya contoh kolaborasi antara komunitas, akademisi, dan sektor swasta dapat mengubah wajah suatu daerah hingga dapat memberdayakan masyarakatnya. Di sisi lain, perubahan ini berdampak pada kehidupan sosial dan budaya warnya di mana mereka lebih aktif berinteraksi dan peduli menjaga kampungnya.

Bila Anda penasaran ingin berkunjung ke Jodipan, waktu terbaiknya disarankan datang pada pagi atau sore hari saat cuaca tidak terlalu terik. Selain itu, meski tidak ada biaya tiket masuk yang tinggi, donasi kecil biasanya diminta untuk mendukung perawatan kampung. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata17 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan