Budaya

Sikap Masyarakat Baduy Hadapi Modernisasi dan Teknologi

Ketika mendengar nama Baduy, banyak masyarakat membayangkan komunitas yang jauh dari modernisasi. Namun, anggapan ini bisa berubah setelah berbincang langsung dengan warga Baduy, khususnya masyarakat Baduy Luar. Menjaga Tradisi di Tengah Perkembangan Zaman Berkunjung ke wilayah Baduy tidak hanya menjadi pengalaman menjelajahi alam yang masih asri, tetapi juga kesempatan untuk memahami cara masyarakat adat ini […]

Oleh Achmad Aristyan

Sikap Masyarakat Baduy Hadapi Modernisasi dan Teknologi
Masyarakat Baduy luar. Foto: Wikipedia/RaiyaniM
Diterbitkan

Ketika mendengar nama Baduy, banyak masyarakat membayangkan komunitas yang jauh dari modernisasi. Namun, anggapan ini bisa berubah setelah berbincang langsung dengan warga Baduy, khususnya masyarakat Baduy Luar.  

Menjaga Tradisi di Tengah Perkembangan Zaman  

Berkunjung ke wilayah Baduy tidak hanya menjadi pengalaman menjelajahi alam yang masih asri, tetapi juga kesempatan untuk memahami cara masyarakat adat ini mempertahankan tradisi sekaligus berkompromi dengan kemajuan teknologi.  

Dalam kunjungan ke Baduy Luar, ditemukan bahwa warganya telah mengenal teknologi. Mereka menggunakan ponsel, menonton televisi, dan memiliki perangkat elektronik lainnya. 

Meski demikian, penggunaan teknologi diatur dengan batasan tertentu agar tidak menggeser nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun.

Jamal, salah satu tokoh Baduy Luar, menjelaskan bahwa modernisasi memang tidak dapat dihindari. 

Ia mengakui adanya kekhawatiran akan dampaknya, tetapi tetap optimistis bahwa masyarakat Baduy dapat menjaga akar budaya mereka.  

“Perubahan zaman memang tidak terelakkan. Dunia semakin berkembang, teknologi semakin canggih. Ada sedikit kekhawatiran, tetapi selama kita memiliki pegangan kuat pada adat, kita tetap bisa bertahan,” ujarnya dilansir dari travel.detik.com.  

Ia mengibaratkan situasi ini seperti sebuah perahu di tengah lautan. Ombak dan badai bisa datang menerjang, tetapi selama jangkar perahu kuat, perahu tidak akan hanyut terbawa arus. 

Sejak dini, generasi muda Baduy dididik memahami dan menjaga adat-budaya  

Baca juga: Prosesi Pernikahan Suku Baduy Luar yang Sederhana dan Sakral

Teknologi dalam Batasan Adat  

Masyarakat Baduy kini tidak asing dengan media sosial. Namun, pemanfaatannya diarahkan pada kepentingan ekonomi, seperti memperkenalkan produk hasil kerajinan mereka.  “Boleh mengenal modernisasi, tetapi jangan sampai menghilangkan adat dan budaya sendiri,” kata Jamal.  

Kepala desa Baduy, Jaro Oom, menambahkan penggunaan teknologi di masyarakat Baduy diatur dalam peraturan desa. Ada batasan jelas mengenai yang dibolehkandan yang dilarang.

Hal ini untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak menggeser nilai-nilai adat yang dijunjung tinggi masyarakat Baduy.  

Peran Wisatawan dalam Menjaga Adat Baduy  

Masuknya teknologi ke Baduy juga dipengaruhi wisatawan. Karena itu, pengunjung diharapkan menghormati aturan yang berlaku dan tidak membawa pengaruh negatif terhadap wisatawna..  

“Tamu dari luar dipersilakan datang untuk melihat budaya dan tradisi kami. Tetapi, mereka juga harus mengikuti peraturan kami, terutama dalam hal teknologi,” tegas Jaro Oom dilansir dari travel.detik.com.  

Ia menyayangkan adanya wisatawan yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarluaskan foto atau video yang seharusnya tidak dipublikasikan.

Secara khusus, wilayah Baduy Dalam memiliki aturan ketat yang melarang penggunaan teknologi, termasuk mengambil foto atau video.  

Selain itu, wisatawan juga tidak diperkenankan merekam atau mengambil gambar saat masyarakat Baduy sedang menjalankan ritual adat. Namun, untuk produk UMKM yang mereka hasilkan, masyarakat Baduy justru sangat mendukung publikasi guna membantu perekonomian mereka.  

“Kalau ingin memperkenalkan produk UMKM kami, silakan dipublikasikan. Tetapi, jika itu berkaitan dengan tradisi dan ritual adat, sebaiknya jangan,” pungkas Jaro Oom.  

Masyarakat Baduy Luar tidak sepenuhnya menolak teknologi, tetapi mereka memiliki batasan tertentu untuk menjaga kelestarian adat dan budaya mereka. Modernisasi diterima sejauh tidak mengancam nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. 

Wisatawan yang berkunjung ke wilayah Baduy diharapkan menghormati aturan yang ada dan tidak membawa pengaruh yang dapat mengubah keseimbangan kehidupan adat mereka.

TopikBudaya
Budaya09 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan