Tradisi

Aruh Baharin dan Tradisi Padi Ladang Dayak Holang

Masyarakat Dayak Halong di Balangan melaksanakan Aruh Adat Baharin sebagai ungkapan syukur atas panen padi ladang sekaligus upaya merawat warisan adat.

Oleh Ridwan

Pelaksanaan Aruh Adat Baharin oleh masyarakat Dayak Halong di Desa Tabuan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Masyarakat Dayak Halong di Desa Tabuan, Kabupaten Balangan, melaksanakan Aruh Adat Baharin sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi ladang. Foto: InfoPublik.id
Diterbitkan

Di Desa Tabuan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, panen padi ladang berkaitan erat dengan kehidupan budaya masyarakat Dayak Halong. 

Rasa syukur atas hasil pertanian diwujudkan melalui Aruh Adat Baharin, sebuah tradisi yang diwariskan antargenerasi.

Pada Minggu, 25 Oktober 2026, masyarakat setempat kembali melaksanakan Aruh Adat Baharin. Upacara ini menjadi bagian dari tradisi adat yang menghubungkan hasil pertanian, kepercayaan, dan kehidupan bersama.

Bagi masyarakat pendukungnya, Aruh Baharin merupakan ungkapan syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur. 

Pelaksanaannya menunjukkan bahwa kegiatan pertanian dan kehidupan adat memiliki hubungan dalam keseharian masyarakat Dayak Halong.

Syukur atas Hasil Panen

Dokumentasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2014 mencatat Aruh Baharin sebagai ritual masyarakat Dayak Halong yang berkaitan dengan ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas hasil panen serta penghormatan kepada leluhur.

Padi tidak hanya menjadi sumber pangan bagi masyarakat peladang. Proses menanam hingga memanen juga berkaitan dengan pengetahuan lokal, kerja bersama, dan keyakinan yang berkembang dalam lingkungan budaya setempat.

Aruh Baharin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur melalui upacara adat. Tradisi ini sekaligus menjadi bagian dari pewarisan nilai budaya yang berlangsung di tengah komunitas pendukungnya.

Sebagai tradisi masyarakat Dayak Halong, Aruh Baharin memiliki konteks budaya tersendiri. Pelaksanaannya perlu dipahami dalam lingkungan masyarakat yang mewariskan dan menjalankan tradisi tersebut.

Adat dan Kehidupan Pertanian

Kehidupan pertanian masyarakat Dayak Halong berkaitan dengan pengetahuan dan tata cara yang diwariskan melalui praktik sehari-hari maupun tradisi adat.

Pemberitaan mengenai pelaksanaan Aruh Adat Baharin di Desa Tabuan menyebut istilah isiro sebagai tahapan persiapan sebelum membuka lahan untuk menanam padi. Istilah tersebut berkaitan dengan kegiatan pertanian masyarakat setempat.

Pengetahuan mengenai pengelolaan lahan dan tahapan pertanian menjadi bagian dari pengalaman yang diteruskan antargenerasi. 

Dalam kehidupan masyarakat peladang, kegiatan bercocok tanam tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga berlangsung dalam lingkungan sosial dan budaya.

Warisan Budaya Dayak Halong

Aruh Baharin tercatat dalam dokumentasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2014. Pencatatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan terhadap tradisi masyarakat Dayak Halong di Kabupaten Balangan.

Hubungan antara seni dan upacara adat juga terlihat dalam penelitian mengenai Tari Wadian Kelong dalam Aruh Adat Baharin di Desa Kapul, Kabupaten Balangan. 

Penelitian tersebut menjadi salah satu sumber untuk memahami keterkaitan seni pertunjukan dengan tradisi adat masyarakat setempat.

Keterangan mengenai Tari Wadian Kelong di Desa Kapul merujuk pada konteks penelitian di desa tersebut. Pelaksanaannya tidak serta-merta menggambarkan seluruh rangkaian Aruh Baharin di Desa Tabuan.

Pelaksanaan Aruh Adat Baharin di Desa Tabuan pada Oktober 2026 memperlihatkan keberadaan tradisi yang berkaitan dengan hasil pertanian dan kehidupan adat. 

Keberlanjutannya bertumpu pada masyarakat yang menjalankan upacara serta meneruskan pengetahuan dan nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →
Pranatacara menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan pelestarian tradisi bertutur di Sleman.

Bahasa Krama dan Masa Depan Tradisi Jawa

Paguyuban pranatacara di Sleman merawat bahasa Jawa krama melalui seni bertutur dan tata krama, sekaligus mendorong generasi muda memperoleh ruang untuk belajar dan mempraktikkannya.

Ridwan

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →