Pariwisata

Bledug Kramesan, Gunung Lumpur Unik di Grobogan

Bledug Kramesan adalah sebuah gunung lumpur atau mud volcano yang terletak di Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Bledug Kramesan terbentuk dari semburan lumpur dan gas dari dalam bumi yang membentuk gundukan tanah menyerupai gunung kecil. Endapan lumpur di sekitarnya terus bertambah akibat letupan yang terjadi secara berkala. Baca Juga: Gunung Lanang Mergolangu: Perpaduan […]

Oleh Achmad Aristyan

Bledug Kramesan, Gunung Lumpur Unik di Grobogan
Bledug Kramesan di Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan. Foto: esdm.go.id
Diterbitkan

Bledug Kramesan adalah sebuah gunung lumpur atau mud volcano yang terletak di Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Bledug Kramesan terbentuk dari semburan lumpur dan gas dari dalam bumi yang membentuk gundukan tanah menyerupai gunung kecil.

Endapan lumpur di sekitarnya terus bertambah akibat letupan yang terjadi secara berkala.

Baca Juga: Gunung Lanang Mergolangu: Perpaduan Pesona Alam dan Mitos

Di Tengah Persawahan, Perlu Jalan Kaki

Melansir dari Kompas.com, gunung lumpur ini berada di tengah hamparan sawah, membuat pengunjung harus berjalan kaki untuk mencapainya.

Akses termudah menuju lokasi ini adalah melalui Dusun Medang. Cukup ketik “Mushola Alhidayah” di Google Maps sebagai titik awal.

Dari depan mushala, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan melewati jalan tanah.

Sepeda motor bisa digunakan hingga mendekati lokasi, namun kendaraan tetap tidak bisa sampai persis di titik gunung lumpur.

Sisanya, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 5 hingga 10 menit melalui pematang sawah.

Tinggi Sekitar 8 Meter, Ada Kawah Aktif di Puncak

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut gundukan tanah setinggi sekitar 8 meter.

Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki hingga ke puncaknya hanya sekitar satu menit.

Di atas gunung lumpur ini terdapat kawah berisi lumpur cair yang aktif meletup.

Letupan lumpur biasanya diawali dengan suara gemuruh seperti guntur dari dalam perut bumi.

Tak lama kemudian, lumpur dan gas menyembur ke atas dan menyebarkan aroma khas yang cukup menyengat.

Waktu Terbaik Berkunjung dan Imbauan Keamanan

Waktu yang disarankan untuk berkunjung ke Bledug Kramesan adalah saat pagi atau sore hari.

Pada siang hari, panas matahari cukup menyengat, membuat perjalanan terasa lebih melelahkan.

Selain itu, sebaiknya datang saat cuaca cerah karena jalan tanah dan pematang sawah akan sangat licin saat hujan.

Pengunjung juga diimbau tidak terlalu dekat dengan kawah untuk menghindari risiko tanah ambles atau terjatuh.

Selain itu, ada potensi gas beracun yang bisa berbahaya jika dihirup terlalu lama.

Baca Juga: Candi Gatotkaca, Peninggalan Hindu Kuno di Dieng

Potensi Wisata Alam yang Perlu Dikelola

Fenomena alam seperti Bledug Kramesan termasuk langka di Indonesia.

Keunikannya membuat lokasi ini berpotensi menjadi wisata edukatif, terutama bagi pelajar, peneliti, atau pecinta geowisata.

Dengan penataan yang baik dan promosi yang tepat, gunung lumpur ini bisa menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Grobogan, sekaligus mendorong ekonomi warga sekitar. (Diolah dari berbagai sumber)

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan