Budaya

Misteri Relief Manusia Dililit Ular di Situs Batu Lumpang Lahat

Situs Batu Lumpang terletak di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Lokasinya di bagian barat Desa Pajar Bulan, termasuk area perkebunan kopi yang menyimpan beberapa artefak menarik. Diantaranya arca manusia menunggangi gajah, lumpang batu, dan arca individu yang menggendong individu lebih kecil. Dilansir dari pariwisata.lahatkab.go.id, keunikan situs ini adalah dua buah […]

Oleh Ridwan

Misteri Relief Manusia Dililit Ular di Situs Batu Lumpang Lahat
Situs Batu Lumpang yang ditemukan di Kabupaten Lahat. Foto: pariwisata.lahatkab.go.id
Diterbitkan

Situs Batu Lumpang terletak di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Lokasinya di bagian barat Desa Pajar Bulan, termasuk area perkebunan kopi yang menyimpan beberapa artefak menarik. Diantaranya arca manusia menunggangi gajah, lumpang batu, dan arca individu yang menggendong individu lebih kecil.

Dilansir dari pariwisata.lahatkab.go.id, keunikan situs ini adalah dua buah lumpang batu.

Salah satu lumpang batu tersebut memiliki kubang berbentuk bulat dengan pahatan relief yang menggambarkan dua manusia yang dililit oleh dua ekor ular.

Relief ini hanya terdapat di salah satu sisi lumpang, menampilkan bagian kepala, badan, dan tangan dari kedua sosok tersebut, sementara sisi lainnya tidak memiliki pahatan.

Lumpang batu ini memiliki ukuran panjang 170 cm, lebar 105 cm, dan tinggi 70 cm.

Relief pertama berupa sosok manusia dililit ular dalam posisi tertelungkup, kepala menghadap ke atas, wajah berbentuk lonjong, dan tangan kirinya memakai gelang lebar sambil memegang kepala ular yang melilit tubuhnya.

Baca juga: Jejak Sejarah Kabupaten Lahat yang Terlahir dari Perjuangan

Sedangkan relief kedua dalam posisi miring ke kiri, dengan sebagian besar tubuhnya di dalam mulut ular. Wajah sosok ini bulat, matanya besar dan menonjol, serta bibirnya tebal.

Sosok itu juga digambarkan mengenakan perhiasan seperti anting, gelang, dan kalung. Dua ekor ular yang melilit kedua manusia ini menambah kesan dramatis pada relief tersebut.

Kunjungan ke situs Batu Lumpang ini memberikan gambaran yang sangat menarik mengenai kebudayaan Kabupaten Lahat, terutama melalui artefak-artefak bersejarah yang terus dirawat.

Jika Anda ingin melihat langsung keunikan situs ini, jangan ragu untuk menjelajahi Desa Pulau Panggung dan temukan kekayaan budaya yang tersembunyi di sana. Ayo, jelajahi Lahat!  (Achmad Aristyan)

TopikBudaya
Budaya22 OKT 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →