Pariwisata

Segarnya Berenang di Mata Air Cikandung, Sumedang

Mata Air Cikandung, yang terletak di Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjadi salah satu destinasi pilihan bagi para penggemar wisata air. Pengunjung disuguhkan keindahan alam dan kesegaran alami dari mata air dari kaki Gunung Tampomas. Dikutip dari laman sumedangkab.go.id, objek wisata ini, mereka dapat merasakan kejernihan dan kesegaran air di kolam yang […]

Oleh Achmad Aristyan

Segarnya Berenang di Mata Air Cikandung, Sumedang
Mata Air Cikandung yang jernih dan menyegarkan. Foto: inimahsumedang.com
Diterbitkan

Mata Air Cikandung, yang terletak di Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjadi salah satu destinasi pilihan bagi para penggemar wisata air. Pengunjung disuguhkan keindahan alam dan kesegaran alami dari mata air  dari kaki Gunung Tampomas.

Dikutip dari laman sumedangkab.go.id, objek wisata ini, mereka dapat merasakan kejernihan dan kesegaran air di kolam yang ada. Suasana yang asri, ditambah rindangnya pepohonan yang melindungi mata air, menciptakan suhu udara yang sejuk dan nyaman. Menariknya, keberagaman flora dan fauna di sekitar mata air juga menambah daya tariknya, dengan berbagai jenis tanaman dan burung lokal.

Pengelola objek wisata Mata Air Cikandung, Asep Suryapudin menyebut, jumlah pengunjung bisa mencapai 500 orang pada akhir pekan dan hari libur, sedangkan di hari biasa jumlahnya bisa mencapai 150 orang.

Fasilitas yang tersedia saat ini mencakup penyewaan ban untuk anak-anak, penyewaan tikar, serta warung jajanan yang dikelola oleh UMKM setempat. Asep berharap, di masa mendatang, fasilitas yang ada dapat ditingkatkan, termasuk pembangunan gazebo dan fasilitas lainnya.

Selain berenang, banyak pengunjung yang menikmati waktu bersama keluarga di area tersebut, dan mereka juga dapat melakukan aktivitas menarik lainnya seperti trekking di jalur-jalur yang mengelilingi mata air.

Meskipun terdapat berbagai warung jajanan, pengelola mengizinkan pengunjung membawa makanan dari luar. Untuk alas duduk, pengunjung dapat menyewa dengan biaya Rp 10.000, dan pengelola juga terus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan melalui pengeras suara.

Baca juga: Mengungkap Sejarah Waduk Jatigede di Sumedang

Meskipun sedang mengalami musim kemarau yang panjang, mata air Cikandung tetap tidak pernah mengalami kekeringan.Asep menyatakan bahwa airnya hanya menyusut, tetapi tidak sampai mengering sepenuhnya.

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan mata air Cikandung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 2.000 per orang, dengan biaya parkir motor sebesar Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Objek wisata ini menjadi favorit di kalangan masyarakat, terutama saat musim panas.

Novia, seorang pengunjung berusia 23 tahun asal Cisarua, mengungkapkan bahwa tiket masuknya murah, airnya bersih dan segar, serta suasananya sejuk, sehingga sangat cocok untuk liburan bersama keluarga.

Di sisi lain, objek wisata ini juga berkontribusi pada perekonomian lokal dengan memberikan peluang bagi UMKM, serta rencana pengelola untuk mengadakan acara khusus yang melibatkan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Terkait mudahnya aksesibilitas dari kota-kota besar di Jawa Barat, Mata Air Cikandung siap menjadi destinasi menarik bagi siapa saja yang ingin berlibur dan menikmati keindahan alam. 

TopikPariwisata
Pariwisata30 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan