Pariwisata

Panorama Wisata Batu Jato Sekadau Kalimantan Barat

Wisata Batu Jato Sekadau merupakan sebuah objek wisata alam yang terletak di sepanjang sungai di Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Di lokasi ini, Anda akan menemukan ribuan bongkahan batu yang indah, di mana aliran air yang cukup deras mengalir di antara celah-celah bebatuan. Salah satu daya tarik utama di wisata ini […]

Oleh Achmad Aristyan

Panorama Wisata Batu Jato Sekadau Kalimantan Barat
Keindahan Wisata Batu Jato Sekadau di Kalimantan Barat. Foto: pancurajipost.com
Diterbitkan

Wisata Batu Jato Sekadau merupakan sebuah objek wisata alam yang terletak di sepanjang sungai di Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Di lokasi ini, Anda akan menemukan ribuan bongkahan batu yang indah, di mana aliran air yang cukup deras mengalir di antara celah-celah bebatuan. Salah satu daya tarik utama di wisata ini adalah riam atau air terjun yang bisa Anda nikmati sambil berfoto. 

Akses menuju lokasi ini telah diperbaiki dan diaspal, meski jalan yang tersedia cukup sempit. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari kunjungan pada akhir pekan, karena jalan yang mulus bisa menjadi sangat macet, mirip dengan situasi di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kendaraan roda dua dan empat dapat digunakan untuk mencapai lokasi ini. 

Dari Kota Sekadau atau Bundaran Tugu PKK, jarak menuju Batu Jato adalah sekira 52,2 kilometer, yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 30 menit. Dari Simpang Desa Pantok, jaraknya hanya 9,9 kilometer. Jika Anda berangkat dari Kota Sekadau menuju SDN 22 Pantok, Anda akan menempuh jarak sekitar 51,2 kilometer, yang membutuhkan waktu 1 jam 19 menit. Setelah itu, Anda hanya perlu berkendara sejauh 1 kilometer lagi, atau sekitar 5 menit, untuk tiba di Wisata Batu Jato Sekadau.

Baca juga: Bundaran 1001 AI Singkawang, Simbol Kerukunan Di Kalbar

Keindahan alam di lokasi wisata ini masih terjaga dengan baik. Destinasi ini menjadi favorit masyarakat Sekadau, terutama saat liburan, seperti Tahun Baru atau acara keagamaan. Air yang mengalir di sini sangat jernih dan segar, bersumber dari mata air di perbukitan.

Hamparan batu besar yang menghiasi aliran sungai semakin menambah pesona saat berkunjung ke Wisata Batu Jato. Selain itu, akses jalan menuju tempat ini lebih mudah dibandingkan dengan objek wisata alam lainnya, dan biaya masuk yang sangat terjangkau membuatnya menjadi pilihan populer untuk berlibur.

Pada saat perayaan Tahun Baru, jumlah pengunjung meningkat pesat, sehingga antrian tidak dapat dihindari. Wisata Batu Jato juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti kantin dan toilet, yang menjadikan pengalaman liburan bersama keluarga atau sahabat semakin nyaman.

Di Wisata Batu Jato, panorama bebatuan yang dikelilingi air jernih dari perbukitan menambah daya tarik bagi para pengunjung yang ingin berfoto, termasuk model atau pasangan yang ingin mengabadikan momen pra-pernikahan. Konsep alam yang diusung membuat suasana pemotretan semakin seru dengan efek air yang mengalir dan gundukan bebatuan yang menawan.

Baca juga: Tradisi Tolak Bala Robo-Robo, Warisan Leluhur Kalimantan Barat

Air yang jernih ini menggoda siapa pun untuk mandi dan merasakan kesegaran dari air perbukitan. Kejernihan air juga memudahkan pengunjung untuk melihat dasar bebatuan dan pasir yang terletak di bawah permukaan.

Wisata Batu Jato Sekadau juga menyediakan berbagai menu makanan ringan dan minuman bagi pengunjung yang tidak membawa bekal. Selain itu, hasil anyaman masyarakat setempat juga dipamerkan dan dijual di lokasi wisata.

Pengunjung dapat menikmati Batu Jato dengan menyeberangi jembatan gantung yang terbuat dari kayu dan tali besi. Sensasi goyang saat melintasi jembatan ini menambah pengalaman seru, dan Anda juga dapat berfoto dengan latar belakang deretan bebatuan yang indah di bawahnya. Tarif masuk ke Wisata Batu Jato Sekadau adalah sekitar Rp 10.000 per orang.

Wisata Batu Jato dilengkapi dengan toilet dan ruang ganti yang terjaga kebersihannya. Terdapat pula warung makanan dan minuman serta penjual souvenir khas Nanga Taman yang dapat Anda beli sebagai cendera mata.

Wisata Batu Jato dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak. Namun, disarankan untuk memilih lokasi bebatuan yang tidak terlalu ekstrem. Anda dapat mengawasi anak-anak Anda bermain sambil menikmati suara gemericik air yang jernih. (Sumber: pancurajipost.com)

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan