Mayarakat Minangkabau di Sumatera Barat, menjadi salah satu suku yang memiliki banyak sekali budaya unik, salah satunya yaitu tradisi Malamang.
Tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun hingga sekarang ini merupakan kegiatan membuat sajian Lemang dari ketan yang dimasak batang bambu secara bersama-sama.
Biasanya, tradisi ini dilakukan jelang hari besar agama Islam. Misalnya Ramadan, Idul Fitri, Maulid Nabi, Idul Adha, dan lainnya. Tujuan tradisi ini bermanfaat mempererat tali silaturahmmi.
Apa itu Malamang?
Malamang belum diketahui secara pasti kapan mulai dilakukan. Namun, masyarakat Minangkabau meyakini tradisi ini bermula dari Syekh Burhanuddin yang melakukan dakwah mengenai makanan halal dan haram.
Ketika melakukan dakwah, beliau selalu dijamu dengan masyarakat Minangkabau. Karena belum mengerti perbedaan halal haram mereka menyajikan makanan apa adanya. Syekh Burhanuddin pun meragukan kehalalan dan kebersihannya.
Kemudian, beliau mengajarkan cara memasak menggunakan bambu diisi beras. Bambu itu dimasak dengan dibakar. Dari situlah tradisi ini dilakukan masyarakat Minangkabau.
Bagaimanan Proses Malamang?
Tradisi malamang terkadang digelar pada momen pernikahan atau peringatan meninggalnya seseorang. Namun, ada sebagian masyarakat melarang diadakan di bulan Muharram.
Pada masa dulu, tradisi ini dilakukan secara bersama-sama di setiap rumah. Biasanya baik laki-laki maupun perempuan akan membantu menyiapkan bahan, melakukan pembakaran, hingga lamang dihidangkan untuk tamu.
Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, tradisi memasak bersama-sama menjadi mulai berkurang.
Berbagai Variasi Lamang Khas
Lamang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan. Bahan ini nantinya dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang. Cara memasaknya dengan dibakar menggunakan bara api sekitar dua jam.
Lamang memiliki beberapa jenis. Misalkan seperti lamak puluik yang bahannya dari beras puluik dan dimasak selama 6 jam, ada lamang pisang, lamang kuning yang bahan dasarnya berupa tepung beras dan kunyit, serta ada lamang ubi.

Cara membuatnya yaitu dengan mencamburkan bahan dasar berupa beras, ubi, atau pisang tergantung jenis yang akan dibuat ke dalam satu ruang bambu.
Kemudian campurkan santan yang biasanya dari jenis kelapa parampingan. Untuk bumbu yang digunakan yaitu menggunakan kemiri dan garam.
Membuat Lamang Membutuhkan Kesabaran
Prosesnya pembuatanya hampir sama untuk setiap jenisnya.
Pertama, siapkan bambu kemudian mengalasinya dengan daun pisang. Kemudian bahan dasar seperti beras dan lainnya dibersihkan dan dikeringkan.
Kedua, beras dimasukkan ke dalam talang sekitar ¾ dari tingginya. Santan pun dimasukkan hingga beras terendam. Baru kemudian dibakar di tempat yang sudah disediakan. Biasanya akan memakan waktu cukup lama antara 2 hingga 6 jam.
Proses pembakaran dilakukan dengan api yang kecil supaya tidak cepat hangus. Lamang juga harus sering dibolak-balik supaya dapat matang secara merata.
Biasanya lamang disajikan dengan gula merah, kuah durian dan srikaya untuk jenis yang manis. Sedangkan untuk yang gurih biasa disajikan bersama dengan rendang atau lauk lainnya. (Anisa Kurniawati– Dari berbagai Sumber)