Budaya

Sensasi Kesegaran Sajian Es Kolak Durian Khas Medan

Kolak selama ini identik dengan sajian bulan Ramadhan atau bulan puasa. Namun, di Medan, Sumatra Utara, ada varian es kolak durian yang menjadi kuliner khas dengan rasa menggugah selera. Es kolak ini menawarkan perpaduan rasa manis, segar dan beraroma harum yang tidak hanya menjadi favorit selama bulan puasa, tetapi juga dapat dinikmati kapan saja sepanjang […]

Oleh Achmad Aristyan

Sajian Es kolak durian Medan
Sajian Es kolak durian menjadi hidangan khas Medan yang bisa dinikmati saat bulan Ramadhan maupun hari-hari biasa. Foto: indonesiakaya.com
Diterbitkan

Kolak selama ini identik dengan sajian bulan Ramadhan atau bulan puasa. Namun, di Medan, Sumatra Utara, ada varian es kolak durian yang menjadi kuliner khas dengan rasa menggugah selera.

Es kolak ini menawarkan perpaduan rasa manis, segar dan beraroma harum yang tidak hanya menjadi favorit selama bulan puasa, tetapi juga dapat dinikmati kapan saja sepanjang tahun.

Aneka Bahan Menyegarkan

Es kolak dari durian terbuat dari beberapa bahan utama yang memberikan kekayaan rasa dan tekstur. Ketan putih yang dikukus memberikan kelembutan, sementara potongan pisang kepok menambah manis alami di dalam hidangan. 

Jagung manis rebus memberikan sentuhan manis dan segar, yang kontras dengan daging buah durian yang kental dan khas. Semua bahan ini disiram dengan kuah gula aren dan santan kelapa, menciptakan kombinasi rasa yang nikmat. 

Manisnya gula aren berpadu sempurna dengan keharuman khas buah durian yang unik, memberikan sensasi manis yang tidak terlalu kuat namun cukup menonjol.

Gula aren yang digunakan di es kolak khas Medan tidak hanya menambah rasa manis, tetapi juga memberikan sentuhan rempah-rempah yang ringan, yang memperkaya cita rasa hidangan. 

Santan kelapa yang digunakan menyiram bahan-bahan ini membuat es kolak durian terasa lebih sedap saat disantap. Es batu ditambahkan untuk memberikan sensasi kesegaran tambahan. 

Potongan-potongan es batu dalam kuah santan durian memberikan sensasi menyegarkan, terutama ketika dikonsumsi di tengah teriknya cuaca Medan. Inilah yang menjadikan es kolak durian pilihan tepat dinikmati saat cuaca panas.

Baca juga:Ini Alasan Ubi Madu Cilembu Sumedang Bercita Rasa Unik

Kuliner Rakyat

Penjual es kolak banyak dijumpai di pinggir jalan di Kota Medan. Salah satu yang populer adalah di sekitar kampus Universitas Sumatera Utara (USU), tepatnya di Jalan Doktor Mansyur. 

Di sini, sajian es kolak ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai Rp8.000 hingga Rp10.000. Es kolak durian selain menawarkan kenikmatan rasa, juga menggambarkan budaya kuliner Medan.

Menikmati hidangan ini memberikan nuansa lokal yang kental, mengingat durian merupakan salah satu buah favorit di Sumatra Utara. Bila berkunjung ke Kota Medan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kolak durian ini.

Kolak durian menjadi bukti bagaimana masyarakat Medan mengolah durian, buah yang sering dianggap eksklusif, menjadi makanan sehari-hari yang bisa dinikmati semua kalangan.

Penggunaan durian dalam es kolak tidak hanya memanfaatkan cita rasanya, tetapi juga menunjukkan kreativitas dalam menciptakan hidangan khas. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya14 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan