Tradisi

9 Pantangan dan Larangan Saat Imlek yang Harus Dihindari

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu diiringi sukacita bagi masyarakat Tionghoa. Tak hanya sekadar momen berkumpul bersama keluarga, Imlek juga dipenuhi tradisi unik yang dipercaya dapat membawa keberuntungan. Di balik euforia perayaan itu, terdapat sejumlah larangan yang dihindari demi memastikan rezeki tetap lancar sepanjang tahun. Meskipun sering dianggap sebagai mitos, aturan-aturan ini telah diwariskan secara turun-temurun […]

Oleh Achmad Aristyan

9 Pantangan dan Larangan Saat Imlek yang Harus Dihindari
Kemeriahan perayaan Imlek. Foto: fkdm.sukabumikota.go.id
Diterbitkan

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu diiringi sukacita bagi masyarakat Tionghoa. Tak hanya sekadar momen berkumpul bersama keluarga, Imlek juga dipenuhi tradisi unik yang dipercaya dapat membawa keberuntungan. 

Di balik euforia perayaan itu, terdapat sejumlah larangan yang dihindari demi memastikan rezeki tetap lancar sepanjang tahun.

Meskipun sering dianggap sebagai mitos, aturan-aturan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Imlek. 

Berikut adalah sembilan larangan yang sering dihindari saat Imlek karena diyakini bisa membawa kesialan dilansir dari travel.detik.com.  

  1. Pantang Potong dan Mencuci Rambut  

Tradisi Imlek melarang memotong rambut karena diyakini dapat “memotong” keberuntungan.

Hal yang sama berlaku untuk mencuci rambut, yang dianggap bisa menghapus rezeki. Untuk menghindarinya, orang biasanya memotong dan mencuci rambut sebelum pergantian tahun.  

  1. Tidak Menyapu dan Mencuci Baju  

Menyapu rumah di hari pertama dipercaya membuang kekayaan. Selain itu, mencuci pakaian juga tabu karena hari pertama dan kedua dipersembahkan untuk menghormati Dewa Air. 

Maka, semua pekerjaan rumah tangga dilakukan sebelum Imlek tiba.  

  1. Larangan Bekerja  

Hari pertama Imlek adalah waktu untuk bersantai dan berkumpul dengan keluarga. Bekerja pada hari ini diyakini membawa rasa lelah sepanjang tahun. 

Tak heran banyak toko milik etnis Tionghoa memilih tutup selama perayaan ini, meski hanya sehari.  

  1. Pantang Minum Obat  

Mengonsumsi obat pada hari pertama Imlek dianggap membawa sial, karena dipercaya akan membuat seseorang terus-menerus sakit sepanjang tahun. Karena itu, meskipun sedang kurang sehat, masyarakat Tionghoa tetap berusaha menjalani hari dengan ceria.  

  1. Tidak Menghabiskan Ikan  

Dalam tradisi Tionghoa, ikan melambangkan kelimpahan. Karena itu, menyisakan sebagian ikan saat makan di hari perayaan menjadi simbol keberuntungan. 

Kebiasaan ini berdasar ungkapan “nián nián yǒuyú,” artinya selalu ada kelebihan setiap tahun.  

  1. Hindari Makan Bubur  

Bubur sering dikaitkan dengan kemiskinan dalam budaya Tionghoa, karena di masa lalu makanan ini hanya dikonsumsi masyarakat kelas bawah. Menyajikan bubur saat Imlek dianggap membawa nasib buruk dan kemunduran ekonomi.  

Baca juga: Klenteng Tek Hay Kiong, Simbol Sejarah Kerukunan

  1. Pantang Membeli atau Memberi Buku  

Kata “buku” dalam bahasa Mandarin memiliki pelafalan yang mirip dengan kata “kehilangan,” sehingga membeli atau memberi buku saat Imlek dianggap bisa mengundang kesialan.

Bahkan, aktivitas ini dihindari hingga Cap Go Meh, atau 15 hari setelah Imlek.  

  1. Jangan Menjahit  

Jarum dianggap sebagai simbol ketidakberuntungan karena bisa “menusuk” kemakmuran. Karena itu, aktivitas menjahit atau pekerjaan lain yang menggunakan jarum sangat dihindari selama Imlek.  

  1. Hindari Ucapan Kasar  

Tahun Baru Imlek adalah momen penuh kebahagiaan. Ucapan kasar atau makian dianggap bisa mendatangkan energi negatif yang memengaruhi suasana sepanjang tahun. 

Karenanya, menjaga tutur kata tetap santun adalah bagian penting dari tradisi ini.  

Menghormati Tradisi Demi Keberuntungan  

Meskipun larangan-larangan ini mungkin tidak sepenuhnya masuk akal di era modern, banyak masyarakat Tionghoa yang tetap menjunjungnya sebagai bentuk penghormatan tradisi leluhur.

Larangan ini juga menjadi pengingat untuk memulai tahun dengan hal-hal positif, yang diyakini akan membawa keberuntungan dan keberkahan sepanjang tahun. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikTradisi
Tradisi25 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan