Warisan Budaya

Tradisi dan Seni Warnai Hari Jadi ke-209 Desa Blambangan

Ribuan warga memadati Lapangan Minakjingga, Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, dalam International Minakjingga Heritage Festival 2026, Sabtu (19/9/2026). Festival yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Desa Blambangan ke-209 itu menghadirkan kirab, tradisi rebutan gunungan hasil bumi, atraksi balon udara hingga tarian kolosal. Perayaan tersebut menjadi penyelenggaraan ketiga International Minakjingga Heritage Festival yang digelar di Blambangan. […]

Oleh Narendra

Tradisi dan Seni Warnai Hari Jadi ke-209 Desa Blambangan
Penampilan tarian kolosal Rampak Minakjingga dalam rangkaian International Minakjingga Heritage Festival 2026 di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara.
Diterbitkan

Ribuan warga memadati Lapangan Minakjingga, Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, dalam International Minakjingga Heritage Festival 2026, Sabtu (19/9/2026). Festival yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Desa Blambangan ke-209 itu menghadirkan kirab, tradisi rebutan gunungan hasil bumi, atraksi balon udara hingga tarian kolosal.

Perayaan tersebut menjadi penyelenggaraan ketiga International Minakjingga Heritage Festival yang digelar di Blambangan. Selain menjadi ruang perayaan masyarakat, festival membawa misi pelestarian tradisi dan penguatan potensi pariwisata desa.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang melibatkan masyarakat tersebut. Menurut dia, perjalanan Blambangan hingga berusia 209 tahun menunjukkan perkembangan desa dalam mengelola potensi budaya, kreativitas, dan pariwisata.

“Event Hari Jadi Blambangan ini bisa kita jadikan sebagai event tingkat kabupaten, bahkan kita usulkan agar ke depan bisa masuk ke jajaran event nasional yang lebih besar seperti Kharisma Event Nusantara (KEN),” kata Tursiman.

Minakjingga Heritage Festival Diusulkan Masuk KEN

Tursiman menilai Blambangan telah berkembang sebagai desa kreatif, desa budaya, sekaligus desa wisata yang memberikan dampak bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

“Semoga ke depan Desa Blambangan tambah maju, mandiri serta warganya makin guyub rukun dan sejahtera,” ujarnya. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan kegiatan sekaligus membuka ruang lebih besar bagi potensi lokal.

Usulan agar festival masuk Kharisma Event Nusantara menjadi salah satu arah pengembangan yang disampaikan pemerintah daerah. Jika nantinya diajukan, festival tersebut harus mengikuti proses dan ketentuan yang berlaku untuk dapat menjadi bagian dari agenda tersebut.

Hari Jadi Berakar dari Sejarah Desa

Kepala Desa Blambangan, Sukisno, mengatakan peringatan hari jadi desa berakar dari sejarah kepemimpinan Dipasura sejak 19 September 1817. Perjalanan itu menjadi bagian dari sejarah yang kembali diingat masyarakat ketika Blambangan memperingati usia ke-209.

Menurut Sukisno, peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut digunakan untuk merefleksikan perjalanan desa sekaligus mempertahankan semangat kebersamaan, pelestarian tradisi, dan kearifan lokal.

“Acara ini menjadi upaya meneguhkan kembali jati diri desa yang menjunjung tinggi nilai luhur budaya, persaudaraan dan gotong royong,” katanya. Keterlibatan warga dalam rangkaian festival menjadi bagian penting dari perayaan tersebut.

Gunungan Hasil Bumi Jadi Tradisi Kerakyatan

Ketua Panitia International Minakjingga Heritage Festival 2026, Al Mutaqin, mengatakan festival tahun ini diisi dengan beragam atraksi. Kirab dan tradisi kerakyatan berupa rebutan gunungan hasil bumi menjadi salah satu rangkaian yang menarik perhatian warga.

Masyarakat tampak berkerumun di sekitar gunungan yang disusun dari berbagai hasil bumi sebelum mengikuti tradisi rebutan. Suasana tersebut menjadi salah satu bagian dari kemeriahan peringatan Hari Jadi Desa Blambangan.

Gunungan hasil bumi sekaligus menghadirkan unsur kehidupan masyarakat desa ke tengah perayaan. Hasil pertanian yang sehari-hari dekat dengan kehidupan warga ditempatkan sebagai bagian dari tradisi yang dipertahankan dalam festival.

Selain kirab dan gunungan, panitia juga menggelar Minakjingga Balon Fest. Atraksi balon udara warna-warni tersebut dapat disaksikan pengunjung di Lapangan Minakjingga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Rampak Minakjingga Libatkan Warga

Nuansa kesenian semakin terasa melalui flashmob tarian kolosal Rampak Minakjingga bertajuk Manunggaling Swara Nata Menggala. Pertunjukan tersebut melibatkan warga serta para tamu undangan yang hadir dalam festival.

Para peserta tampil mengenakan kostum dan membawa properti pertunjukan dalam tarian yang digelar secara massal. Kehadiran masyarakat sebagai bagian dari pertunjukan membuat perayaan tidak hanya menempatkan warga sebagai penonton.

Warga mengikuti tradisi rebutan gunungan hasil bumi dalam rangkaian International Minakjingga Heritage Festival 2026 di Lapangan Minakjingga, Desa Blambangan.

Keterlibatan tersebut juga memperlihatkan peran festival sebagai ruang bagi seni untuk tetap dipertunjukkan di tengah masyarakat. Seni tradisi memperoleh kesempatan bertemu dengan penonton secara langsung melalui kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan desa.

Festival kemudian menjadi ruang yang mempertemukan unsur sejarah, seni, tradisi, dan partisipasi masyarakat. Keempat unsur itu menjadi bagian dari upaya Blambangan memperkenalkan identitas desanya kepada pengunjung.

Budaya dan Pariwisata Bertemu di Blambangan

Penyelenggaraan International Minakjingga Heritage Festival juga diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Blambangan sebagai desa wisata. Kehadiran pengunjung dalam festival membuka kesempatan bagi potensi budaya dan ekonomi kreatif setempat untuk dikenal lebih luas.

Pengembangan pariwisata berbasis budaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan di wilayahnya. Tradisi, pertunjukan seni, hingga hasil bumi dapat menjadi bagian dari pengalaman yang ditemui pengunjung ketika datang ke desa.

Penyelenggaraan festival untuk ketiga kalinya menunjukkan upaya masyarakat mempertahankan kegiatan tersebut secara berkelanjutan. Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas manfaat festival tanpa menghilangkan tradisi yang menjadi bagian dari identitas Blambangan.

Rangkaian International Minakjingga Heritage Festival 2026 juga tidak berhenti pada kegiatan siang hari. Panitia menjadwalkan pementasan seni dan budaya untuk melanjutkan kemeriahan hingga malam.

“Rangkaian acara ini juga dijadwalkan berlanjut hingga malam hari dengan sajian pementasan seni dan budaya,” kata Al Mutaqin. Perayaan Hari Jadi ke-209 pun menjadi ruang bagi warga Blambangan untuk kembali bertemu melalui tradisi, kesenian, dan sejarah yang tumbuh bersama perjalanan desa.

Tentang Penulis

ADVERTISEMENT