Pariwisata

Mencicipi Kopi Berkualitas Di Agrowisata Kayumas

Bila Anda merasa bosan beriwisata dengan lokasi yang biasa, Anda harus pernah mencoba berekreasi ke Agrowisata Kayumas. Berlokasi di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Agrowisata ini merupakan salah satu destinasi wisata edukasi. Terkenal sebagai perkebunan kopi yang dikelola PTPN XII, Agrowisata Kayumas memberikan paduan antara pesona alam dan wisata agro (suatu objek wisata […]

Oleh Achmad Aristyan

Mencicipi Kopi Berkualitas Di Agrowisata Kayumas
PTPN XII, Agrowisata Kayumas di Situbondo yang bisa dikunjungi untuk berwisata edukasi sekaligus melihat keindahan alam. Foto: pariwisata.situbondokab.go.id
Diterbitkan

Bila Anda merasa bosan beriwisata dengan lokasi yang biasa, Anda harus pernah mencoba berekreasi ke Agrowisata Kayumas. Berlokasi di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Agrowisata ini merupakan salah satu destinasi wisata edukasi.

Terkenal sebagai perkebunan kopi yang dikelola PTPN XII, Agrowisata Kayumas memberikan paduan antara pesona alam dan wisata agro (suatu objek wisata yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan rekreasi di bidang pertanian).

Dengan ketinggian 1.300 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), suhu udara di Agrowisata Kayumas sangat sejuk, menjadikannya tempat yang ideal untuk menikmati alam sambil menikmati segelas kopi istimewa.

Dilansir dari pariwisata.situbondokab.go.id, untuk mencapai Agrowisata Kayumas harus menempuh perjalanan sekira 70 kilometer dari Kota Situbondo. Namun, perjalanan menuju Kayumas akan menjadi pengalaman yang menyenangkan karena harus melintasi jalanan off-road. 

Begitu memasuki afdeling Plampang, suasana berubah menjadi jalan desa yang alami, dengan kehidupan sosial masyarakat yang ramah. Keindahan alam sekitar, yang berupa gunung, lembah, dan panorama yang eksotis, membuat perjalanan ke Agrowisata Kayumas terasa semakin memikat.

Baca juga: Liburan Edukatif di Agrowisata Bunga Krisan Kulon Progo

Kopi Dunia

Salah satu daya tarik utama Agrowisata Kayumas adalah hasil perkebunannya, terutama kopi. Perkebunan ini dikenal dengan produk kopi arabica berkualitas tinggi, termasuk kopi luwak dan jenis kopi arabica maragogype yang diminati pasar Eropa. 

Kopi luwak, yang terkenal dengan proses uniknya, pertama kali dikonsumsi para pekerja rodi pada masa kolonial Belanda. Para petani saat itu tidak diperbolehkan menikmati hasil perkebunan mereka sendiri, sehingga mereka menemukan cara tak lazim untuk mengolah biji kopi dari feses luwak. 

Setelah dicuci dan disangrai, biji kopi ini menghasilkan rasa dan aroma yang khas, yang membedakannya dari kopi biasa. Seiring berjalannya waktu, kopi luwak ini semakin populer dan kini dipasarkan hingga ke luar negeri.

Belajar Bertani

Agrowisata Kayumas juga menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Di sini dapat menikmati panorama gunung yang menakjubkan, air terjun yang menyegarkan, bukit tanah merah yang unik, serta lembah-lembah indah yang eksotis. 

Selain itu, kawasan ini juga merupakan pusat pertanian dengan hasil yang beragam, seperti kopi, jeruk, cengkeh, porang, tembakau, jahe, serta ternak madu yang semakin melengkapi potensi wisata  ini.

Berwisata di Kayumas tidak hanya memberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga memberikan pengalaman belajar tentang proses pertanian kopi. Disini dapat disaksikan langsung proses budidaya kopi, mulai dari pemeliharaan pohon kopi hingga proses pengolahan biji kopi yang unik. 

Baca juga: Mengangkat Pamor Kopi Papua Hingga Mendunia

Selain itu, berbagai produk olahan kopi, seperti kopi luwak, yang terkenal dengan cita rasanya yang khas juga bisa dinikmati di sini. Agrowisata ini juga memberikan pengalaman autentik dengan menyuguhkan suasana alam yang alami dan sejuk. 

Agrowisata Kayumas menawarkan fasilitas yang mendukung kenyamanan termasuk tempat parkir yang luas dan jalur jalan setapak yang memudahkan untuk menjelajahi area perkebunan. Akses ke Agrowisata Kayumas cukup mudah, meskipun

Destinasi wisata ini menjadi pilihan menaruk Anda untuk belajar tentang pertanian kopi sekaligus menikmati keindahan alam Jawa Timur yang memukau. (Dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata23 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan