Berita

BRIN Gelar Webinar 100 Jam Kupas Astronomi

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar webinar 100 jam terkait astronomi saat memperingati Pekan Keantariksaan Internasional (World Space Week) yang berlangsung dari 1 hingga 10 Oktober 2024. Webinar merupakan bagian dari program kolaborasi internasional yang difasilitasi oleh Perhimpunan Astronomi Internasional (IAU), bertujuan untuk menginspirasi masyarakat Indonesia agar lebih mengenal dan tertarik pada ilmu astronomi. […]

Oleh Ridwan

BRIN Gelar Webinar 100 Jam Kupas Astronomi
Diterbitkan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar webinar 100 jam terkait astronomi saat memperingati Pekan Keantariksaan Internasional (World Space Week) yang berlangsung dari 1 hingga 10 Oktober 2024.

Webinar merupakan bagian dari program kolaborasi internasional yang difasilitasi oleh Perhimpunan Astronomi Internasional (IAU), bertujuan untuk menginspirasi masyarakat Indonesia agar lebih mengenal dan tertarik pada ilmu astronomi.

Empat narasumber dari BRIN, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) akan membahas berbagai topik menarik seperti penggunaan teleskop robotik untuk identifikasi hilal otomatis, gelombang gravitasi sebagai cara memahami alam semesta, kecerdasan buatan (AI) untuk mempelajari matahari, serta pengamatan satelit menggunakan teleskop.

Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN, Emanuel Sungging Mumpuni, berharap webinar dapat semakin mengenalkan ilmu astronomi yang digeluti komunitas astronomi Indonesia kepada masyarakat luas. “Kami berharap program ini bisa menginspirasi generasi muda untuk lebih tertarik pada bidang astronomi,” ungkap Emanuel dalam siaran pers BRIN yang diterima pada Rabu (2/10/2024) seperti dilansir dari Infopublik.id.

Emanuel juga menekankan pentingnya pengenalan ilmu astronomi melalui pendekatan multidisiplin. “Narasumber akan membahas topik-topik dari berbagai disiplin yang sedang berkembang, termasuk gelombang gravitasi, pengembangan sistem teleskop robotik untuk pengamatan hilal, penggunaan kecerdasan buatan untuk mempelajari matahari, serta pengamatan satelit melalui teleskop,” jelasnya.

Selain sebagai bagian dari edukasi, acara ini juga merayakan 100 tahun diperkenalkannya planetarium sebagai alat pendidikan astronomi di seluruh dunia.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaludin, menambahkan para narasumber akan menjelaskan fenomena astronomi dengan bahasa populer yang mudah dipahami masyarakat awam.

Informasi lebih lanjut mengenai peringatan 100 tahun pendidikan astronomi dapat diakses di situs resmi IAU melalui tautan berikut: 100 Hours of Astronomy.

TopikBerita
Berita03 OKT 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →
Temerodok, jajanan tradisional khas Sakra, Lombok Timur

Jejak Rasa dan Tradisi Temerodok dari Sakra

Temerodok bukan sekadar jajanan manis dari Sakra, NTT. Di balik bentuknya tersimpan jejak pertemuan budaya, tradisi sosial, dan keterampilan perajin yang kini diakui sebagai warisan budaya Indonesia.

Ridwan