Pariwisata

5 Lokasi Astrotourism, Berwisata Sambil Mengamati Benda Langit

Seiring dengan berkembangnya pengetahuan astronomi dan penemuan baru terkait alam semesta, astrotourism semakin diminati banyak orang. Penambahan observatorium dan planetarium di berbagai tempat turut berperan dalam popularitas wisata ini. Meskipun banyak destinasi astrotourism berada di dalam ruangan, banyak juga tempat-tempat terbuka yang menawarkan pemandangan langit malam yang luar biasa indah. Tentunya, destinasi ini harus bebas […]

Oleh Achmad Aristyan

5 Lokasi Astrotourism, Berwisata Sambil Mengamati Benda Langit
Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo menjadi salah satu lokasi astrotourism untuk melihat milky way (gugusan bintang galaksi bimasakti). Foto: Instagram/@naufalalbad
Diterbitkan

Seiring dengan berkembangnya pengetahuan astronomi dan penemuan baru terkait alam semesta, astrotourism semakin diminati banyak orang. Penambahan observatorium dan planetarium di berbagai tempat turut berperan dalam popularitas wisata ini. 

Meskipun banyak destinasi astrotourism berada di dalam ruangan, banyak juga tempat-tempat terbuka yang menawarkan pemandangan langit malam yang luar biasa indah.

Tentunya, destinasi ini harus bebas dari polusi udara dan cahaya, serta cuaca yang cerah agar pengalaman astrotourism menjadi maksimal.

Astrotourism atau wisata astronomi, kini menjadi tren baru yang menawarkan pengalaman unik berwisata sambil mengamati benda-benda langit. Dari stargazing, astrofotografi, hingga mempelajari astronomi, astrotourism mengajak para pelancong untuk melihat keindahan alam semesta dengan cara yang berbeda.

Melansir dari kemenparekraf.go.id, berikut adalah beberapa destinasi terbaik di Indonesia untuk menikmati astrotourism:

  1. Kawah Putih, Bandung Selatan

Kawah Putih merupakan salah satu destinasi astrotourism terbaik di Indonesia. Terkenal dengan pemandangan alamnya yang mempesona, Kawah Putih di Kabupaten Bandung Selatan menawarkan keindahan langit malam yang luar biasa. 

Pada malam hari, langit gelap gulita dihiasi gemerlap bintang, menjadikannya tempat yang ideal untuk aktivitas stargazing dan astrofotografi. Jika menginap hingga subuh, bahkan bisa menikmati pemandangan matahari terbit yang menakjubkan.

  1. Taman Nasional Baluran, Situbondo

Terletak jauh dari keramaian, Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menawarkan pemandangan langit malam yang sangat bersih dan bebas dari polusi cahaya.

Sabana Bekol, sebuah padang rumput luas yang menjadi habitat satwa liar, adalah lokasi terbaik untuk menikmati keindahan langit malam yang hanya diterangi cahaya bintang. Suasana alami dan jauh dari keramaian membuat pengalaman astrotourism di sini sangat memikat.

Baca juga: Taman Nasional Baluran, Pesona Afrika di Ujung Timur Pulau Jawa

  1. Raja Ampat, Papua Barat Daya

Raja Ampat, yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya, juga menjadi salah satu destinasi astrotourism yang populer. Dengan minimnya polusi cahaya dan udara, Raja Ampat menjadi tempat yang sempurna untuk stargazing, bahkan bagi pecinta astrofotografi. 

Di malam hari, langit Raja Ampat menawarkan pemandangan milky way (galaksi bimasakti) luar biasa. Pemandangan ini bisa dinikmati dari atas kapal pinisi yang berlayar mengelilingi kawasan ini.

  1. Geosite Sipinsur, Sumatra Utara

Geosite Sipinsur, di Desa Parulohan, Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, tidak hanya menawarkan panorama Danau Toba dari ketinggian, tetapi juga merupakan lokasi astrotourism yang menarik.

Pada malam hari, langit di atas Danau Toba dipenuhi dengan cahaya bintang yang memberikan pemandangan menakjubkan. Pemandangan langit bertabur bintang di Geosite Sipinsur menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar astrotourism.

  1. Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Wae Rebo, sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai “Desa di Atas Awan.” Keindahan langit malam di Wae Rebo sangat luar biasa, terutama karena minimnya polusi cahaya dan udara. 

Di sini, wisatawan dapat menyaksikan ribuan bintang yang memenuhi langit sepanjang malam. Jika beruntung bahkan bisa melihat milky way dengan mata telanjang, sebuah pengalaman yang tak terlupakan. (Dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata28 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan