Berita

Lima Seniman Kolektifun Hadirkan Mural di WTF Vol 10

Wonosobo Trifting Festival (WTF) ke-10 yang berlangsung pada 14–16 Maret lalu menghadirkan berbagai aktivitas kreatif, salah satunya mural dan grafiti hasil karya komunitas seniman lukis Kolektifun. Lima seniman dari komunitas ini, yaitu GDP Project, VKDWEE, NOTDROP, SICKMARE, MORBIDRAWK, menampilkan karya-karya yang menggambarkan suasana festival dengan nuansa penuh keceriaan. Mural Bertema Suasana WTF Vol 10 Glory […]

Oleh Achmad Aristyan

Lima Seniman Kolektifun Hadirkan Mural di WTF Vol 10
Mural hasil karya seniman dari komunitas Kolektifun di acara Wonosobo Trifting Festival (WTF) ke-10. Foto: Kolektifun
Diterbitkan

Wonosobo Trifting Festival (WTF) ke-10 yang berlangsung pada 14–16 Maret lalu menghadirkan berbagai aktivitas kreatif, salah satunya mural dan grafiti hasil karya komunitas seniman lukis Kolektifun.

Lima seniman dari komunitas ini, yaitu GDP Project, VKDWEE, NOTDROP, SICKMARE, MORBIDRAWK, menampilkan karya-karya yang menggambarkan suasana festival dengan nuansa penuh keceriaan.

Mural Bertema Suasana WTF Vol 10

Glory Deo Priambada, perwakilan dari GDP Project, mengungkapkan bahwa mereka menyesuaikan konsep mural dengan atmosfer festival yang dipenuhi berbagai komunitas.

“Kami ingin menangkap esensi dari festival ini. Salah satu gambar yang saya buat adalah seseorang bermain skateboard sambil membawa kepingan uang, yang menggambarkan antusiasme pengunjung untuk menikmati berbagai hal di WTF,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Wonosobo Kerahkan 350 Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2025

Selain itu, SICKMARE juga melukiskan sosok anak-anak yang sedang bermain skateboard, sementara MORBIDRAWK membuat tulisan grafiti “WTF Vol 10 Pekan Ceria”.

Sementara itu, VKDWEE dan NOTDROP menggambarkan pengunjung dan suasana festival dengan warna-warna ceria.

Tantangan dan Eksekusi di Tengah Hujan

Para seniman memulai proses melukis pada 15 Maret, tetapi sempat terkendala cuaca.

Glory Deo Priambada menjelaskan bahwa hujan yang turun cukup sering membuat mereka harus menyesuaikan strategi pengerjaan.

“Kami mulai melukis tanggal 15, tapi hujan terus. Akhirnya baru bisa diselesaikan di tanggal 16,” jelasnya.

Mural dibuat di atas papan triplek menggunakan kuas dan cat akrilik.

Para seniman Kolektifun yang terlibat dalam pengerjaan Mural Bertema Suasana WTF Vol 10. Foto: Kolektifun

Nasib Mural dan Harapan ke Depan

Setelah festival berakhir, mural yang telah dibuat diserahkan kepada panitia penyelenggara WTF.

Selain berpartisipasi dalam mural, Kolektifun juga membuka stand di WTF yang menjual berbagai merchandise seni, seperti stiker, art print, jaket lukis, kaos, dan buku.

Glory Deo Priambada berharap kegiatan seni di Wonosobo semakin mendapat apresiasi dan dukungan.

“Kami ingin seni rupa semakin berkembang di Wonosobo. Kami juga terbuka untuk kolaborasi dengan komunitas lain yang ingin bekerja sama dalam proyek mural atau seni lainnya,” tuturnya.

Baca Juga: Cerutu Swating, Inovasi Berkelas dari Tembakau Khas Tieng

Bagi yang ingin berkolaborasi dengan Kolektifun, dapat menghubungi mereka melalui Instagram @kolektifun.wsb.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan