Berita

Keraton Yogyakarta Segera Jadikan GOR Kridosono Ruang Hijau

Perumda Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta resmi menyerahkan kembali aset GOR Kridosono kepada Keraton Yogyakarta. Penghageng Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi, menyatakan, pengembalian aset ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan lebih luas. “Kami akan menjadikan kawasan Kridosono sebagai kawasan hijau yang diharapkan akan mengurai kepadatan wisatawan di Kawasan Malioboro,” ungkapnya, Rabu (22/1/2025) dilansir […]

Oleh Achmad Aristyan

Keraton Yogyakarta Segera Jadikan GOR Kridosono Ruang Hijau
GOR Kridosono di Yogyakarta. Foto: Wikimedia Commons/El Legowo
Diterbitkan

Perumda Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta resmi menyerahkan kembali aset GOR Kridosono kepada Keraton Yogyakarta. Penghageng Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi, menyatakan, pengembalian aset ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan lebih luas.

 “Kami akan menjadikan kawasan Kridosono sebagai kawasan hijau yang diharapkan akan mengurai kepadatan wisatawan di Kawasan Malioboro,” ungkapnya, Rabu (22/1/2025) dilansir dari yogyakarta.kompas.com.

Visi Pengembangan Kawasan Hijau Menunjang Pedestrian  

GKR Mangkubumi, putri pertama Sri Sultan Hamengkubuwono X, menambahkan transformasi GOR Kridosono menjadi area hijau ini untuk memberikan ruang terbuka yang dapat menambah kenyamanan bagi warga dan wisatawan.

Perencanaan ini untuk mendukung keberlanjutan kawasan pedestrian di Malioboro dan Kotabaru. 

“Jadi di tengah kota tidak terlalu banyak bangunan. Namun saya belum tahu bentuknya seperti apa, tapi yang jelas akan menjadi kawasan hijau,” jelasnya lebih lanjut.

Menggabungkan Tradisi dan Keberlanjutan Lingkungan  

Penting untuk dicatat, pengembalian GOR Kridosono ini sejalan dengan upaya Keraton Yogyakarta dalam memperkenalkan konsep keberlanjutan dan pelestarian budaya di kawasan kota.

Rencana ini juga memperhatikan dampak sosial, termasuk menciptakan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat dan wisatawan. 

Seiring dengan transformasi ini, kawasan Kridosono diharapkan menjadi tempat yang tidak hanya berfungsi sebagai area hijau, tetapi juga sebagai tempat untuk berbagai kegiatan budaya dan seni.

Apresiasi dari Pemerintah Kota Yogyakarta  

Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, turut mengapresiasi langkah ini dengan mengucapkan terima kasih kepada Keraton Yogyakarta atas kepercayaan yang diberikan dalam pengelolaan GOR Kridosono. 

“Dengan pengembalian aset ini, pengelolaan GOR Kridosono sepenuhnya dilakukan Keraton Yogya,” katanya. Sugeng berharap pengelolaan yang lebih baik akan segera terwujud setelah aset ini kembali ke Keraton Yogyakarta.

Revitalisasi Kawasan Kota Yogyakarta dengan Ruang Terbuka Hijau  

Lebih lanjut, pengembalian GOR Kridosono juga merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkot Yogyakarta dan Keraton untuk menciptakan ruang publik yang ramah lingkungan di pusat kota.

Selain itu, Yogyakarta sebagai kawasan heritage dan budaya, seperti Keraton Yogyakarta, Taman Sari, dan Malioboro, kian mengarah pada keseimbangan antara perkembangan kota modern dan pelestarian lingkungan serta tradisi.

Area Hijau sebagai Solusi Keseimbangan Kota dan Alam  

Pengembalian GOR Kridosono ke Keraton Yogyakarta ini menambah daftar upaya revitalisasi kawasan yang ada di Yogyakarta, di mana keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama.

Dengan adanya rencana untuk menjadikan kawasan ini sebagai area hijau, diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih asri di tengah kota yang padat. 

Selain itu, keberadaan area hijau ini juga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan dan menikmati udara segar, sembari memperkaya kawasan wisata yang sudah terkenal dengan pesona budaya dan tradisinya.

Fasilitas Umum dan Kehidupan Sosial di Kawasan Hijau  

Tak hanya untuk tujuan estetika, pembangunan kawasan hijau di GOR Kridosono juga akan dilengkapi dengan fasilitas umum yang mendukung kegiatan masyarakat, seperti jogging track, taman bermain anak, dan area komunitas.

Bertambahnya area hijau, kota Yogyakarta dapat memenuhi standar ruang terbuka hijau (RTH) yang disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup warga, serta menjaga keberagaman hayati di tengah perkembangan urban yang pesat

TopikBerita
Berita22 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan