Berita

Pemkab Wonosobo Perkuat Digitalisasi Administrasi dengan TNDE dan SRIKANDI

Pemerintah Kabupaten Wonosobo semakin serius dalam menerapkan digitalisasi administrasi. Hal ini ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Komitmen Penerapan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) serta pengelolaan arsip melalui Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), yang berlangsung di Ruang Mangunkusuma Setda pada Kamis (6/3/2025). Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, yang menegaskan […]

Oleh Achmad Aristyan

Pemkab Wonosobo Perkuat Digitalisasi Administrasi dengan TNDE dan SRIKANDI
Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein. Foto: Instagram/@prokompimwsb
Diterbitkan

Pemerintah Kabupaten Wonosobo semakin serius dalam menerapkan digitalisasi administrasi.

Hal ini ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Komitmen Penerapan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) serta pengelolaan arsip melalui Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), yang berlangsung di Ruang Mangunkusuma Setda pada Kamis (6/3/2025).

Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, yang menegaskan bahwa penerapan TNDE dan SRIKANDI menjadi solusi nyata dalam menghadapi akselerasi teknologi informasi.

“Penerapan Tata Naskah Dinas Elektronik dan pengelolaan arsip melalui Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas administrasi pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan aplikasi SRIKANDI juga memiliki dampak positif terhadap efisiensi anggaran.

Baca Juga: Kang Dwi, Seniman dari Giyanti yang Berjuang Menghidupi Kesenian Wonosobo

Dengan sistem digital, penggunaan kertas dan alat tulis kantor dapat ditekan, sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat biaya operasional.

“Saya berharap sistem ini bisa dioptimalkan di seluruh perangkat daerah agar tata kelola persuratan dan kearsipan lebih modern dan terintegrasi,” tambah Husein.

Kendala dalam Implementasi SRIKANDI

Meski penerapan TNDE dan SRIKANDI sudah dimulai sejak 1 Februari 2024, Kepala Bagian Organisasi Setda Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim Kurniawan, mengungkapkan bahwa sistem ini masih mengalami kendala teknis.

Peralihan dari SRIKANDI versi 2 ke versi 3 yang dimulai pada 17 Februari 2024 menyebabkan beberapa gangguan, termasuk lambatnya akses menu dalam aplikasi dan serangan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang sempat membuat layanan SRIKANDI tidak dapat diakses.

Baca Juga: Peci Sobo Al-Masykur, Inovasi Peci Tahan Air dari Wonosobo

Untuk mengatasi hal ini, bimbingan teknis menghadirkan narasumber dari Jakarta guna meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah dalam mengoperasikan sistem.

“Dengan adanya sistem ini, administrasi pemerintahan menjadi lebih cepat dan hemat biaya, terutama dalam pengelolaan dokumen dan arsip,” jelas Zulfa.

Peningkatan Penggunaan SRIKANDI di Perangkat Daerah

Meskipun masih ada tantangan dalam implementasinya, penggunaan SRIKANDI di berbagai perangkat daerah terus meningkat.

Hingga Oktober 2024, jumlah naskah dinas yang dikeluarkan melalui sistem ini cukup signifikan.

Berikut data beberapa instansi yang sudah menerapkan SRIKANDI dalam administrasinya:

  • Sekretariat Daerah: 115 naskah keluar
  • Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora): 702 naskah keluar
  • Dinas Kesehatan (Dinkes): 20 naskah keluar
  • Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda): 253 naskah keluar
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud): 37 naskah keluar
  • Puskesmas Kalikajar: 71 naskah keluar

Angka ini menunjukkan bahwa penggunaan SRIKANDI semakin diterapkan di berbagai sektor pemerintahan di Wonosobo.

Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Komitmen Penerapan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) serta pengelolaan arsip melalui Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI). Foto: Instagram/@prokompimwsb

Harapan untuk Optimalisasi Sistem Digitalisasi

Zulfa menegaskan bahwa Pemkab Wonosobo akan terus menyempurnakan penerapan TNDE melalui SRIKANDI agar berjalan lebih maksimal.

Baca Juga: Satgas TMMD di Sapuran Lembur Malam Bangun Jalan Demi Warga

“Ke depan, kita akan terus berupaya agar sistem ini benar-benar memberikan manfaat besar bagi tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan transparan di Kabupaten Wonosobo,” pungkasnya.

Dengan komitmen yang kuat dan sinergi antara seluruh perangkat daerah, diharapkan digitalisasi administrasi di Wonosobo dapat semakin optimal, membawa efisiensi dalam layanan publik, serta memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan