Profil

Agoes Noegroho, Pelukis Kaligrafi Islam Koleksi Kolektor

Agoes Noegroho atau Goes Noeg, dikenal lewat lukisan kaligrafinya. Seperti diketahui, kaligrafi di kenal sebagai seni rupa Islam yang melukiskan ayat-ayat Al-Quran atau pun Hadist dengan sedemikian rupa sehingga memiliki nilai seni dan estetika. Bakat melukis pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini telah tampak sejak masih kecil. Pada waktu itu kegemarannya melukisnya menggunakan media tanah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Agoes Noegroho, Pelukis Kaligrafi Islam Koleksi Kolektor
Agoes Noegroho dan karyanya (lukisan Jokowi bersoban) yang dihibahkan di posko GSUI 2020. (Foto: prokabar)
Diterbitkan

Agoes Noegroho atau Goes Noeg, dikenal lewat lukisan kaligrafinya. Seperti diketahui, kaligrafi di kenal sebagai seni rupa Islam yang melukiskan ayat-ayat Al-Quran atau pun Hadist dengan sedemikian rupa sehingga memiliki nilai seni dan estetika.

Bakat melukis pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini telah tampak sejak masih kecil. Pada waktu itu kegemarannya melukisnya menggunakan media tanah bukan kertas atau kanvas. Selain tanah, ia juga meningkatkan keterampilannya dengan menggunakan genteng dan ranting.

Selepas SMA, Agoes melanjutkan kuliah di jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelumnya, pelukis kaligrafi yang satu ini sempat ingin mengikuti jejak ayahnya untuk berkarir di dunia militer namun cita-citanya itu tidak berlanjut.

Setelah lulus dari ITB pun, Agoes bekerja di Bimantara, serta sempat menjadi art director RCTI yang kemudian dia menciptakan logo untuk stasiun televisi tersebut. Setelah cukup lama, ia akhirnya memantapkan diri sebagai pelukis kaligrafi serta menyebut dirinya sebagai pelukis muslim. 

Sejak saat itu, lukisannya selalu bertema religi. Agoes juga sering mengikuti pameran. Mulai pamera di kampung halamannya di Semarang, Bandung, Jakarta hingga di kedutaan besar Indonesia di Riyad, Jedah, Madinah, Singapura dan pameran bersama di Marseille Perancis dan Swiss.

Baca Juga: Affandi, Pelukis Maestro dengan 2000 Lukisan

Dikoleksi Kolektor Internasional

Lukisan kaligrafi Goes Noeg telah menjadi koleksi sejumlah tokoh penting baik di dalam maupun luar negeri, diantaranya Presiden HM Soeharto, BJ Habibie, H Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Raja Fahd serta kedua putranya yaitu Putra Sultan dan Putra Abdullah dari Kerajaan Saudi Arabia. 

Para kolektor internasional lainnya datang dari berbagai negara seperti Prancis, Jerman, Jepang, Kuwait, Tanzania, Australia, Singapura, Jordania dan Uzbekistan juga mengoleksi karya-karya Agoes Noegroho. 

Selain itu, karyanya juga dipajang di berbagai galeri seperti Art Asia Gallery di Utara Swiss dan University Collage London, Bank Islamic Development Jeddah, Kantor kabinet Mahathir Malaysia bahkan sampai ke Cape Town, Afrika Selatan. 

Pada 6-9 Juli 2006, ia berpartisipasi dalam Islam Expo yang digelar di Alexandra Palace, Wood Green, London, Inggris. Islam Expo yang digelar pertama kalinya itu merupakan event terbesar di Eropa dan didukung oleh Mayor of London Ken Livingstone. Di ajang itu, Agoes membawa beberapa karyanya yang mengusung tema kaligrafi bertajuk The Servant’s Remembrance of Allah. 

Baca Juga: Sindudarsono Sudjojono, Pionir Seni Lukis Modern

Salah satu lukisannya yang ia persembahkan untuk dilelang oleh Yayasan Khaleefah Society (KS) Ltd berhasil terjual seharga 450 pounds. Penjualan lukisannya itu digunakan untuk membantu para korban gempa bumi di Asia Selatan khususnya di daerah Khasmir.

Di tahun 2020, Goes Noeg ini berkolaborasi dengan penyanyi dan pencipta lagu Ote Abadi yang dituangkan ke dalam satu lukisan untuk Indonesia satu, yaitu Agama. Goes Noeg menjelaskan di lukisannya terdapat lambang agama yang ada di Indonesia dan ada gambar merah putih untuk mengartikan lambang bendera Indonesia yang artinya mengisi keberanian dan mengisi dengan kesucian.

Di tahun yang sama, Goes Noeg juga menyumbangkan dua karya lukisan kebanggaan miliknya yakni lukisan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Bersorban dan lukisan kaligrafi berbentuk segitiga untuk membantu penanganan Covid-19 melalui Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI). (Sumber: tokoh.id)

TopikProfil
Profil08 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →
Pengunjung membaca buku di perpustakaan Baca Di Tebet, Jakarta Selatan

Baca di Tebet, Oase Ruang Literasi di Jakarta

Di tengah ritme Jakarta yang serba cepat dan instan, Baca Di Tebet menawarkan tempat untuk melambat sejenak—menghubungkan buku, percakapan, dan ekosistem kreatif dalam satu ruang perjumpaan.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati