Berita

Respons Cepat TNI dan Warga Kertek Amankan Jembatan dari Longsor

Respons cepat ditunjukkan jajaran TNI, Pemerintah Desa, dan relawan dalam menghadapi ancaman longsor yang mengancam keberadaan jembatan penghubung di Dusun Kali Suren, Desa Suren Gede, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah. Jumat pagi (2/5/2025), aksi karya bakti serentak dilakukan guna memperkuat tebing di sekitar Jembatan Kali Made yang nyaris tergerus material longsor. Kegiatan penanggulangan yang dimulai […]

Oleh Achmad Aristyan

Respons Cepat TNI dan Warga Kertek Amankan Jembatan dari Longsor
Pembersihan dan penguatan dasar tanah guna mencegah kerusakan lebih parah di jembatan penghubung di Dusun Kali Suren, Desa Suren Gede, Kecamatan Kertek, Wonosobo. Foto: Instagram/@kodim_0707_wonosobo
Diterbitkan

Respons cepat ditunjukkan jajaran TNI, Pemerintah Desa, dan relawan dalam menghadapi ancaman longsor yang mengancam keberadaan jembatan penghubung di Dusun Kali Suren, Desa Suren Gede, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah.

Jumat pagi (2/5/2025), aksi karya bakti serentak dilakukan guna memperkuat tebing di sekitar Jembatan Kali Made yang nyaris tergerus material longsor.

Kegiatan penanggulangan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini melibatkan sejumlah unsur, mulai dari personel TNI dari Kodim 0707/Wonosobo, perangkat desa, hingga relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Mereka bersama-sama melakukan pembersihan dan penguatan dasar tanah guna mencegah kerusakan lebih parah.

Baca Juga: Pemkab Wonosobo Targetkan Rp1,8 Miliar Bulan Dana PMI 2025, untuk Kegiatan Kemanusiaan

Serma Fafan Efendi selaku Bati Komsos Kodim 0707/Wonosobo, yang hadir langsung memimpin di lapangan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami siap membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Sinergi dengan berbagai pihak ini sangat penting agar penanganan dapat berjalan efektif,” ujarnya kepada awak media.

Menurut pantauan di lokasi, area sekitar jembatan mengalami pengikisan tanah yang cukup serius akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.

Jika tidak segera ditangani, jembatan vital yang menjadi akses utama warga ini dikhawatirkan bisa mengalami kerusakan struktural.

Jajaran TNI, Pemerintah Desa, dan relawan bergotong royong memperkuat tebing di sekitar Jembatan Kali Made. Foto: Instagram/@kodim_0707_wonosobo

Kepala Desa Suren Gede, H. Sukamto, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan aksi nyata dari para aparat TNI dan relawan.

Ia menyebut, keterlibatan lintas sektor ini sangat membantu masyarakat dalam merespons ancaman bencana secara cepat.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan bantuan dari Bapak TNI dan para relawan BPBD. Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas warga, sehingga penanganan longsor ini menjadi prioritas,” ujar Sukamto saat mendampingi kegiatan.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional dan Satgas PHK dalam Peringatan May Day 2025

Selain membersihkan timbunan longsoran, tim juga melakukan penguatan sederhana pada tebing dengan material lokal yang tersedia, sembari menunggu upaya lanjutan dari instansi terkait untuk penanganan permanen.

Aksi gerak cepat ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi potensi bencana di daerah.

Masyarakat pun berharap kegiatan semacam ini bisa terus digalakkan di wilayah rawan lainnya di Wonosobo.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan