Berita

Bupati Wonosobo Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal

Pelestarian warisan seni budaya lokal semakin penting, mengingat keberadaannya menjadi daya tarik yang mendukung pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor penyokong perekonomian daerah. Hal itu diungkapkan Bupati Wonosobo, Jawa Tengah Afif Nurhidayat saat membuka seminar nasional dan workshop bertajuk “Inovasi dan Konservasi Kesenian Tradisi” yang diselenggarakan Komunitas Seni Saras Swara Indonesia di Pendopo Selatan, […]

Oleh Achmad Aristyan

Bupati Wonosobo Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal
Kesenian Bunḍengan salah satu kekayaan budaya masyarakat Wonosobo yang wajib dilestarikan. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Pelestarian warisan seni budaya lokal semakin penting, mengingat keberadaannya menjadi daya tarik yang mendukung pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor penyokong perekonomian daerah.

Hal itu diungkapkan Bupati Wonosobo, Jawa Tengah Afif Nurhidayat saat membuka seminar nasional dan workshop bertajuk “Inovasi dan Konservasi Kesenian Tradisi” yang diselenggarakan Komunitas Seni Saras Swara Indonesia di Pendopo Selatan, Rabu (08/01/2025).

“Melalui seminar ini semoga ke depan mampu memotori gerakan-gerakan pelestarian kearifan lokal dan kekayaan seni budaya, melalui pendekatan-pendekatan yang inovatif. Kita ketahui bersama, bahwa Kabupaten Wonosobo memiliki kekayaan luar biasa, tidak hanya pada keindahan bentang alamnya namun juga pada khazanah kearifan lokal, seni, dan budaya yang unik. Maka sepatutnya upaya konservasi dan revitalisasi warisan seni budaya lokal dapat terus digelorakan,” ungkap Afif.

Selaras dengan itu, pelestarian warisan seni budaya lokal semakin penting, mengingat keberadaannya menjadi daya tarik yang mendukung pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor penyokong perekonomian daerah.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat membuka seminar nasional dan workshop bertajuk “Inovasi dan Konservasi Kesenian Tradisi”di Wonosobo, Rabu (08/01/2025). Foto: Infopublik.id

Mengingat Visi Kabupaten Wonosobo 2045, yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Wonosobo Tahun 2025-2045, “Kabupaten Wonosobo sebagai Pusat Agrobisnis dan Pariwisata Terkemuka di Jawa Tengah yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”

“Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional dan Workshop bertema “Inovasi dan Konservasi Kesenian Tradisi” ini, besar harapan saya para peserta akan menjadi penggerak dalam upaya konservasi dan revitalisasi seni, budaya, dan kearifan lokal di tiap-tiap wilayah di Kabupaten Wonosobo,” imbuhnya.

Afif berharap acara ini dapat menjadi penggerak dalam melestarikan kearifan lokal dan seni budaya Wonosobo, sehingga semakin dikenal luas dengan identitas Wonosobo.

Acara ini bertujuan menjadi wadah diskusi kreatif yang mendorong pelestarian seni tradisional melalui inovasi yang bermakna dan memotivasi generasi muda lebih terlibat dalam upaya tersebut.

Kegiatan ini digelar selama dua hari, untuk Sesi pertama adalah seminar yang menghadirkan empat pemateri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yaitu Zulfikar, Bayu, Merak, dan Atmaja. Dengan tema “Aktualisasi Musik Tradisi: Warisan untuk Masa Depan”, seminar ini menekankan pentingnya inovasi dalam pelestarian musik tradisi.

Zulfikar memulai dengan memaparkan pentingnya memahami musik tradisi sebagai entitas yang hidup dengan nilai-nilai filosofis yang mendalam.

“Musik tradisi bukan sekadar objek mati. Ia mengandung spirit dan sistem pengetahuan yang tetap hidup meski tidak dimainkan. Tradisi ini adalah dialog yang terus berlangsung,” jelasnya.

Sementara itu, Bayu menambahkan perspektif tentang bagaimana musik tradisi dapat bertahan di tengah arus modernisasi sambil menjaga identitas aslinya.

“Apa yang kita lakukan sekarang bisa saja menjadi tradisi di masa depan. Tantangannya, memastikan kreativitas kita tetap berakar pada tradisi, bukan menempel inovasi,” ungkapnya.

Merak kemudian menjelaskan empat teknik membuat komposisi musik yang berakar dari tradisi, yaitu penggunaan tradisi sebagai sumber penciptaan, hybrid, eksplorasi akustik, dan elektroakustik.

“Pertama, gunakan idiom-idiom tradisi sebagai ide musikal. Kedua, gabungkan unsur musikal dari berbagai gaya. Ketiga, sikapi instrumen musik sebagai sumber bunyi tanpa terikat oleh kultur aslinya. Terakhir, olah bunyi dengan rekayasa frekuensi secara elektrik,” terangnya.

Sebagai penutup sesi seminar, Atmaja menekankan pentingnya inovasi dalam produksi musik tradisi sebagai upaya pelestarian yang berkelanjutan.

“Produksi musik tradisi harus dilihat sebagai upaya membangun rantai inovasi. Kita harus mengintegrasikan konsep dengan pengetahuan dan imajinasi yang kuat untuk menghasilkan karya yang relevan dengan zaman,” ujarnya.

Dilansir dari Infopublik.id, seminar berlangsung dengan antusiasme tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan, diskusi, dan tanggapan dari para peserta.

Setelah sesi seminar, acara dilanjutkan workshop interaktif dipandu para pemateri, memberikan kesempatan bagi peserta mempraktikkan konsep-konsep yang telah dibahas dan memperdalam pemahaman mereka tentang inovasi dalam musik tradisi.

TopikBerita
Berita10 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan