Cerita Rakyat

Kisah Di Balik Bunyi Batu Kenong Di Bukit Mantan Probolinggo

Di Probolinggo, Jawa Timur, terdapat sebuah batu yang dianggap sangat istimewa oleh warga setempat. Batu ini, jika dipukul, akan mengeluarkan suara yang mirip dengan bunyi kenong. Karena itu, batu ini dikenal dengan nama Batu Kenong. Batu ini terletak di perbukitan Desa Pasembon, Kecamatan Kotaanyar, Probolinggo. Batu besar dengan lebar sekira 4 meter dan tinggi 2 […]

Oleh Achmad Aristyan

Kisah Di Balik Bunyi Batu Kenong Di Bukit Mantan Probolinggo
Situs Watu Kenong di Probolinggo, batu yang mengeluarkan bunyi khas ketika dipukul. Foto: suarajatimpost.com/Armandsyah
Diterbitkan

Di Probolinggo, Jawa Timur, terdapat sebuah batu yang dianggap sangat istimewa oleh warga setempat. Batu ini, jika dipukul, akan mengeluarkan suara yang mirip dengan bunyi kenong. 

Karena itu, batu ini dikenal dengan nama Batu Kenong. Batu ini terletak di perbukitan Desa Pasembon, Kecamatan Kotaanyar, Probolinggo. Batu besar dengan lebar sekira 4 meter dan tinggi 2 meter itu dapat ditemukan di bagian selatan bukit.

Dilansir dari Detik, pada titik tertentu, jika batu dipukul dengan batu lain akan mengeluarkan bunyi ‘nong nong’ seperti bunyi kenong. Sekira 200 meter ke utara dari Batu, terdapat batu lebih kecil. 

Batu ini, jika dipukul dengan batu lain, juga mengeluarkan suara yang mirip dengan bunyi gamelan. Batu Kenong memiliki suasana yang sejuk dengan rindangnya pepohonan, dan gemericik air sungai yang mengalir dari Gunung Argopuro.

Masyarakat sekitar hingga saat ini tidak mengetahui pasti sejak kapan batu itu ada. Mahrus, sesepuh Desa Pasembon, menyebutkan bahwa meski asal usul Batu ini tidak diketahui, warga sekitar percaya bahwa batu itu sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. 

Baca juga: Legenda Pesut Mahakam dan Kisah Ibu Tiri Yang Kejam

Bukit Mantan

Menurut cerita yang beredar, kisah Batu Kenong bermula dari sebuah iring-iringan pengantin. Mahrus menceritakan bahwa pada zaman dahulu, sebuah iring-iringan pengantin melewati sebuah bukit yang kini dikenal dengan nama Bukit Mantan, yang berasal dari kata ‘kemantan’ yang berarti pengantin. 

Namun, saat iring-iringan pengantin itu melewati bukit, entah apa yang terjadi, rombongan pengantin itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.  Menurut cerita masyarakat, Batu Kenong diyakini merupakan jelmaan dari sepasang pengantin kerajaan yang menghilang saat melewati lokasi bebatuan. 

Batu besar yang ada di sana dipercaya sebagai simbol pengantin laki-laki, sementara batu yang lebih kecil dianggap sebagai simbol pengantin perempuan.

Konon, ada masyarakat setempat pada setiap malam Jumat Legi, sering terdengar suara ringkik kuda dari arah perbukitan Batu Kenong. Warga meyakini bahwa suara itu berasal dari kuda yang mengiringi rombongan pengantin yang hilang di Bukit Mantan.

Hingga kini, cerita rakyat ini masih menjadi kearifan lokal yang populer di masyarakat Probolinggo. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat18 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan