Berita

Aroma Rezeki di Balik Asap Dupa saat Imlek di Lumajang

Mentari pagi mulai meninggi di Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di halaman belakang rumahnya, Bunaji (50th) tampak sibuk mengawasi tumpukan dupa yang tengah dijemur. Bersama beberapa pekerja, ia terus memastikan produksi dupa berjalan lancar. Waktu-waktu seperti ini, saat perayaan Tahun Baru Imlek, merupakan masa panen bagi usahanya. “Menjelang Imlek, pesanan dupa meningkat […]

Oleh Anisa Kurniawati

Aroma Rezeki di Balik Asap Dupa saat Imlek di Lumajang
Dalam banyak budaya, terutama di Bali dan Tionghoa, dupa adalah bagian dari doa, penghormatan kepada leluhur, dan sarana meditasi. Foto: dok.fixabay.com
Diterbitkan

Mentari pagi mulai meninggi di Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di halaman belakang rumahnya, Bunaji (50th) tampak sibuk mengawasi tumpukan dupa yang tengah dijemur.

Bersama beberapa pekerja, ia terus memastikan produksi dupa berjalan lancar. Waktu-waktu seperti ini, saat perayaan Tahun Baru Imlek, merupakan masa panen bagi usahanya.

“Menjelang Imlek, pesanan dupa meningkat sampai 50 persen. Kalau biasanya produksi 80 kilogram sehari, sekarang bisa sampai 120 kilogram,” tutur Bunaji sambil merapikan batang-batang dupa yang sudah kering di jemuran.

Baca juga: Kue Keranjang Ny. Lauw, Ikon Tradisi Imlek Sejak Tahun 60an

Dupa, Tradisi yang Tak Lekang oleh Waktu

Dupa bukan sekadar batang kayu atau arang yang dibakar dan mengeluarkan wangi khas. Dalam banyak budaya, terutama di Bali dan Tionghoa, dupa adalah bagian dari doa, penghormatan kepada leluhur, dan sarana meditasi.

Tak heran, bisnis dupa seperti yang dijalankan Bunaji tetap memiliki pasar yang kuat.

Bunaji memproduksi dua jenis dupa, yakni dupa berbahan kayu dan dupa berbahan arang. Proses pembuatannya kini lebih modern dengan bantuan mesin, tetapi tetap memerlukan ketelatenan.

Kayu atau arang yang telah dihaluskan dicampur dengan bahan perekat alami, lalu dicetak menjadi batang dupa sebelum dijemur di bawah terik matahari.

“Ada yang tanya kenapa nggak pakai oven? Tapi menurut saya, dijemur alami lebih bagus hasilnya. Aromanya juga lebih keluar,” ujarnya sembari menunjukkan batang dupa yang baru saja kering.

Dupa yang telah siap dipasarkan. Foto: GoogleMaps/Bahrul Ulum

Dupa Lumajang Menembus Pasar Bali

Dilansir dari Indonesiakini.go.id, dupa hasil produksi Bunaji tidak hanya beredar di Lumajang, Jawa Timur. Mayoritas pembeli berasal dari Bali, di mana kebutuhan dupa selalu tinggi untuk keperluan upacara adat dan keagamaan.

Dalam sekali pengiriman, ia bisa mengantongi pendapatan bersih Rp2,5 juta. “Yang paling banyak pesan dari Bali. Permintaan di sana selalu ada, jadi saya tetap produksi terus,” katanya.

Satu bungkus dupa seberat satu kilogram ia jual seharga Rp15.000. Dengan meningkatnya pesanan menjelang Imlek, pendapatannya pun ikut melonjak.

Menjaga Warisan, Menghidupi Keluarga

Bagi Bunaji, usaha dupa bukan hanya soal keuntungan. Ia ingin terus menjaga warisan usaha yang sudah turun-temurun di keluarganya. Dengan bisnis ini, ia bisa memberdayakan warga sekitar, memberi lapangan kerja, dan tetap menjaga tradisi yang telah berlangsung lama.

“Saya berharap usaha ini terus berjalan, bisa diwariskan ke anak-anak saya. Selama masih ada orang berdoa dan sembahyang, dupa akan selalu dibutuhkan,” pungkasnya dengan senyum.

Di balik kepulan asap dupa yang menguar ke udara, tercium aroma ketekunan, dedikasi, dan harapan. Seperti dupa yang terus menyala, usaha Bunaji pun terus berkembang, membawa berkah bagi keluarganya dan masyarakat sekitar.

TopikBerita
Berita29 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati