Pariwisata

Misteri 36 Rumah Di Kampung Adat Dukuh Dalam

Di balik pesona daerah Garut, Jawa Barat yang menawan, tersembunyi sebuah kampung unik yang menggabungkan keindahan alami dan kearifan lokal benama Kampung Adat Dukuh Dalam. Lokasinya berada di Kecamatan Cikelet yang telah menjadi destinasi wisata yang menyajikan keunikan budaya. Melansir dari indonesiakaya.com, kampung ini dikelilingi tiga gunung yang megah yaitu Gunung Batu Cupak, Gunung Dukuh, […]

Oleh Achmad Aristyan

kampung adat
Rumah-rumah tradisional yang ada di Kampung Adat Dukuh Dalam. Foto: indonesiakaya.com
Diterbitkan

Di balik pesona daerah Garut, Jawa Barat yang menawan, tersembunyi sebuah kampung unik yang menggabungkan keindahan alami dan kearifan lokal benama Kampung Adat Dukuh Dalam.  Lokasinya berada di Kecamatan Cikelet yang telah menjadi destinasi wisata yang menyajikan keunikan budaya. 

Melansir dari indonesiakaya.com, kampung ini dikelilingi tiga gunung yang megah yaitu Gunung Batu Cupak, Gunung Dukuh, dan Gunung Batu. Kampung Adat Dukuh Dalam terkenal dengan arsitektur tradisionalnya yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini. 

36 Rumah

Rumah-rumah di sini dibangun dari kayu, tanpa menggunakan kaca, tembok, atau genteng. Keasliannya semakin terasa dengan atap yang terbuat dari serabut alang-alang dan ijuk, yang menciptakan suasana sejuk dan alami. 

Rumah-rumah di desa ini berdiri kokoh dengan konstruksi sederhana namun penuh makna, mencerminkan kearifan lokal yang masih dijaga penduduk setempat.

Di kampung ini, hanya ada 36 rumah yang tersebar di sepanjang jalan kampung, serta sebuah balai rakyat tempat berkumpul bagi warga. Belum ada penjelasan terkait keberadaan rumah warga di kampung ini yang hanya berjumlah 36 rumah.

Balai ini menjadi pusat aktivitas sosial dan budaya yang menghubungkan seluruh warga. Selain itu, kampung ini juga memiliki musala tempat warga beribadah dan madrasah yang mengajarkan ilmu pengetahuan serta agama kepada anak-anak kampung.

Baca juga: Gunung Papandayan: Pesona Kawah, Edelwis dan Hutan Mati

Ziarah Spiritual

Salah satu aspek yang membuat Kampung Adat Dukuh Dalam semakin menarik adalah keberadaan tempat sakral, yakni makam leluhur Syekh Abdul Jalil. Makam ini berada di dalam hutan Gunung Dukuh, dan hanya dapat dijangkau dengan mendaki kaki gunung. 

Setiap hari Sabtu, makam ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Sebelum berziarah, para peziarah diwajibkan untuk mandi dan berwudu di sebuah jamban yang disediakan warga. 

Selain itu, kampung ini juga memiliki rumah khusus untuk tamu yang ingin melakukan penyepenan atau retret spiritual. Ini memberi kesempatan bagi siapa pun yang ingin merasakan kedamaian serta berinteraksi langsung dengan budaya dan tradisi yang ada di kampung ini.

Baca juga: Raden Ayu Lasminingrat, Intelektual Pertama Tanah Sunda

Destinasi Wisata

Kampung Adat Dukuh Dalam bukan hanya sekadar tempat tinggal, namun juga sebuah kawasan yang menyimpan potensi spiritual dan kultural yang kuat. Masyarakatnya masih memegang teguh nilai-nilai tradisi, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari mereka. 

Keharmonisan antara alam dan budaya lokal ini menjadikan Kampung Adat Dukuh Dalam sebagai salah satu tujuan wisata yang menarik, menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar pemandangan indah.

Bagi yang ingin merasakan ketenangan, sekaligus belajar tentang budaya dan tradisi yang masih lestari, Kampung Adat Dukuh Dalam adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi. 

Selain keindahan alamnya, kampung ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kearifan lokal serta menghormati leluhur dan tradisi yang ada. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata02 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan