Pariwisata

Wisata Gunung Merbabu, Primadona Pendakian di Jawa Tengah 

Gunung Merbabu adalah salah satu gunung berapi di Jawa Tengah. Lokasinya melintasi tiga wilayah kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Magelang, Semarang dan Boyolali. Dengan ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut, gunung ini menjadi primadona bagi para pendaki. Gunung megah ini menjadi favorit pendakian karena bentang alam asri dan indah. Gunung Merbabu menjadi Taman Nasional, […]

Oleh Anisa Kurniawati

Wisata Gunung Merbabu, Primadona Pendakian di Jawa Tengah 
Gunung Merbabu sebagai kawasan konservasi dimulai sejak masa kolonial Belanda. Foto: Pinterest/Fajar Meliafani
Diterbitkan

Gunung Merbabu adalah salah satu gunung berapi di Jawa Tengah. Lokasinya melintasi tiga wilayah kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Magelang, Semarang dan Boyolali. Dengan ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut, gunung ini menjadi primadona bagi para pendaki. 

Gunung megah ini menjadi favorit pendakian karena bentang alam asri dan indah. Gunung Merbabu menjadi Taman Nasional, yang mencakup hutan lindung dan Taman Wisata Alam Tuk Songo.

Sejarah Gunung Merbabu 

Gunung Merbabu sebagai kawasan konservasi dimulai sejak masa Pemerintahan Belanda. Gunung berapi ini bertipe strato yang pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Pada tahun 1908, kawasan hutan ini ditetapkan sebagai hutan tutupan. 

Kawasan ini sempat dikelola Dinas Kehutanan Tingkat II, Perusahaan Negara Perhutani, hingga Perum Perhutani KPH Magelang dan KPH Surakarta. Dari 1975-1985, kawasan ditanami Pinus merkusii.

Tujuannya untuk perlindungan dan produksi hasil hutan, dengan sistem tumpangsari. Sebagian hutan di Magelang juga dijadikan objek wisata alam pada 1974 karena panorama air terjunnya.

Akhirnya, pada 2001, Departemen Kehutanan mengusulkan kawasan hutan di kompleks Gunung Merbabu yaitu kawasan hutan lindung dan Taman Wisata Alam Tuk Songo diusulkan menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

Daya Tarik Gunung Merbabu

Gunung Merbabu memiliki lima jalur pendakian, yaitu Kopeng Thekelan, Wekas, Kopeng Cunthel, Swanting, dan Selo. Jalur Selo adalah yang paling populer, karena cocok untuk pemula, menawarkan pemandangan sabana yang indah, terutama saat musim bunga edelweiss mekar. 

Sementara, bagi pendaki yang ingin cepat sampai bisa melalui jalur wekas. Gunung Merbabu memiliki tiga puncak utama, yaitu Puncak Trianggulasi, Kenteng Songo, dan Syarif.

Dari ketiga puncak ini, bisa terlihat gunung-gunung tinggi lainnya di Pulau Jawa seperti Gunung Merapi, Sumbing, Sindoro, Lawu, dan Slamet.

Taman Nasional Merbabu memiliki empat jenis hutan (hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan hutan ericaceous). Pada tahun 2004, area seluas 57 hektar dinyatakan sebagai taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan.

Panorama Gunung Merbabu disaksikan dari wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Foto: GoogleMaps/Antok Siswo Putranto

Informasi Gunung Merbabu

Pendakian di Gunung Merbabu dibuka untuk umum 24 jam setiap hari. Terdapat juga masa-masa penutupan di bulan-bulan tertentu untuk perawatan alami di jalur pendakian.

Gunung Merbabu termasuk dalam kawasan taman nasional, untuk tiket masuk dikenakan biaya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7500. Sedangkan untuk tiket wisatawan mancanegara diberlakukan tarif Rp 150.000 hingga Rp 225.000.

Pendaftaran online diperlukan bagi wisatawan yang ingin mendaki melalui Jalur Selo. Gunung Merbabu juga sudah dilengkapi beberapa fasilitas. 

Bagi pendaki yang ingin beristirahat sebelum atau setelah pendakian terdapat basecamp. Informasi mengenai peta jalur pendakian, kondisi cuaca, dan estimasi waktu perjalanan juga tersedia lengkap. 

Untuk kenyamanan pengunjung, tersedia toilet umum di dekat area pintu masuk dan area parkir, dengan kebersihan yang terjaga. Area Parkir untuk mobil dan sepeda motor juga luas, dengan petugas yang memastikan keamanan kendaraan.

Selain itu, di sekitar basecamp, menyediakan berbagai kebutuhan pendaki seperti makanan ringan, makanan berat, baterai, senter, dan obat-obatan.

Tips Mendaki Gunung Merbabu

Gunung Merbabu memiliki medan yang tidak mudah. Maka dari itu, untuk menjaga keselamatan harus melakukan banyak persiapan. Beberapa diantaranya yaitu melakukan latihan fisik atau latihan kekuatan beberapa minggu sebelum pendakian.

Pastikan mendapatkan istirahat yang cukup sebelum mendaki. Bawa perlengkapan mendaki yang lengkap supaya aman. Sebelum mendaki pastikan sudah mendapatkan informasi secara keseluruhan mengenai gunung Merbabu. 

Kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai untuk mendaki. Lalu, pilih jalur pendakian yang sesuai dengan tingkat keahlian dan kondisi fisik. Jangan lupa untuk selalu mematuhi petunjuk dan peraturan dari petugas taman nasional dan basecamp.

TopikPariwisata
Pariwisata13 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati