Budaya

Gurihnya Soto Lamongan Bertabur Koya Pengugah Selera

Soto Lamongan merupakan salah satu hidangan khas Indonesia yang berasal dari daerah Lamongan, Jawa Timur. Hidangan ini telah menjadi favorit masyarakat dan menyebar luas ke berbagai daerah. Rasanya yang gurih dan kaya rempah menjadikan Soto ini istimewa dibandingkan soto daerah lain. Ciri Khas Berbeda Melansir dari Kompas, salah satu elemen yang membuat Soto Lamongan unik […]

Oleh Achmad Aristyan

Gurihnya Soto Lamongan Bertabur Koya Pengugah Selera
Soto Lamongan dengan taburan koya. Foto: katadata.co.id
Diterbitkan

Soto Lamongan merupakan salah satu hidangan khas Indonesia yang berasal dari daerah Lamongan, Jawa Timur. Hidangan ini telah menjadi favorit masyarakat dan menyebar luas ke berbagai daerah.

Rasanya yang gurih dan kaya rempah menjadikan Soto ini istimewa dibandingkan soto daerah lain.

Ciri Khas Berbeda

Melansir dari Kompas, salah satu elemen yang membuat Soto Lamongan unik adalah penggunaan taburan koya udang. Koya merupakan campuran kerupuk udang dan bawang putih yang ditumbuk halus, menghasilkan rasa gurih yang memperkaya cita rasa kuah soto.

Taburan koya udang ini menjadi identitas khas yang membedakan Soto Lamongan dari jenis soto lainnya di Indonesia. Selain itu, daging ayamnya disajikan dengan cara sedikit berbeda. 

Jika pada umumnya daging ayam dalam soto ayam disuwir atau disobek kecil-kecil mengikuti serat daging, maka dalam Soto Lamongan daging ayam diiris tipis-tipis. Penyajian ini memberikan tekstur yang lebih lembut dan tampilan yang menarik saat disantap bersama bahan-bahan lainnya.

Bahan dan Penyajian

Dilansir dari food.detik.com, Soto Lamongan menggunakan kuah kaldu yang kaya rempah, biasanya terbuat dari campuran bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, dan serai. Kuah yang berwarna kuning ini memiliki rasa yang gurih dan segar. 

Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan tauge, bihun, irisan telur rebus, kol, dan daun bawang. Untuk menambah kenikmatan, disediakan pelengkap seperti jeruk nipis, sambal, dan kerupuk.  

Penyajian Soto ini biasanya dalam mangkuk kecil hingga sedang, dengan nasi hangat yang sudah dicampur langsung ke dalam soto atau disajikan terpisah, sesuai selera.  

Baca juga: Sejarah Lamongan, Dari Kisah Mbah Lamong Hingga Buku Wasiat

Kuliner Nusantara

Keberadaan Soto khas ini tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia. Hal ini berkat keberadaan warung atau gerobak khas Soto Lamongan yang sering terlihat di pinggir jalan atau kawasan kuliner. 

Popularitasnya terus meningkat karena rasa yang lezat, harga yang terjangkau, dan cocok disantap kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Keanekaragaman Rasa

Soto khas masyarakat Jawa Timur ini tidak hanya menjadi makanan favorit, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Nusantara yang kaya akan keanekaragaman rasa dan budaya.

Dengan ciri khasnya, soto enak ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Lamongan dan bukti bahwa makanan tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di hati para pecinta kuliner. 

TopikBudaya
Budaya09 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan