Berada di kompleks masjid Al-Manshur Wonosobo, terdapat makam Kyai Walik. Sosok Kyai Walik sendiri merupakan ulama yang memiliki peranan penting dalam penyebaran agama Islam dan penataan pemerintahan Wonosobo.
Masji Almashur terletak di Jl. masjid no. 13 Kauman Utara, Wonosobo, Jawa Tengah. Terletak persis di belakang masjid, terdapat sebuah makam yang hingga kini masih ramai dikunjungi para peziarah.
Sebenarnya, keberadaan sebuah “kijing” di belakang Masjid Al-Manshur telah lama menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat. Beberapa meyakini bahwa itu adalah makam Mbah Kiai Walik. Sementara yang lain menganggapnya sebagai petilasan atau tempat bertafakur, bukan makam sesungguhnya, meskipun bentuknya menyerupai kuburan.
Tentang Kyai Walik
Nama asli Kiai Walik sendiri masih menjadi perdebatan. Beberapa sumber mengatakan bernama Utsman, Abdul Hakam, atau bahkan Abdul Kholiq. Nama Nama “Walik” adalah mencerminkan perjuangannya dalam membalik keadaan dari kegelapan menuju cahaya Islam.
“Kalau Kyai Walik itu salah satu dari tiga tokoh utama dalam perintisan Kabupaten Wonosobo, bersama Kyai Kolodete dan Kyai Karim. Kyai Walik sendiri bertindak sebagai perancang kota Wonosobo.” Jelas Haqqi El Anshory budayawan dan juga humas Masjid Al-Mashur.
Menurut pengantar mengenai Al Mashur, diketahui dalam perjalanan dakwahnya, Kyai Walik datang ke Jawa untuk menemui dan kemungkinan berguru kepada Sunan Kudus. Setelah empat tahun di Kudus, bersama Sunan Kalijaga berdakwah ke wilayah selatan Jawa Tengah.
Sunan Kalijaga menuju Yogyakarta, sementara Kiai Walik ke Wonosobo. Ada pula versi yang menyebutkan bahwa ia berasal dari Sumatera dan hanya meninggalkan petilasan di Kauman. Sementara makam aslinya berada di Dieng, yang disembunyikan dari pengetahuan umum.
Baca juga: Wisata Religi Menengok Jam Matahari di Masjid Al-Manshur
Peziarah Makam Kyai Walik
Keunikan makam Kyai Walik terletak pada keberagaman peziarah yang datang. Tidak hanya umat Islam, tetapi juga pemeluk agama lain, termasuk kejawen dan etnis Tionghoa. Para peziarah dulunya banyak yang datang sambil membawa makanan dan membakar kemenyan.
Selain dari Wonosobo, para peziarah datang dari luar kota. Banyak juga yang setelah mengikuti pengajian tiap hari Sabtu di Masjid Al Manshur, masyarakat berziarah ke makam Kyai Walik. Peziarah biasanya membaca yasinan dilanjutkan berdoa.
Sosok Kyai Walik sangat dihormati masyarakat. Banyak peziarah yang datang ke makamnya dengan keyakinan bahwa berdoa di sana akan mendatangkan berkah. Hingga kini, sosok Kiai Walik tetap hidup dalam ingatan masyarakat.
Tidak hanya sebagai tokoh spiritual, tetapi juga sebagai perintis dan pemimpin yang membawa perubahan bagi Wonosobo.