Berita

Wamenpar Tegaskan Pungli Tak Boleh Terjadi di Destinasi Wisata

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa praktik pungutan liar (pungli) tidak boleh terjadi di destinasi wisata. Hal ini disampaikan dalam rapat daring bersama pemangku kepentingan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Sumba Barat Daya, menyusul laporan pungli yang dialami Youtuber Jajago Keliling Indonesia di kawasan Kampung Adat Ratenggaro, Sumba […]

Oleh Anisa Kurniawati

wamenpar
Wamenpar Ni Luh Puspa dalam rapat tindak lanjut penanganan pungli secara daring bersama seluruh stakeholder pariwisata di Provinsi NTT dan Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (21/5/2025). Foto: Kemenpar.go.id
Diterbitkan

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa praktik pungutan liar (pungli) tidak boleh terjadi di destinasi wisata.

Hal ini disampaikan dalam rapat daring bersama pemangku kepentingan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Sumba Barat Daya, menyusul laporan pungli yang dialami Youtuber Jajago Keliling Indonesia di kawasan Kampung Adat Ratenggaro, Sumba Barat Daya.

Dalam rapat yang digelar Rabu (21/5), Ni Luh Puspa menekankan pentingnya menciptakan destinasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan demi memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan serta mendukung dampak positif langsung kepada masyarakat.

Saya rasa kita semua punya komitmen yang sama, punya perasaan yang sama bahwa praktik-praktik seperti ini (pungli) tidak boleh terjadi,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa dilansir dari kemenpar.go.id.

Baca juga: Mengapa 20 Mei Diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional?

Wamenpar juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Pemerintah Provinsi NTT dalam merespons insiden tersebut. Pada 20 Mei, Pemkab Sumba Barat Daya menggelar pertemuan dengan kepolisian, TNI, aparat desa, dan tokoh masyarakat Kampung Adat Ratenggaro untuk membahas kejadian tersebut.

Dalam pertemuan itu, warga dan penghuni Kampung Ratenggaro mengakui kesalahan dan menyatakan bahwa tindakan oknum yang melakukan pungli mencoreng nama baik daerah serta berpotensi menurunkan jumlah kunjungan wisatawan.

Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pendekatan terhadap masalah ini harus bersifat preventif dan edukatif, termasuk melalui pelatihan dan pembinaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata. Kemenpar juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendampingi masyarakat agar terlibat aktif dalam ekosistem pariwisata lokal.

Ini harus jadi titik balik bagi pariwisata di Sumba dan NTT untuk menciptakan pariwisata berkualitas yang tertib dan inklusif. Kita harus berkolaborasi bersama, kami mendukung penguatan SDM lokal melalui pelatihan digital, pemasaran destinasi, dan manajemen destinasi berbasis komunitas,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.

Baca juga: Menbud Dorong Diplomasi Budaya Lewat Sinema di Venice Film Festival 2025

Sebagai tindak lanjut, disepakati akan dibuat papan informasi di pintu masuk dan area dalam kampung yang memuat tarif resmi kegiatan wisata, seperti tarif masuk, menunggang kuda, hingga berfoto. Pemerintah daerah juga akan melibatkan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan wisatawan.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah dan masyarakat atas kejadian di Ratenggaro.

Kami berkomitmen hal ini tidak terjadi lagi agar pengembangan pariwisata di Sumba Barat Daya semakin baik,” ujar Bupati Ratu Ngadu Wulla.

Rencananya, pada 23 Mei 2025, Pemkab bersama Forkopimda akan kembali mengunjungi Kampung Ratenggaro untuk memastikan kesepakatan yang telah dibuat dijalankan dengan baik dan melakukan perbaikan fasilitas yang dibutuhkan.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati