Tradisi

Perbedaan Proses Pernikahan Adat Baduy Luar dan Baduy Dalam

Suku Baduy dikenal sebagai masyarakat adat yang teguh dalam menjaga tradisi leluhur mereka. Berada di Kabupaten Lebak, Banten, suku ini terbagi dua kelompok yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Kedua kelompok ini memiliki aturan ketat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pernikahan. Proses pernikahan mereka memiliki syarat dan tata cara khusus yang diwariskan turun-temurun. Tahapan Lamaran […]

Oleh Achmad Aristyan

Perbedaan Proses Pernikahan Adat Baduy Luar dan Baduy Dalam
Pasangan mempelai pernikahan Suku Baduy. Foto: depok.inews.id
Diterbitkan

Suku Baduy dikenal sebagai masyarakat adat yang teguh dalam menjaga tradisi leluhur mereka. Berada di Kabupaten Lebak, Banten, suku ini terbagi dua kelompok yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. 

Kedua kelompok ini memiliki aturan ketat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pernikahan. Proses pernikahan mereka memiliki syarat dan tata cara khusus yang diwariskan turun-temurun.  

Tahapan Lamaran dalam Pernikahan Baduy  

Melansir dari kanal YouTube Ayi Astaman, sebelum upacara pernikahan berlangsung, terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan calon mempelai laki-laki.

Tahapan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap adat serta simbol keseriusan dalam mempersunting calon istri.  

  1. Melapor ke Pu’un (Kepala Adat): calon pengantin laki-laki bersama keluarganya wajib melapor kepada Pu’un atau kepala adat. Dalam prosesi ini, mereka membawa daun sirih, pinang, dan gambir sebagai tanda kesungguhan dalam melamar calon mempelai wanita.  
  2. Membawa Mas Kawin Berupa Cincin: setelah mendapat izin dari Pu’un, calon pengantin pria harus membawa cincin dari baja putih sebagai mas kawin. Cincin ini memiliki makna khusus dalam adat Baduy sebagai simbol ketulusan dan keteguhan dalam membangun rumah tangga.  
  3. Menyediakan Perlengkapan Rumah Tangga: sebagai bagian dari prosesi lamaran, calon pengantin laki-laki juga wajib membawa alat rumah tangga dan pakaian untuk calon istrinya. Hal ini menunjukkan kesiapan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.  

Baca juga: Sikap Masyarakat Baduy Hadapi Modernisasi dan Teknologi

Waktu dan Prosesi Pernikahan  

Dilansir dari megatrust.co.id, pernikahan dalam adat Baduy hanya boleh diselenggarakan pada bulan kelima, keenam, dan ketujuh dalam kalender adat mereka. 

Aturan ini merupakan bagian dari pikukuh, yaitu ketentuan adat yang telah diwariskan leluhur dan harus ditaati seluruh masyarakat Baduy.

Prosesi pernikahan sendiri memiliki perbedaan antara Baduy Dalam dan Baduy Luar, terutama dalam pelaksanaan ijab kabul:  

  1. Baduy Luar: Masyarakat Baduy Luar melaksanakan ijab kabul sebanyak dua kali. Pertama, mereka melakukan ijab kabul secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) sesuai dengan hukum negara. Setelah itu, mereka akan mengulang prosesi ijab kabul dalam upacara adat yang dipimpin Naib atau penghulu setempat.
  1. Baduy Dalam: Berbeda dengan Baduy Luar, masyarakat Baduy Dalam hanya melakukan ijab kabul sekali saja, yaitu dalam upacara adat yang sakral sesuai dengan ajaran Sunda Wiwitan. Mereka tidak terikat pada ketentuan negara dalam hal pernikahan, melainkan mengikuti aturan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. 

Kesakralan Tradisi Pernikahan Suku Baduy  

Pernikahan dalam masyarakat Baduy bukan sekadar penyatuan dua individu, tetapi juga bagian dari pelestarian adat dan budaya mereka.

Kesederhanaan dalam prosesi pernikahan mencerminkan prinsip hidup suku Baduy yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan ketaatan terhadap tradisi. (Dari berbagai sumber)

TopikTradisi
Tradisi10 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan