Cerita Rakyat

Sejarah dan Mitos Gunung Putri di Lembang, Bandung

Gunung Putri merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di perbatasan antara Desa Jayagiri dan Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan ketinggian sekitar 1.587 meter di atas permukaan laut, gunung ini menawarkan panorama alam yang memukau serta udara yang sejuk. Namun, di balik keindahannya, Gunung Putri juga menyimpan berbagai kisah sejarah […]

Oleh Achmad Aristyan

Sejarah dan Mitos Gunung Putri di Lembang, Bandung
Pemandangan indah di Gunung Putri. Foto: pelitabaru.com
Diterbitkan

Gunung Putri merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di perbatasan antara Desa Jayagiri dan Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dengan ketinggian sekitar 1.587 meter di atas permukaan laut, gunung ini menawarkan panorama alam yang memukau serta udara yang sejuk. 

Namun, di balik keindahannya, Gunung Putri juga menyimpan berbagai kisah sejarah dan legenda mistis yang menarik untuk diungkap.  

Asal Usul dan Sejarah Gunung Putri

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman p2k.stekom.ac.id, salah satu titik penting di Gunung Putri adalah Tugu Sespim, yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah.

Selain itu, legenda Sangkuriang turut memperkuat daya tarik mistis gunung ini.  

Dalam cerita rakyat yang berkembang, nama Gunung Putri dipercaya berasal dari kisah seorang putri cantik yang hidup di sebuah kerajaan kuno di wilayah ini. Sang putri dikenal memiliki wajah yang sangat rupawan serta hati yang baik. 

Banyak pangeran dari berbagai kerajaan yang tertarik untuk mempersuntingnya, namun ia menolak semua lamaran dan justru meminta mereka untuk menjadi saudara.

Keputusan sang putri menolak pernikahan membuat amarah di hati seorang pangeran yang ditolak. Pangeran itu pun merencanakan balas dendam dengan bantuan seorang penyihir. 

Akibat kutukan penyihir, sang putri dan keluarganya meninggal dunia. Saat sang pangeran hendak meninggalkan wilayah itu, ia dan para pengawalnya justru ajal secara misterius. 

Pohon-pohon besar tiba-tiba tumbuh dan menutupi jalan mereka, menyebabkan mereka terperangkap dan tewas di antara rerimbunan hutan.

Masyarakat setempat percaya bahwa peristiwa tragis ini menjadi awal terbentuknya Gunung Putri, yang diyakini berasal dari jasad sang putri yang dikutuk. 

Hingga kini, kisah ini terus diceritakan turun-temurun sebagai bagian sejarah mistis Gunung Putri.  

Kisah Misteri di Balik Keindahan Gunung Putri

Selain legenda asal-usulnya, Gunung Putri juga dikenal memiliki berbagai kisah misteri yang dipercayai masyarakat sekitar. Melansir dari liputan6.com, beberapa cerita yang paling populer antara lain:  

  1. Makam Nenek Prabu Siliwangi

Di puncak Gunung Putri, terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makam salah satu istri Prabu Siliwangi, penguasa Kerajaan Pajajaran.

Makam ini dipercaya memiliki penjaga gaib, sehingga para pendaki yang ingin berkemah di sekitarnya disarankan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada juru kunci agar tidak mengalami gangguan mistis selama berada di sana.  

  1. Penampakan Kuntilanak

Mitos lain yang berkembang di kalangan masyarakat adalah keberadaan kuntilanak yang sering menampakkan diri di sekitar hutan lebat Gunung Putri.

Menurut cerita warga setempat, sosok itu kerap terlihat menjelang malam dan biasanya muncul dalam wujud wanita berambut panjang dengan pakaian serba putih.  

  1. Suara Gamelan dan Derap Kereta Kencana

Beberapa pendaki dan warga sekitar mengaku pernah mendengar suara gamelan yang menggema dari dalam hutan, terutama pada malam hari.

Selain itu, ada pula yang melaporkan suara derap kereta kencana yang seolah melintas di jalur pendakian. Konon, suara-suara ini berasal dari kerajaan gaib yang mendiami Gunung Putri dan hanya bisa didengar orang-orang tertentu.  

Gunung Putri sebagai Destinasi Wisata

Meskipun banyak kisah misteri yang menyelimutinya, Gunung Putri tetap menjadi destinasi wisata favorit bagi para pencinta alam.

Jalur pendakiannya yang relatif mudah membuat gunung ini cocok bagi pemula yang ingin merasakan pengalaman mendaki. 

Dari puncaknya, pengunjung bisa menikmati panorama matahari terbit dengan latar belakang pegunungan serta Kota Bandung yang terlihat dari kejauhan. (Dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat16 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan