Profil

Agung Wiera dan Perjalanan Panjang Fotografi Budaya

Agung Wiera, seorang fotografer berbakat asal Wonosobo, lahir pada 7 Juni 1961. Perjalanannya di dunia seni dan fotografi dimulai dari bangku sekolah di Wonosobo hingga perguruan tinggi di STPMD “APMD” Yogyakarta, di mana ia meraih gelar pada tahun 1986. Kecintaannya terhadap seni semakin berkembang ketika ia memperdalam ilmu desain di VISI Art & Graphic Design […]

Oleh Achmad Aristyan

Agung Wiera dan Perjalanan Panjang Fotografi Budaya
Agung Wiera dalam pameran fotografi bertajuk “Jejak Mata Hati”. Foto: Ivan
Diterbitkan

Agung Wiera, seorang fotografer berbakat asal Wonosobo, lahir pada 7 Juni 1961. Perjalanannya di dunia seni dan fotografi dimulai dari bangku sekolah di Wonosobo hingga perguruan tinggi di STPMD “APMD” Yogyakarta, di mana ia meraih gelar pada tahun 1986.

Kecintaannya terhadap seni semakin berkembang ketika ia memperdalam ilmu desain di VISI Art & Graphic Design School pada tahun 1996.

Prestasi dan Penghargaan

Sebagai seorang fotografer, Agung Wiera telah mengukir banyak prestasi. Pada tahun 2009, ia menerima gelar prestasi seni foto (A. FPSI*) dari Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI).

Dua tahun kemudian, namanya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pencapaiannya dalam menyelenggarakan pameran rangkaian foto terbanyak.

Tidak hanya itu, ia juga kerap menjadi juri dalam berbagai kompetisi fotografi tingkat regional maupun nasional, termasuk ajang bergengsi seperti Salon Foto Indonesia.

Komitmennya terhadap dunia fotografi tak hanya tercermin dalam karya-karyanya, tetapi juga dalam perannya sebagai pengurus Dewan Kesenian Daerah Jawa Tengah di komite fotografi selama tiga periode (2005–2014).

Ia pun aktif berkontribusi dalam dunia jurnalistik dengan mengisi berbagai media regional dan nasional dengan foto-fotonya.

Kontribusi dalam Penerbitan Buku

Tak hanya berkiprah dalam seni fotografi, Agung Wiera juga turut serta dalam berbagai proyek penerbitan buku.

Salah satu karyanya yang cukup dikenal adalah ilustrasi foto dalam buku “Semar Mencari Raga” karya DR. Sindhunata (1996).

Ia juga menjadi fotografer untuk buku “Hook Bio Wonosobo: Sejarah dan Perkembangannya” (2012) serta berperan dalam penyusunan buku “Jawa Tengah Membatik Dunia” yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2010.

Pada tahun 2016, ia meluncurkan kartu wisata Dieng Plateau sebagai suvenir khas daerah itu. Tak berhenti di situ, ia juga menjadi fotografer untuk buku “Ensiklopedia Wonosobo Kebudayaan” (2020), “Travel Book Wonosobo: The Soul of Java – Nature-Culture-Adventure” (2018), dan “Jejak Tradisi Balon Wonosobo: Bentuk-Makna-Rasa” (2021).

Hingga kini, Agung Wiera masih aktif dalam dunia fotografi dan menjadi fotografer untuk berbagai majalah, termasuk “Travel Guide Wonosobo” (2024) serta “Mercusuar” (2023-sekarang).

Salah satu foto karya Agung Wiera. Foto: Ivan

Pameran “Jejak Mata Hati”

Pada tahun 2025, Agung Wiera menggelar pameran fotografi bertajuk “Jejak Mata Hati” di Padepokan Seni Esem, Jalan Veteran, Wonosobo, Jawa Tengah.

Pameran ini menampilkan berbagai karya yang menggambarkan dinamika kehidupan dan kekayaan budaya di Wonosobo serta daerah sekitarnya. Melalui rangkaian foto yang dipamerkan, ia berusaha menangkap esensi keindahan serta kisah di balik setiap momen yang ia abadikan.

“Fotografi bukan sekadar menangkap gambar, tetapi juga merekam perjalanan batin seseorang dalam memahami lingkungan dan budayanya,” ungkapnya dalam salah satu sesi diskusi pameran.

Dengan konsep yang lebih personal dan reflektif, pameran ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk seniman, fotografer, dan pecinta seni di Wonosobo.

Dengan perjalanan panjang dan dedikasinya yang tak tergoyahkan, Agung Wiera terus menjadi inspirasi bagi para fotografer muda untuk menggali lebih dalam dunia fotografi dan menjadikannya sebagai medium untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke kancah yang lebih luas.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan