Pariwisata

Cendrawasih Botak, Burung Surga dari Raja Ampat Papua

Burung cendrawasih telah lama dikenal sebagai burung yang memiliki tampilan visual menawan. Salah satu jenisnya, cendrawasih botak, bahkan dijuluki “burung surga” karena keindahannya. Burung ini pertama kali dinamai Charles Lucian Bonaparte, keponakan Kaisar Napoleon Bonaparte. Melansir dari idntimes.com, cendrawasih botak merupakan burung endemik Indonesia yang hanya dapat ditemukan di Pulau Waigeo dan Batanta, Kabupaten Raja […]

Oleh Achmad Aristyan

Cendrawasih Botak, Burung Surga dari Raja Ampat Papua
Cendrawasih botak. Foto: commons.wikimedia/JJ Harrison
Diterbitkan

Burung cendrawasih telah lama dikenal sebagai burung yang memiliki tampilan visual menawan. Salah satu jenisnya, cendrawasih botak, bahkan dijuluki “burung surga” karena keindahannya.

Burung ini pertama kali dinamai Charles Lucian Bonaparte, keponakan Kaisar Napoleon Bonaparte.

Melansir dari idntimes.com, cendrawasih botak merupakan burung endemik Indonesia yang hanya dapat ditemukan di Pulau Waigeo dan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Burung ini hidup di hutan perbukitan pada ketinggian sekira 300 meter di atas permukaan laut. Namun, karena keindahannya, burung ini kerap diincar pemburu ilegal untuk diperjualbelikan.

Ciri Khas dan Daya Tarik Cendrawasih Botak

Dalam bahasa ilmiah, cendrawasih botak dikenal sebagai Cicinnurus respublica. Burung ini berukuran relatif kecil dengan panjang tubuh sekitar 21 cm. 

Warna bulunya sangat mencolok, terutama pada burung jantan yang memiliki perpaduan warna merah dan hitam, tengkuk berwarna kuning, kaki biru, serta dua ekor melengkung berwarna ungu.

Sementara itu, burung betina memiliki tampilan yang lebih sederhana, didominasi warna cokelat dengan mahkota biru muda di bagian kepalanya. 

Salah satu daya tarik utama dari burung jantan adalah ekornya yang melengkung, yang digunakan sebagai alat untuk menarik perhatian betina. Semakin melengkung ekornya, semakin besar peluangnya untuk menarik pasangan.

Perilaku Unik dalam Menarik Pasangan

Melansir dari animalium.id, cendrawasih botak memiliki perilaku unik saat musim kawin. Burung jantan akan melakukan tarian khusus untuk menarik perhatian betina. 

Sebelum memulai tarian, burung jantan membersihkan area di sekitarnya dari dedaunan. Setelah memastikan tempatnya bersih, burung jantan akan mulai berkicau sebagai tanda memanggil betina.

Ritual kawin ini biasanya terjadi pada pagi dan sore hari selama sekitar 30 menit.

Cendrawasih jantan akan menari dengan gerakan vertikal di ranting pohon kecil sambil memamerkan keindahan bulunya, termasuk bagian dada hijau kebiruan dan ekornya yang melengkung tajam. 

Gerakan tarian ini untuk memperlihatkan setiap sisi tubuhnya agar menarik perhatian betina.

Status Konservasi dan Ancaman Kepunahan

Keberadaan cendrawasih botak mencerminkan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Namun, sayangnya, burung ini saat ini berstatus terancam punah akibat berbagai faktor, seperti kerusakan habitat hutan dan perburuan ilegal. 

Eksploitasi yang tidak bertanggung jawab membuat populasinya semakin berkurang.

Cendrawasih botak termasuk dalam kategori Least Concern bersama dengan beberapa jenis cendrawasih lainnya, seperti cendrawasih merah dan cendrawasih paradigala ekor panjang. 

Meskipun masih tergolong “risiko rendah”, status ini tetap menunjukkan bahwa populasi burung ini  perlu diperhatikan agar tidak semakin menurun.

Sebagai burung yang dilindungi, cendrawasih botak telah dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Upaya pelestarian dan perlindungan habitat sangat diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup burung Cendrawasih botak agar tetap menjadi bagian dari ekosistem yang kaya di Raja Ampat. 

TopikPariwisata
Pariwisata24 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan