Pariwisata

5 Gunung Ramah Pemula Untuk Perayaan Tahun Baru Berkesan

Malam pergantian tahun selalu menjadi momen istimewa untuk dirayakan. Jika bosan dengan pesta kembang api atau makan malam biasa, mendaki gunung bisa menjadi pilihan menarik untuk merayakan tahun baru. Menikmati pemandangan alam sambil menyaksikan matahari terbit di awal tahun baru tentu memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Bagi pendaki pemula, penting memilih gunung dengan jalur yang […]

Oleh Achmad Aristyan

5 Gunung Ramah Pemula Untuk Perayaan Tahun Baru Berkesan
Pemandangan lautan awan dari Gunung Sikendil. Foto: Instagram/@aris_tyan
Diterbitkan

Malam pergantian tahun selalu menjadi momen istimewa untuk dirayakan. Jika bosan dengan pesta kembang api atau makan malam biasa, mendaki gunung bisa menjadi pilihan menarik untuk merayakan tahun baru.

Menikmati pemandangan alam sambil menyaksikan matahari terbit di awal tahun baru tentu memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Bagi pendaki pemula, penting memilih gunung dengan jalur yang aman dan ramah. 

Dilansir dari laman resmi Kemenparekraf, berikut lima rekomendasi gunung untuk pendakian pemula yang bisa menjadi opsi perayaan tahun baru:  

  1. Gunung Prau (2.590 mdpl)

Gunung Prau di Jawa Tengah menjadi destinasi favorit bagi pendaki pemula. Dengan jalur pendakian singkat melalui Patak Banteng, gunung ini menawarkan pesona sunrise yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. 

Selain itu, pemandangan puncaknya memperlihatkan deretan pegunungan seperti Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu. Waktu tempuh yang relatif singkat membuat Gunung Prau menjadi pilihan ideal untuk perayaan tahun baru.  

  1. Gunung Bismo (2.365 mdpl)  

Terletak di Wonosobo, Jawa Tengah, Gunung Bismo menawarkan jalur pendakian yang asri dengan suasana alam yang sejuk. Jalur via Sikunang menjadi rute favorit karena hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai puncak. 

Dari atas dapat menikmati panorama hijau serta suasana yang damai. Gunung ini cocok untuk pendaki pemula yang ingin merayakan malam pergantian tahun dengan nuansa berbeda.  

  1. Gunung Sikendil (1.800 mdpl)  

Gunung Sikendil di Sigedang, Temanggung menawarkan pemandangan indah di ketinggian yang tidak terlalu ekstrem. Gunung ini sangat cocok bagi pemula yang ingin menikmati matahari terbit dengan latar pegunungan Jawa Tengah. 

Dengan ketinggian yang bersahabat, pendakian ke Gunung Sikendil menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan kesan mendalam untuk mengawali tahun baru.  

Gunung Sikendil menjadi salah satu rekomendasi gunung ramah pemula dengan pemandangan Gunung Sindoro yang memukau. Foto: Instagram/@aris_tyan
  1. Gunung Andong (1.726 mdpl)  

Gunung Andong di Magelang, Jawa Tengah, menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki pemula. Jalur pendakiannya tidak terlalu sulit, namun menawarkan pemandangan yang luar biasa, termasuk hamparan hijau dan lanskap Magelang dari ketinggian. 

Menyaksikan matahari terbit di puncak Gunung Andong adalah pengalaman yang sangat direkomendasikan untuk merayakan tahun baru.  

Baca juga: Hutan Pinus Purwojiwo, Menepi di Lereng Gunung Sumbing

  1. Gunung Pakuwaja (2.421 mdpl)  

Gunung Pakuwaja di Dieng, Wonosobo, menyajikan pemandangan spektakuler berupa perbukitan Dieng yang hijau serta panorama gunung-gunung megah seperti Sindoro, Slamet, dan Merbabu.

Jalur pendakian via Dieng Plateau memerlukan waktu sekitar 2–3 jam hingga puncak, menjadikannya pilihan tepat untuk pendaki pemula yang ingin merayakan tahun baru di tengah alam.  

Rencanakan Pendakian

Bagi pendaki pemula, persiapan yang matang sangat penting untuk memastikan pengalaman mendaki berjalan lancar dan aman. Pertama, pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima dan siapkan perlengkapan mendaki seperti jaket hangat, sepatu gunung, serta peralatan lainnya yang mendukung. 

Selain itu, cek kondisi cuaca sebelum perjalanan untuk memastikan pendakian dilakukan di waktu yang aman dan nyaman. Jika belum berpengalaman, sebaiknya ajak pemandu lokal atau teman yang sudah lebih mahir untuk membantu mengarahkan selama pendakian. 

Jangan lupa juga membawa perbekalan secukupnya, seperti makanan dan minuman, untuk menjaga energi selama perjalanan mendaki. 

TopikPariwisata
Pariwisata26 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan