Berita

Kunjungi Patung Biawak, Bupati Wonosobo dan Nabil Muhdor Bahas Potensi Seni Budaya

Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak karya seniman lokal Rejo Arianto tak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga menginspirasi dialog lintas generasi tentang seni, budaya, dan masa depan Wonosobo. Pada Sabtu (3/5/2025), Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menerima kunjungan langsung dari kreator muda berbakat asal Jakarta, Nabil Muhdor, dalam pertemuan yang hangat dan penuh apresiasi terhadap potensi […]

Oleh Achmad Aristyan

Kunjungi Patung Biawak, Bupati Wonosobo dan Nabil Muhdor Bahas Potensi Seni Budaya
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Nabil Muhdor dan Rejo Arianto. Foto: Instagram/@afifnurhidayat1970
Diterbitkan

Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak karya seniman lokal Rejo Arianto tak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga menginspirasi dialog lintas generasi tentang seni, budaya, dan masa depan Wonosobo.

Pada Sabtu (3/5/2025), Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menerima kunjungan langsung dari kreator muda berbakat asal Jakarta, Nabil Muhdor, dalam pertemuan yang hangat dan penuh apresiasi terhadap potensi seni lokal.

“Hari ini saya kedatangan tamu istimewa, di hari yang juga istimewa, saat Wonosobo sedang berada dalam momen yang sangat spesial,” ujar Bupati Afif membuka percakapan.

Ia menambahkan, “Kota ini semakin menyala dengan kehadiran Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak, karya luar biasa dari Mas Rejo Arianto.”

Baca Juga: Melengkapi Patung Biawak, Rejo Arianto Gelar Aksi Melukis dan Lelang

Pertemuan ini sekaligus menjadi momen perkenalan langsung antara Bupati Afif dan Nabil, yang sebelumnya hanya berinteraksi melalui karya.

“Mas Nabil Muhdor, sosok kreator muda yang luar biasa, hadir langsung dari Jakarta. Kini kita menjadi teman, dan saya harap ke depannya bisa menjadi saudara,” tuturnya.

Afif juga menyampaikan harapannya agar Nabil dapat ikut serta mengeksplorasi potensi seni dan budaya di Wonosobo.

“Saya juga berharap kehadiran Mas Nabil bisa ikut membantu kami mengeksplorasi potensi seni di Wonosobo, mulai dari gaya artistik, pariwisata, dan aspek-aspek budaya lainnya,” ujarnya.

Menanggapi undangan itu, Nabil Muhdor menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan budaya Wonosobo.

“Saya benar-benar merasakan nuansa kebudayaan Wonosobo secara langsung, terutama hospitality-nya yang luar biasa. Patungnya sendiri memang luar biasa, tapi ketika datang langsung ke sini, saya merasakan banyak hal yang nggak bisa digambarkan hanya lewat gambar atau video,” ucap Nabil.

Ia menyoroti bagaimana karya seperti Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak bisa memberi dampak luas.

“Saya melihat bagaimana sebuah karya monumental seperti Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak bisa memengaruhi dua ekosistem sekaligus: ekonomi yang jadi lebih maju, dan ada keberkahan tersendiri di baliknya. Kedua, Wonosobo ini kota yang sangat menarik dan punya banyak potensi untuk dieksplorasi,” ungkapnya.

Tak lupa, ia juga mengajak masyarakat yang berkunjung agar tidak hanya berhenti pada satu karya.

“Jadi buat siapa pun yang datang ke sini, jangan hanya melihat satu karya saja. Eksplor juga budaya dan pesonanya yang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Afif pun mengundang Nabil untuk hadir kembali di Hari Jadi Kabupaten Wonosobo tahun depan.

“Nanti kita tunggu kehadiran Mas Nabil di Hari Jadi Kabupaten Wonosobo, 24 Juli 2025. Kehadiranmu pasti akan menyemarakkan hati kami. Semoga Wonosobo terus menyala, dan kita bisa menghadirkan pertunjukan yang spektakuler di tahun 2025,” kata Afif.

Baca Juga: Patung Biawak Viral dari Wonosobo Kini Dilindungi Hak Cipta

Sebagai penutup, Nabil memberikan apresiasi terhadap ekosistem seni Wonosobo.

“Kita butuh pemimpin seperti Pak Bupati dan seniman-seniman ‘gila’ seperti Mas Rejo Arianto,” ujarnya sambil tertawa.

Disambut dengan candaan hangat, Bupati Afif menyahut, “Haha, luar biasa. Masuk kategori seniman ‘gila’, ya? Tapi ini seniman yang punya karakter kuat dan nilai integritas tinggi.”

Nabil pun menegaskan kembali kekagumannya, “Itu dia yang sekarang jarang kita temui. Luar biasa. Mas Rejo seniman top yang sangat saya hormati. Sukses selalu. Terima kasih banyak.”

Nabil Muhdor dan Rejo Arianto melukis bersama di depan Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak. Foto: Instagram/@billmohdor

Dari Media Sosial ke Ruang Nyata

Momen ini sebelumnya juga telah dibagikan melalui akun Instagram @afifnurhidayat1970. Dalam unggahannya, Bupati menulis:

“Kemarin, saya berkesempatan menerima kunjungan serta mendampingi saudara Nabil Muhdor (@billmohdor), seorang kreator muda berbakat di bidang seni, yang tengah mengamati langsung fenomena Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak Wonosobo yang saat ini ramai menjadi perhatian publik.”

Pertemuan itu dilanjutkan dengan diskusi santai di Pendopo Bupati, membahas seni, kekayaan budaya, dan inovasi yang dimiliki Wonosobo.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengenalkan potensi Wonosobo kepada khalayak lebih luas, terutama melalui pendekatan kreatif anak-anak muda yang penuh inovasi,” tulis Bupati Afif.

Sementara itu, melalui akun Instagram pribadinya, Nabil Muhdor mengungkapkan rasa terima kasihnya:

“Matur nuwun sanget Pak Bupati, dan terima kasih untuk semua warga Wonosobo atas sambutan luar biasa. Saya merasa pulang ke rumah kedua. Semoga langkah kecil ini bisa jadi awal kolaborasi besar, mengangkat seni dan budaya Wonosobo lebih luas lagi.”

Baca Juga: Sejarah Patung Biawak Desa Krasak Wonosobo yang Kini Viral

Nabil juga memuji karya Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak sebagai simbol semangat seniman daerah:

“Patung Biawak Monumental Krasak Menyawak karya @studiorejoarianto bukan hanya berdiri megah di pinggir jalan, tapi juga menjadi simbol semangat dan dedikasi seniman lokal dalam berkarya untuk daerahnya.”

Dengan semangat kolaboratif yang terus tumbuh, pertemuan antara pemimpin daerah dan kreator muda ini menjadi bukti bahwa seni bisa menjadi jembatan untuk kemajuan budaya dan ekonomi lokal.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Nabil Muhdor, Rejo Arianto, beberapa seniman Wonosobo dan pengunjung lainnya berfoto di depan Patung Biawak. Foto: Instagram/@billmohdor

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan