Pariwisata

Liburan Seru di Tasya Eco Waterpark Pacitan dengan Mandi Busa

Tasya Eco Waterpark hadir sebagai magnet baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Parai Beach Resort Teleng Ria, Pacitan. Terletak di Balong, Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, taman air ini menyuguhkan sensasi bermain air yang menyenangkan untuk semua usia. Salah satu atraksi yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah sensasi mandi busa. Area kolam renang […]

Oleh Achmad Aristyan

Liburan Seru di Tasya Eco Waterpark Pacitan dengan Mandi Busa
Wahana mandi busa di Tasya Eco Waterpark. Foto: Parai Beach Resort Telengria Pacitan
Diterbitkan

Tasya Eco Waterpark hadir sebagai magnet baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Parai Beach Resort Teleng Ria, Pacitan.

Terletak di Balong, Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, taman air ini menyuguhkan sensasi bermain air yang menyenangkan untuk semua usia.

Salah satu atraksi yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah sensasi mandi busa.

Area kolam renang mendadak berubah menjadi lautan busa putih yang melimpah, membuat anak-anak berlarian dengan riang. Orang dewasa pun tak ketinggalan ikut bersuka cita.

Tasya Eco Waterpark bukan sekadar kolam renang biasa.

Baca Juga: Pantai Nglambor, Panorama Laut Eksotis di Gunungkidul Yogyakarta

Di sini tersedia berbagai fasilitas, mulai dari kolam anak yang dirancang aman, kolam dewasa yang luas dan menyegarkan, hingga area bermain interaktif yang menyalurkan imajinasi si kecil.

Daya tarik utamanya adalah waterboom, satu-satunya seluncuran air berskala besar di Pacitan.

“Waterboom ini adalah permata kami, satu-satunya yang ada di Pacitan,” kata Suyitno, General Manager Parai Beach Resort Teleng Ria dilansir dari Pacitanku.com.

Selain waterboom, pengunjung bisa menikmati wahana lain seperti playground indoor yang aman untuk balita dan playground outdoor untuk anak-anak di atas enam tahun, lengkap dengan aneka seluncuran.

Keunikan lainnya adalah keberadaan sekitar 200 ekor burung merpati putih yang dibiarkan bebas berkeliaran di sekitar area.

Suasana menjadi lebih asri dan damai, memberi pengalaman tersendiri bagi para pengunjung.

Untuk menikmati seluruh fasilitas yang ditawarkan, tarif masuk tergolong sangat terjangkau.

“Harga tiket masuk saat ini sangat ramah di kantong, hanya Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Sedangkan untuk menikmati keseruan waterpark, tiketnya hanya Rp5.000 saja,” jelas Suyitno.

Selain mandi busa, di Tasya Eco Waterpark juga tersedia juga banyak wahana lain yang tidak kalah seru. Foto: Parai Beach Resort Telengria Pacitan

Tak berhenti sampai di situ, Tasya Eco Waterpark terus berbenah dan mengembangkan fasilitasnya.

Salah satu rencana ke depan adalah penambahan wahana baru bernama “Little Wet”, yang akan menjadi bagian penting dari taman air ini.

“Kami berencana untuk menambah wahana baru yang tak kalah seru, yaitu ‘little wet’, yang akan menjadi bagian integral dari waterpark ini,” ujarnya.

“Kami sangat berharap, saat libur sekolah nanti, para pengunjung sudah bisa menikmati keseruan wahana baru ini,” imbuhnya dengan optimis.

Baca Juga: Wisata Rekreasi dan Edukasi Perkebunan Teh di Tanjungsari Land

Aspek keamanan dan kebersihan menjadi prioritas utama. Setiap hari dilakukan perawatan kolam, dan petugas keamanan disiagakan di area strategis seperti waterboom dan kolam renang.

“Sebagai bagian dari masyarakat Pacitan, motivasi kami sangat kuat untuk terus merawat, menjaga, dan bahkan meningkatkan kualitas destinasi yang sudah ada ini. Kami ingin Parai Beach Resort Teleng Ria, khususnya Tasya Eco Waterpark, menjadi semakin baik dan semakin mempesona,” pungkas Suyitno.

Dengan inovasi yang terus dikembangkan dan suasana yang menyenangkan, Tasya Eco Waterpark menjadi pilihan tepat untuk liburan keluarga di Pacitan.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan