Budaya

Kaledo Donggala, Sajian Kaki Sapi Khas Sulawesi

Kaledo, singkatan dari “Kaki Lembu Donggala”, adalah kuliner khas Sulawesi Tengah yang memiliki cita rasa unik dan menggugah selera. Meski namanya mengacu pada kaki lembu, saat ini hidangan ini lebih sering menggunakan kaki sapi sebagai bahan utama. Kaledo telah lama menjadi favorit masyarakat Kabupaten Donggal adan para wisatawan dengan keunikan rasanya yang sedikit asam, gurih […]

Oleh Achmad Aristyan

Kuliner Kaledo Donggala
Kuliner Kaledo atau Kaki Lembu Donggala. Foto: Wikipedia/Crisco 1492
Diterbitkan

Kaledo, singkatan dari “Kaki Lembu Donggala”, adalah kuliner khas Sulawesi Tengah yang memiliki cita rasa unik dan menggugah selera. Meski namanya mengacu pada kaki lembu, saat ini hidangan ini lebih sering menggunakan kaki sapi sebagai bahan utama.

Kaledo telah lama menjadi favorit masyarakat Kabupaten Donggal adan para wisatawan dengan keunikan rasanya yang sedikit asam, gurih dan menyegarkan. Melansir dari Wikipedia, keunikan kuliner tradisional ini terletak pada proses perebusannya yang lama, hingga daging kaki sapi menjadi sangat empuk dan mudah lepas dari tulangnya.

Tekstur daging yang empuk ini menjadikannya cocok bagi berbagai selera. Kuahnya pun memiliki karakter yang khas yaitu bening dan ringan tanpa tambahan santan, namun kaya akan rasa alami dari kaldu sapi yang direbus. Rasa asam yang segar dalam kaledo berasal dari tambahan buah asam mentah, yang tidak hanya memberikan rasa unik, tetapi menghdirkan cita rasa luar biasa.

Baca juga: Keunikan Sate Blora, Warisan Kuliner Leluhur

Kaya Rasa dan Manfaaf

Bumbu yang digunakan sederhana, hanya terdiri dari garam, asam, dan cabai segar, namun cukup untuk menghasilkan cita rasa yang khas dan nikmat. Salah satu daya tarik utama kaledo adalah sumsum tulang yang terdapat di dalam kaki sapi.

Sumsum ini biasanya dinikmati dengan cara disedot menggunakan sedotan atau langsung dari tulang. Selain berasa lezat, sumsum tulang juga memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti melindungi persendian, melancarkan pencernaan, juga dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes.

Kaledo biasanya disajikan dengan nasi putih atau ubi rebus sebagai pelengkap. Rasa asam, pedas, dan gurih dari kuah kaledo berpadu sempurna dengan nasi atau ubi, menciptakan hidangan yang memuaskan dan mengenyangkan. Hidangan ini juga sering disantap dengan sambal cabai.

Kehadiran kaledo tidak hanya sebagai kuliner tradisional, tetapi juga sebagai simbol budaya kuliner dari daerah Donggala, Sulawesi Tengah. Meskipun sederhana dalam bahan dan bumbu, kelezatan kaledo yang khas menjadikannya warisan kuliner yang kaya rasa dan kaya manfaat. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya11 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan