Berita

Tour de Siak Jadi Ikon Bersepeda Ramah Lingkungan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak akan menggelar ajang balap sepeda bertaraf internasional, Tour de Siak (TdSi), pada 4-8 Desember 2024. Kegiatan sport tourism ini menjadi wadah promosi pariwisata Siak ke tingkat global. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Tekad Perbatas Setia Dewa, menjelaskan bahwa Tour de Siak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013 dan sempat absen selama satu tahun akibat pandemi […]

Oleh Ridwan

Tour de Siak Jadi Ikon Bersepeda Ramah Lingkungan
Foto: Infopublik.id
Diterbitkan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak akan menggelar ajang balap sepeda bertaraf internasional, Tour de Siak (TdSi), pada 4-8 Desember 2024. Kegiatan sport tourism ini menjadi wadah promosi pariwisata Siak ke tingkat global.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Tekad Perbatas Setia Dewa, menjelaskan bahwa Tour de Siak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013 dan sempat absen selama satu tahun akibat pandemi Covid-19. “Sport tourism seperti TdSi ini yang masih bertahan di Indonesia hanya ada dua, yaitu Tour de Siak dan Tour de Ijen di Banyuwangi,” ujar Tekad, Minggu (24/11/2024) seperti dilansir Infopublik.id.

Tahun ini, Tour de Siak mengusung tema Race For Green City atau Balapan untuk Kota Hijau. Tema ini bertujuan mengkampanyekan komitmen Kabupaten Siak sebagai kabupaten hijau yang mendukung prinsip keberlanjutan.

“Olah raga bersepeda ini tergolong ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar. Melalui TdSi, kami ingin mempromosikan Siak sebagai daerah yang mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk kemakmuran masyarakatnya,” jelas Tekad.

Baca juga: Ajang Internasional Tour De Siak 2024 Siap Sambut Wisatawan

Sebagai pendukung visi tersebut, Siak telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Kabupaten Hijau. Kebijakan ini sejalan dengan visi Bupati Alfedri untuk mendukung target pemerintah pusat menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 40 persen pada tahun 2030.

Tekad menambahkan, event sepeda bergengsi tahun ini akan menghadirkan inovasi berupa city tour. Para pembalap tidak hanya berlomba, tetapi juga akan diajak mengeksplorasi destinasi wisata di Siak, termasuk peninggalan sejarah dan keindahan alamnya.

“Sebelumnya, para pembalap biasanya langsung pulang setelah acara selesai. Tahun ini, kami ingin mereka membawa cerita dari Siak. Oleh karena itu, kami ajak mereka mengeksplorasi wisata yang ada di kabupaten ini,” ujar Tekad.

Event internasional ni diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik pariwisata, tetapi juga memperkuat komitmen Siak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

TopikBerita
Berita26 NOV 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →
Temerodok, jajanan tradisional khas Sakra, Lombok Timur

Jejak Rasa dan Tradisi Temerodok dari Sakra

Temerodok bukan sekadar jajanan manis dari Sakra, NTT. Di balik bentuknya tersimpan jejak pertemuan budaya, tradisi sosial, dan keterampilan perajin yang kini diakui sebagai warisan budaya Indonesia.

Ridwan