Pariwisata

Menyaksikan Keajaiban Alam Di Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna di kawasan Malang Selatan, Jawa Timur, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang kian menarik perhatian wisatawan. Sesuai dengan namanya, pantai ini menawarkan pemandangan laut memukau dengan tiga warna air yang berbeda: biru, hijau, dan toska. Pantai ini tepatnya berada Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang berjarak sekira 2 jam perjalanan dari […]

Oleh Achmad Aristyan

Menyaksikan Keajaiban Alam Di Pantai Tiga Warna
Keindahan Pantai Tiga Warna dengan air laut berbeda warna. Foto: Wikimedia Commons/Wahyu Isnan Hudaya
Diterbitkan

Pantai Tiga Warna di kawasan Malang Selatan, Jawa Timur, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang kian menarik perhatian wisatawan. Sesuai dengan namanya, pantai ini menawarkan pemandangan laut memukau dengan tiga warna air yang berbeda: biru, hijau, dan toska. 

Pantai ini tepatnya berada Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang berjarak sekira 2 jam perjalanan dari Kota Malang. Pantai ini menawarkan pemandangan laut menakjubkan,  dikelilingi ebing-tebing yang tinggi serta pepohonan yang rimbun.

Melansir dari laman Malangkab.go.id, fenomena warna laut yang berbeda-beda ini disebabkan kedalaman laut yang bervariasi serta kondisi dasar laut yang dihiasi terumbu karang yang masih terjaga dengan baik. Warna biru terang menggambarkan kedalaman laut, sementara warna hijau berasal dari perairan lebih dangkal. Sementara itu, warna toska tercipta dari pantulan cahaya matahari yang mengenai air laut yang jernih.

Baca juga: Coban Rondo, Air Terjun Legendaris di Malang

Bagi para wisatawan, menuju Pantai 3 Warna harus melalui jalur cukup menantang, dengan akses jalan yang terbilang sempit dan berbatu. Namun, perjalanan yang sedikit melelahkan akan terbayar lunas saat tiba di pantai, di mana keindahan alam yang mempesona langsung menyambut. 

Di pantai, berbagai aktivitas seperti berenang, snorkeling, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan bisa dilakukan. Snorkeling di Pantai 3 Warna sangat direkomendasikan karena kondisi terumbu karang yang masih terjaga dengan baik dengan ragam biota laut yang hidup di sana.

Baca juga: Topeng Malangan, Tari Ikonik dari Malang

Namun, karena keindahan alamnya yang masih terjaga, jumlah pengunjung di Pantai 3 Warna dibatasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan ekosistem laut. Keunikan Pantai 3 Warna memang bukan hanya pada pemandangan alamnya yang luar biasa, tetapi juga pada upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat setempat

Pengelola pantai berkomitmen mengutamakan konsep wisata yang ramah lingkungan, untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan ekosistem laut, sehingga keindahan alam ini dapat terus bertahan. Nah, Bagi yang ingin menikmati keindahan pantai ini, disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui agen wisata setempat. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata11 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan