Berita

Tips Praktis Naik Kereta Cepat Whoosh dari Jakarta ke Bandung

Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung kini semakin praktis dengan hadirnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Moda transportasi ini memungkinkan penumpang mencapai Stasiun Padalarang dari Stasiun Halim hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Dengan kecepatan hingga 350 km/jam, Whoosh menawarkan pengalaman perjalanan yang efisien sekaligus menyenangkan. Pilihan Kelas Tersedia tiga pilihan kelas di Whoosh yaitu […]

Oleh Achmad Aristyan

kERETA CEPAT WHOOSH
Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang menjadi moda transportasi cepat dan efisien. Foto: Wikipedia/TyewongX
Diterbitkan

Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung kini semakin praktis dengan hadirnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Moda transportasi ini memungkinkan penumpang mencapai Stasiun Padalarang dari Stasiun Halim hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. 

Dengan kecepatan hingga 350 km/jam, Whoosh menawarkan pengalaman perjalanan yang efisien sekaligus menyenangkan.  

Pilihan Kelas

Tersedia tiga pilihan kelas di Whoosh yaitu ekonomi premium, bisnis, dan first class, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

Di sepanjang perjalanan, penumpang akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan yang indah. Untuk menikmati pengalaman ini secara maksimal, pilihlah kursi dengan jendela luas saat memesan tiket.  

Pesan Tiket Lebih Awal  

Memesan tiket jauh-jauh hari sangat disarankan karena harga tiket Whoosh bersifat dinamis dan bisa berubah berdasarkan waktu keberangkatan.

Pemesanan dapat dilakukan hingga H-14 sebelum keberangkatan, baik melalui aplikasi Whoosh, website resmi KCIC, maupun Access by KAI. 

Memesan lebih awal juga memberikan kesempatan untuk memilih nomor kursi yang diinginkan, terutama menjelang akhir pekan atau libur panjang.  

Tentukan Stasiun Tujuan  

Sebelum melakukan perjalanan pastikan untuk menentukan stasiun tujuan yang paling sesuai. Kereta cepat ini memiliki tiga stasiun pemberhentian, yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Stasiun Padalarang (dekat Kota Bandung), dan Stasiun Tegalluar (Kabupaten Bandung). 

Dari Padalarang dapat melanjutkan perjalanan ke pusat kota Bandung menggunakan Kereta Feeder, sedangkan dari Tegalluar tersedia Bus Damri sebagai opsi transportasi lanjutan.  

Datang Lebih Awal  

Datang lebih awal ke stasiun sangat penting karena Whoosh beroperasi dengan jadwal yang sangat tepat waktu. Boarding dimulai 30 menit sebelum keberangkatan dan ditutup 5 menit sebelumnya. 

Antrian untuk pemeriksaan tiket dan akses ke peron membutuhkan waktu, sehingga disarankan untuk tiba lebih awal agar tidak terburu-buru, apalagi jika ingin berfoto sebelum keberangkatan.  

Bawa Barang Secukupnya  

Saat bepergian menggunakan Whoosh, bawalah barang secukupnya untuk mempermudah perpindahan ke Kereta Feeder atau transportasi lainnya.

Penumpang diperbolehkan membawa maksimal tiga koli barang, termasuk koper, tas tangan, dan dus. Barang bawaan yang ringan akan membuat perjalanan lebih nyaman, terutama saat berpindah antar moda transportasi.  

Kursi dengan Nomor yang Tepat  

Untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan secara maksimal, gunakan rumus sederhana saat memilih kursi. Jika berangkat dari Stasiun Halim ke Padalarang, pilihlah kursi dengan nomor ganjil, seperti 1, 3, 5, dan seterusnya. 

Sebaliknya, jika perjalanan dimulai dari Padalarang ke Halim, pilih kursi bernomor genap, seperti 2, 4, 6, dan seterusnya. Hal ini akan memastikan jendela kereta tidak terhalang, sehingga dapat melihat pemandangan dengan lebih jelas.  

Perhatikan Posisi Kursi  

Selain memilih nomor kursi, posisi tempat duduk juga perlu diperhatikan. Saat bepergian dari Halim ke Padalarang, pilihlah kursi di sisi kiri kereta. 

Sebaliknya, untuk perjalanan dari Padalarang ke Halim, pilih kursi di sisi kanan. Posisi ini akan memberikan sudut pandang terbaik untuk menikmati panorama indah selama perjalanan.  

Dengan memperhatikan tips di atas, perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. (Dari berbagai sumber)

TopikBerita
Berita28 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan